Skala Perbandingan

Skala Perbandingan
Solusi Terbaik


__ADS_3

Aku kembali ke sekolah.Rasanya seperti berabad abad Aku meninggalkannya.


Tapi,Aku juga harus mewaspadai setiap pergerakan Sky di sekolah.Aku memutuskan memberitahu hal ini kepada Andra.


Entahlah,Aku selalu kalau dengan Andra seperti tak terbeban,tetapi ketika Aku mau berbicara dengan Jody seperti gagu.Tak bisa bicara.Tapi,kalau sampai Jody tahu Aku bercerita pada Andra,bisa bisa Ia kesal.


Tapi,Aku butuh seseorang untuk menjagaku.Ah,Aku bingung.


"Napa,Ke kok melamun?" Andra sudah berada di sampingku.


"Aku pengen cerita ke Kamu,tapi Aku masih bimbang." jawabku.


"Bimbang kenapa,Ke?" tanya Andra lagi.


"Aku takut Jody salah paham.Oh iya Ndra.Aku mau nanya."


"Nanya apa?"


"Aku kalo sama Kamu napa ya Aku cerita apapun seakan tanpa beban.Tapi,kalau sama Jody lidahku kelu.Gak bisa ngomong."


Andra lantas duduk disampingku.


"Apa rasamu ketika berada dekat Jody?" tanyanya tiba tiba membuat Aku sedikit kaget.


"Eh,kenapa?" tanyaku.


"Bentuk perhatiannya ke Kamu.Apa yang Kamu rasa?" tanyanya lagi.Aku terdiam sejenak.


"Aku suka perhatiannya." jawabku.


"Hanya sebatas suka?" tanyanya lagi.


"Maksudnya gimana?"


"Aku juga perhatian lho sama Kamu."


"Eh,kenapa Kamu?"


"Nah,berarti perhatian Aku sama perhatian Jody beda kan menurutmu?" jawaban Andra membuatku berpikir.


Benar juga yaa...


"Jadi,Itu apa Ndra?" pertanyaan ku mengundang sentilan di kepalaku.


"aiihh,,kenapaaa?" sambil sedikit meringis.


"Kamu ini belaga bodoh atau apa ya." Aku mengernyitkan dahi.


"Salah ya?" tanyaku.


"Astaga,ni anak lama lama Aku sentil lagi." Aku melongo mendengar perkataan Andra.


"Ada yang salah?" tanyaku polos.


"Salah lah.Kamu ini polos apa oon ya?" tanyanya lagi.Aku mengangkat kedua bahuku.Entah.


"Itu berarti Kamu suka sama Jody." jawab Andra.

__ADS_1


"Suka?"


"Atau,cinta?" tanya Andra lagi.


"Cinta?" Aku sudah menutup mulut sambil membelalakkan mata.


"Bodoh benar dirimu." sambil menghembuskan napas kasar.


Andra mengamatimu seksama.Lalu menggelengkan kepala.


"Apa sih?" kataku.


"Aku bingung dengan dirimu."


"Kenapa?"


"Entahlah.Aku juga gak tahu.Sudahlah Aku ga mau membahasnya.Sebenarnya Kamu pengen bicara apa ke Aku?" tanya Andra.


"Oh iya,Aku lupa." sambil menggaruk kepalaku.Belum sempat Aku bercerita,bel sekolah sudah berbunyi pertanda jam istirahat sudah selesai.


"Ntar ya,pulang sekolah." yang langsung dibalas ok oleh Andra dengan jarinya.


Sepulang sekolah,Aku dan Andra gak langsung keluar dari kelas.Tapi sekarang masalahnya,Jody juga bersama Andra.Gak mungkin kan,Aku menceritakan sama Andra sementara Jody gak aku ceritain.


"Ke,ayuk cerita." Andra sudah tak sabaran lagi.Aku diam tapi menoleh ke arah Jody.


"Cerita apaan,Ndra?" pertanyaan Jody sontak membuatku menatap Andra dengan tatapan penuh arti.Namun,Andra entah tak menanggapi atau apa Dia malah sibuk melongo.


"Tadi Ke mau cerita soal kejadian tempo hari." kata Andra tanpa dosa.


"Ya sudah,Aku balik duluan." kata Jody sambil berlalu dari hadapanku.


Sekarang,Aku yang bingung bagaimana cara mengatasi hal ini.Sementara Andra hanya mengangkat kedua bahunya tanda tak mengerti.


Aku mendekati Andra,memukul lengannya.


"Apaan sih?" tanyanya.Entah lupa atau pura pura lupa.Aku hanya mengisyaratkan Jody yang sudah berlalu.


