
Waktu menunjukkan pukul 15.00 sore saat Aku tiba dirumah dari rumah Andra.Segera Aku masuk kamar mengganti seragam ku lantas naik ke atas ranjangku.Kuambil tasku yang Kuletakkan di atas tempat tidur lalu mulai mencari surat yang dikirim pria misterius itu padaku.Kubuka dan membacanya.
Setiap senyummu adalah surgaku
Aku ingin setiap saat terus menikmati surga itu
Walau Melihatmu dari sudut gelap ku
Ku tak perduli.....
Aku sudah jatuh cinta dari awal melihatmu
Aku sudah terpesona dari awal bertemu
Aku sudah jatuh dan tak bisa lagi untuk bangun dari semua mimpi indah ku..
Meiske,Kau terindahku
Kau seperti Mentariku saat senja
Dengan bias-bias kemerahan di pipimu.
Aku mencintaimu..
Aku menginginkan mu..
Selamanya....
Aku mengernyitkan dahi.Apakah sky? tapi mana mungkin? Sky bahkan membenciku bukan?
"Meiskeeeeeeee...." teriakan kakakku membuyarkan lamunan ku.
"Iyaaa.." jawabku sambil melangkah keluar dari kamarku menuju ke arah suara kakakku.
"Ada apa?" tanyaku.
"Kakak sama Mama mau keluar sebentar.Kamu jagain rumah ya.Ingat! jangan kemana-mana!"
"Iyaa..iyaa." jawabku acuh tak acuh sambil menuju kulkas dekat meja makan,membukanya dan mengambil cemilan di dalamnya.
Aku kembali melangkah masuk kamarku.Bunyi suara motor kakakku sudah tak lagi terdengar.Kembali Aku naik ke tempat tidurku dan berbaring serta kembali menatap surat itu sambil berpikir.15 menit kemudian,Aku terlelap.
Tok..tok..tok..
Tersadar Aku saat mendengar bunyi pintu depan rumahku diketuk.Maklumlah,rumahku kecil dan kamarku dekat ruang tamu jadi walaupun hanya diketuk pasti suaranya terdengar sampai kamarku.
Aku menggeliat dari tempat tidur mencoba bangun dari setengah sadarku.Ku lirik jam di meja belajarku sudah menunjukkan pukul 17.30
__ADS_1
Tok..tok..tok..
Bunyi pintu terdengar lagi.siapa sih yang datang gumanku dalam hati.
"Iyaaa iyaa sebentar." Aku melangkahkan kakiku ke ruang tamu lalu membuka pintu.
"Selamat so...." kalimat ku terhenti saat kubuka pintu dan melihat sosok yang ada di depanku.Astaga,apa Aku salah lihat!
"Sore,Meiske. Kaget ya?" Sky ternyata sudah berdiri di depan pintu rumahku.Aku mencoba menutup kembali pintu,namun ditahan olehnya.
"Aku tamu,lho.Masak gak dipersilahkan masuk,gitu?" Ujar Sky dengan senyuman di bibirnya.Senyuman? Yah,sebuah senyuman biasa.Aku masih terpaku.Masih tak menyangka kenapa Sky tiba-tiba muncul di hadapanku seperti ini bahkan di rumahku.
"Hey,kayak liat setan aja..Aku boleh masuk ga?" tersadar Aku dari lamunan namun Aku tak menyuruhnya masuk.Aku malah melangkahkan kakiku keluar.
"Kuta duduk di kursi depan saja ya." jawabku lantas melangkah melewatinya dan duduk di kursi depan rumahku. Beruntung Aku punya kursi di depan rumah.
"Okey." Dia ikut melangkah ke arah kursi yang lain.
"Ada apa mencari ku?eh,dari mana Kau tau rumahku?" pertanyaan yang mungkin tidak membutuhkan jawaban karena Sky pernah bilang bahwa Dia mengetahui semua tentang Aku.Tapi,biarlah Dia menjelaskannya.
