
Aku bahkan tak menjamah makanan yang ada di depanku. Dan, Sky tetap menghabiskan makanannya. Ia lantas berdiri, mendekat ke arahku, menarik kursi disebelahku dan duduk disitu. Ia mengambil minuman, lantas diberikannya kepadaku.
Aku menoleh, menggeleng. Namun, Sky malah mengangkat gelas itu dan mendekatkannya ke bibirku. Aku menoleh melihatnya, Sky mengangguk.
Aku lantas memegang gelas itu dengan sebelah tanganku, dan mulai meminum airnya sedikit.
Tak sampai disitu. Sky sudah menyentuh piring ku dengan sendok. Aku menoleh cepat ke arahnya, menggeser piring makanan itu mendekat ke arahku.
"Aku bisa sendiri, Sky." Kulihat Ia tersenyum.
"Bagus kalau begitu." Sky memberikan sendok kepadaku. Dan, Aku mulai menyendokkan makanan ke dalam mulut perlahan. Dan, Sky kembali menuju kursi dimana Ia duduk.
Aku memakan makananku tidak sampai habis. Bahkan, hanya beberapa suapan yang Kuakhiri dengan menghabiskan minumanku.
Aku lantas menolak piring ku ke arah tengah, membiarkan meja depanku terlihat kosong. Aku merebahkan kepalaku disitu. Sky yang melihat hal itu sontak berdiri, menuju ke arahku, menggenggam lenganku dan sedikit menarik ku.
Aku mengangkat kepalaku lantas dengan gontai bangkit berdiri mengikutinya. Sky membawaku ke pantai yang ada tempat duduk disana.
Aku duduk bersebelahan dengan Sky. Aku menatap nanar pantai itu. Bayangan kejadian tadi berkelebat kembali di pelupuk mata. Aku menutup mata dan kembali sebutir bening kristal mengalir turun.
Sky lantas sedikit mendekati ku, mengangkat sebelah tanganku, lalu sedikit menarik kepalaku ke bahunya. Dan, Aku menyandarkan kepala diatas bahunya sambil menutup mataku.
Hari sudah beranjak senja, namun Aku sepertinya masih terpaku di bangku itu, bersama Sky. Sky bahkan membiarkan dirinya seperti patung disitu, duduk menahan kepalaku sedari tadi.
"Ke.." Sky mulai mencoba bicara namun Aku tak menanggapinya.
"Sudah sore." kembali Ia berucap namun juga tak Kutanggapi. Ia lantas kembali diam.
Bahkan,matahari sudah di ufuk barat, Aku masih enggan beranjak. Aku hanya mendengar bunyi ponsel Sky berdering. Aku mengangkat kepalaku dan membiarkan Sky menerima panggilan itu.
Aku bahkan tak bergerak sama sekali dari kursi itu, dan menutup rapat-rapat mulutku. Hanya terdengar tarikan napas dalam dan berat.
Setelah Sky menerima panggilan, Ia berjalan menuju ke dalam kafe. Entah apa yang dilakukannya tapi 5 menit kemudian Ia kembali dengan membawa minuman di tangannya.
Sky memberikan minuman itu kepadaku. Aku menerima, mendekatkan bibirku pada sedotan dan mulai menyedot isi didalamnya. Tanpa suara.
"Ke..Pulang yuk.Sudah malam. Kalau Mama kamu mencari bagaimana." kata Sky kepadaku. Aku menarik napas dalam, menghempaskan lalu berdiri dan berjalan menuju mobil Sky.
__ADS_1
Sky yang kaget dengan tindakanku, hanya mengekor dari belakang. Aku lantas masuk dan duduk di dalam mobilnya.
Sky pun masuk, menyalakan mesin mobil itu, lantas mulai melajukan mobilnya menuju ke rumahku. Sampai di depan rumah, Aku melihat Paman dan istrinya sedang berada di Depan rumah. Aku enggan turun.
Sky yang seakan paham dengan keadaanku, Ia yang malah turun, berjalan menuju rumahku. Terlihat, Ia berbincang dengan Paman, lalu kemudian Ia kembali ke mobil.
"Mama Kamu belum pulang,Ke. Kata Paman, Mama kamu mungkin pulang sedikit lebih malam dari biasanya." Kalimat itu membuat Aku berpikir apa yang akan Aku lakukan.
"Sudahlah Sky, biarkan Aku turun. Lagian, ada istrinya. Gak mungkin dia macam-macam sama Aku."
"Hah? siapa yang macam-macam sama kamu?"