"Lha,kok Aku.Kejar sana!" Andra tetap di posisinya.


Mengejar Jody? Tapi......


"awas nyesel,lho." Kalimat Andra membuat Aku tersadar,langsung berlari menuju Jody yang sudah jauh di depan.


Baru saja Aku berlari keluar kelas,samar Aku melihat sosok Sky ditengah tengah keramaian para siswa siswi yang pulang sekolah.


Aku berhenti.Menatap.Melihat punggung Jody yang sudah menjauh tapi juga mengarahkan pandangan ke Sky yang juga sudah melihatku.


Sku berhenti dari jalannya.Ia menatap lama.Aku yang ketakutan,tetap pada posisi berdiri ku saat ini.Sementara Joddy sudah sangat jauh.


Bagaimana ini?


Berujar dalam hati.Sky masih juga berdiri disana menatapku.Aku bingung dengan keadaan ini.


Jo,pliissss....kembali....


Hanya bisa berteriak dalam hati.Aku lantas memutar tubuhku ke belakang,berlari masuk kembali ke dalam kelas,menarik lengan Andra yang masih di dalam dan menarik keluar kelas.

__ADS_1


"Apaannn sih,Ke." Andra protes namun tak Kuhiraukan.


Sampai depan kelas,Sky yang melihat Aku membawa Andra langsung berbalik dan kembali berjalan keluar.Aku mengelus dada.


"Napa,Ke?" Andra yang melihatku langsung bertanya.


"Sky..." sambil menunjuk ke arah kerumunan.


"Apa Dia yang......" tak menyelesaikan kalimatnya dan Aku langsung menanggapinya dengan anggukan.


"Ke,Kamu harus memberitahu Jody tentang hal ini.Ini sudah kriminal." tandas Andra.Aku diam tapi dalam hati mengiyakan pendapat Andra.


Hanya Jody saat ini yang berada paling dekat denganku.Tapi,Aku bingung harus memulai darimana.Aku berpikir sejenak.


Aahhhh,Aku menemukan ide.


Aku kembali menarik Andra masuk ke dalam kelas yang sudah sepi.Menarik kursi.Lantas,meletakkan tasku di atas meja.Membukanya,mengeluarkan sebuah buku tulis,merobek tengahnya dan mulai mengeluarkan penaku


Andra yang melihatku nampak kebingungan dengan apa yang Aku lakukan.Aku tak peduli.


Aku langsung menuliskan surat untuk Jody.Pikirku,daripada Aku tak mampu mengungkapkannya secara langsung,maka Aku akan mengungkapkannya lewat tulisan.


Andra lantas duduk di meja yang sedang Kutulis,melihatnya dan mengangguk anggukan kepalanya.


"Pinter juga kamu." katanya yang Aku balas dengan pukulan di pahanya.Ia tertawa namun tak beranjak dari duduknya.


"Selesai." seperti baru selesai mengerjakan tugas,Aku tersenyum senang.Rasanya,sebagian bebanku hilang.


Aku lantas memberikan surat kepada Andra.


"Ntar kamu beliin amplop,trus kasih ke Jody ya." pintaku.


"Kenapa Aku?" Andra bertanya bukan soal suratnya,tapi lebih ke amplopnya.


Aku tak memperdulikan pertanyaannya.Aku sudah bangkit berdiri,memasukan kembali bukuku ke dalam tas,memakainya dan kembali menarik Andra keluar kelas.


Keadaan di luar sekolah sudah sepi.Aku dan Andra melangkah keluar sekolah.Sampai di depan jalan,Aku sedikit menghentikan langkah.


"Ada apa?" tanya Andra.


Aku menelan Saliva.Bayangan Sky yang tadi tiba tiba berkelebat. Apa Dia masih ada disini?


Aku mendekati Andra,memegang lengannya.Andra menoleh dan sekali lagi Andra bertanya,"Ada apa?"


Aku menatap Andra."Sky." hanya itu yang keluar dari bibirku.


Andra mengedarkan pandangannya ke sekeliling.Ia menggeleng."Tak ada kok." jawabnya.


Aku tak peduli dengan apa yang dikatakan Andra.Karena,Sky bisa berada di mana saja.


"Dra,Antar Aku pulang." bisikku.Andra mengangguk lalu Kita menuju motornya yang terparkir di ujung jalan disana.


Baru saja Aku dan Andra tiba dan Andra baru mengambil motor nya,tiba tiba dari arah belakang terdengar bunyi klakson.


Aku dan Andra menoleh bersamaan.


-------_------------------------------------

__ADS_1


__ADS_2