"Aku kan sudah bilang,Aku tau semua tentangmu,Ke." Aku hanya membalas denganembuang napasku kesal.
"Trus,ngapain datang kemari?" tanyaku ketus.
"Aku datang bermaksud baik kok.Aku mau minta maaf soal kejadian kemaren sama kamu.Jujur,Aku ngerasa bersalah sama kamu.Aku terlalu kasar sama kamu.Maafin Aku ya." Sky berbicara seperti itu dengan nada bicara yang sangat tenang.Aku masih diam mencoba mencerna setiap kalimat yang Sky ucapkan.Benarkah? atau hanya sekedar saja.
Aku terkejut.Sky sudah berada di dalam ruang tamu.
"Kok masuk?" tanyaku ketus.
"Memangnya Aku gak boleh masuk rumahmu? Aku hanya ingin tau rumahmu seperti apa.Boleh kan?" Aku berjalan laluenaruh air di atas meja ruang tamu.
"Minum gih.Setelah itu pulang!" jawabku.Sky bahkan tak mendengar perkataanku malahan pandangannya beralih ke setiap sudut rumahku.
"Rumahmu kecil ya?" katanya lagi.
"Iya.Sudah minum saja.Lalu setelah ini pulang,ya." pintaku.
"Kok gitu tamunya malah diusir." katanya sambil tangannya mengambil air yang ada di meja lalu meminumnya.Aku sudah tidak sabaran.
"Sudah minumnya kan.Sekarang mau apa lagi? ga kan? pulang ya." kataku lagi.
"Iya tapi dengan 1 syarat."
"Apa?" tanyaku cepat.Pemikiran ku,semakin cepat semakin baik.
"Kamu maafin Aku kan?" tanya nya.Aku mengangguk cepat.
__ADS_1
"Iya sudah Aku maafkan.Sekarang pulang kan?"
"Ngusir nih ceritanya."
"Bukan gitu,cuman....." Aku menggantung perkataanku entah apa yang harus Aku katakan ke Sky.
"Dikit lagi." Eh,kenapa pake nego gini ya.
"Aku mau keluar rumah jadi kamu harus pulang sekarang." Aku mengarang bebas biar Sky bisa pulang.
"Kalau gitu Aku anterin." Eh,malah Dia nawar.
"Gak jadi."
"Apa kamu mau mencari cowok misterius?" tiba-tiba Sky ngomong soal cowok misterius.
"Eh,kok tau? apa jangan-jangan kamu?"
"Hahahahaha....Kalau Aku,gak perlu repot-repot menulis surat.Aku lebih gentle dari Dia."
Aku kembali memutar otak agar Sky segera pulang.Soalnya Aku takut.Apalagi Aku sendirian di rumah.
"Ya sudah,kamu sudah gak ada urusan lagi kan? Aku sudah maafin kamu,kan.Sekarang,pulang ya?" sedikit memohon.
"Kenapa kamu selalu menyuruhku pulang,Ke? apa Aku terlalu menakutkan untukmu?" Sky menanggapi perkataanku dengan muka mengiba.Entahlahnamun Aku merasa mengiba yang dibuat-buat.
"Ya,jujur Aku masih takut padamu,Sky"
Kudengar hembusan napas kuat dari Sky.Lalu,kulihat Sky memasukan tangan ke dalam saku jaketnya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam saku tersebut.
Pisau.sebuah pisau kecil yang dikeluarkannya dari dalam saku jaketnya.
"Untuk apa ini?" tanyaku mulai ketakutan.
----------------------------------------
Untuk apa Sky membawa pisau?
Apa yang akan dilakukan Sky?
ditunggu episode selanjutnya ya gaaaeessss...
pastinya Lebih serruuuu..
Buat momy,,Aku emang suka memberi pertanyaan kepada readerku biar mikir kira-kira apa yang bakal terjadi.
see u next chapt...
__ADS_1
😉😉😉