"Eh?" Aku tersadar kalau yang sedang berada di depanku adalah Sky yang tidak tahu menahu soal kejadian tadi.
Aku menggeleng tapi Sky sudah penasaran duluan dengan kalimat yang Aku ucapkan.
" Siapa yang macam-macam sama kamu? paman itu? macam-macam seperti apa? jawab Ke!" sudah memberondongku dengan pertanyaan.
"Eh, itu, anu...." Aku menggigit bibir bawahku kuat tak tahu apa yang harus Aku katakan pada Sky.
"Tapi..."
"Sky, pliisss.." Aku menyela pembicaraannya sebelum Sky bertanya lebih lanjut.
Sky memundurkan mobilnya sampai di ujung belokan, dan segera Aku turun. Sebelum Aku melangkah menuruni mobil, Sky sudah memegang tanganku.
"Aku akan menjagamu. Kamu tahu kalau Aku lebih mengetahui keadaan. Jadi, biarkan Aku melakukannya. Anggap saja, menebus kesalahan yang sudah Aku perbuat." Aku lama menatapnya. Apa benar kalimat itu keluar dari bibir Sky? Entahlah, Aku bahkan tak mampu berandai-andai yang berlebihan.
Aku hanya mengangguk pelan dan segera turun. Masih ragu melangkah, namun harus Ku kuat kan hati untuk melangkah pulang. Aku menengok, mobil Sky masih belum beranjak dari sana.
Aku melangkah masuki pekarangan rumah. Paman dan istrinya sedang berada di depan rumahku.
"Aahhh, sudah pulang rupanya. Darimana saja Kamu? Apa Kamu pikir Kami ini pembantu Kamu yang bekerja di rumahmu, seenaknya saja keluar tanpa pamit lalu pulang sore begini?" Istri Paman sudah merecokiku. Aku hanya diam melangkah masuk.
"Anak jaman sekarang susah diatur. Ga ada sopan-sopannya sama orang tua. Mau jadi apa perempuan Seperti ni kelak. Apa Kamu gak kasihan sama Mama kamu yang banting tulang bekerja hanya untuk menyekolahkanmu?" telingaku panas mendengarnya namun Kuacuhkan mereka berdua yang masih sibuk mengomeliku.
Aku masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu. Aku merasa cukup aman karena istri Paman bersama nya sehingga tidak ada ruang untuk Paman macam-macam denganku. Lagian, Aku berencana untuk tidak keluar dari kamar sampai Mama pulang.
__ADS_1
Beruntunglah karena tadi Sky memberiku makan. Eh, Aku tersadar dengan apa yang Kupikir. Sky? kenapa Ia? apakah Ia mau berubah? atau?
Aku hanya menuju tempat tidur dan memejamkan mataku.
Aku terlelap.
**
Tok..tokk..
"Ke...." sayup kudengar ketukan pintu kamarku dan suara Mama memanggilku. Aku secepat kilat turun dari tempat tidurku, dan membuka pintu kamarku.
"Kok dikunci,Ke? lho, kamu belum mandi juga?" tanya Mama.
"Eh, iya Ma. Tadi mungkin kecapean, makanya Keke ketiduran."
" Ya sudah, mandi dulu sana. Setelah itu kita makan." Aku mengangguk.
Syukurlah Mama sudah pulang Aku sedikit lega. Aku melangkah menuju kamar mandi lalu segera mandi.
Setelah mandi, Aku menuju tempat makan yang disana Mama, Paman dan istrinya sudah menunggu. Aku melirik sedikit ke arah mereka. Terlihat, wajah tidak suka yang ditunjukkan istri Paman. Aku tak peduli. Aku pun tak melirik ke arah Paman. Aku hanya segera duduk dan dengan cepat menghabiskan makananku.
Selesai makan, Aku membersihkan meja makan,menyusun piring kotor dan langsung segera menuju kamar.
"Ke..." panggil Mama. Aku menoleh ke arahnya."Iya Ma."
"Lain kali, kalau Kamu punya kesibukan, beritahu Paman dan istrinya,ya. Mereka kan khawatir kalau sampai kamu kenapa-kenapa. Dan, tolong bantuin Mereka dirumah ya sayang?" Aku hanya menelan salivaku, menganggu kan kepala.
"Iya,Ma." dan Aku kembali melangkah.
"Ke..." Panggil Mama lagi. "Iya,Ma." jawabku.
"Bantuin Bibi di belakang. Ayolah."
"Baik,Ma." dan segera menuju ke belakang.
--------------------------------------------
__ADS_1