Skala Perbandingan

Skala Perbandingan
Langkah Pasti


__ADS_3

"Ke..Aku tahu mungkin Aku terlalu egois atau apalah. Tapi, tolong beri Aku kesempatan untuk di sisimu. Maafkan Aku soal kemarin. Maafkan Aku. Hal-hal yang Aku buat selalu membuatmu takut padaku. Aku sudah berjanji untuk merubah semuanya.Please,Ke.." sudah memegang kedua tanganku.


Terdengar sebuah ketulusan. Dan yang Aku tahu, ada cinta disana. Sebuah cinta yang tak bisa kugambarkan. Begitu besar.


Aku menggigit bibirku sambil meremas jariku kuat. Aku tahu perasaan Sky kepadaku sangat kuat.


Tapi Aku juga tak mengingkari kalau Aku mulai menyukainya. Cara Ia melindungiku, cara Ia menjagaku sungguh diluar dugaanku dan begitu terasa istimewa.


Namun, Aku sudah menetapkan hatiku pada Jody. Aku tak bisa melepasnya begitu saja.


Masih dengan pemikiranku, tak sadar kalau seseorang sudah berdiri di depan pintu dan menyaksikan semuanya. Ya. Jody sudah disitu.


"Ke..." panggilnya perlahan.


Aku mengangkat wajahku ke atas dan melihatnya. Aku beranjak berdiri menuju kepadanya, memegang tangannya dan menariknya masuk ke dalam rumah.


"Sky..Maaf. Aku memilih Jody. Bukan karena Aku membencimu sungguh Aku sudah berusaha melupakan semua kejadian itu. Dan, beberapa kali Kamu menyelamatkan Aku itu sudah lebih dari cukup untukku. Tapi, Aku...." menggantung kalimat terakhirku ketika kulihat Sky berdiri, mendekatiku.


"Hmmmmm...." membuang napasnya kasar.


"Aku tahu itu Ke..Tapi, Aku tak akan menyerah untuk cinta ini. Walaupun Aku dan Jody..yahh..seperti yang Kau tahu, tapi Aku sungguh tak perduli dengan semua itu. Perasaan ini tak bisa kuubah. Dan, akan terus kubuktikan." ada ketegasan disana.


"Aku pamit. Jo, kutunggu Kau di mobil. Jangan lama-lama karena Kita akan segera pergi,okey?" seperti memerintah.


Jody hanya mendengus kesal mendengarnya. Tapi memang Ia dan Sky harus segera berangkat.


Jody melihat ke arahku dengan tatapan yang sangat luar biasa. Hatinya saat ini terasa sangat tenang seperti air yang mengalir. Tak menyangka Ia dengan semua perkataan yang Aku katakan kepada Sky.


Ia tersenyum, mendekatiku, dan....


Cuuupp....


Sebuah kecupan mendarat di keningku. Aku menutup mataku seakan menikmati hal itu. Lalu, Jody memegang kedua tanganku, menggenggam erat.


"Aku pergi,ya. Jaga dirimu baik-baik selama Aku tak ada. Aku tak akan lama kok."


Aku mengangguk menanggapinya. Jody mengelus puncak kepalaku perlahan.

__ADS_1


"Aku sangat senang dengan ucapanmu tadi." katanya lagi sambil tersenyum. Akupun tersenyum membalasnya.


"Udah, pergi sana. Kasihan Sky sudah menunggu." Kataku mengalihkan.


"Hmmm...apa sekarang perasaanmu berbalik pada Sky dan mengkhawatirkannya?"


"Hiss Jo..Aku sudah berjanji pada Sky jadi Aku akan baik padanya."


"Janji?" sedikit mengernyitkan dahinya tanda kalau Ia tak paham dengan perkataanku.


Aahh, Aku melupakan kalau Aku belum menceritakan apapun tentang Aku dan Sky. Tapi, biarlah semua berjalan seperti apa adanya.


Aku hanya tersenyum menanggapi. " Aku menunggumu pulang dan akan kuceritakan apapun yang Kamu mau."


"Benarkah?" dan Aku mengangguk.


Teeeetttttttttt..........


Terdengar bunyi klakson dari mobil Sky. Aku tersenyum lalu sedikit mendorong Jody keluar dari rumah.


"Ahhh..Aku serasa diusir dari sini." merajuk.


"Okeylah." dan segera pamit menuju mobil lalu mereka berdua pergi.


***


Semenjak saat itu,hubungan Aku, Jody dan Sky semakin membaik. Walaupun Sky lebih banyak tidak menampakkan wajahnya atau berinteraksi denganku, namun Aku tahu Ia masih terus mengawasi setiap hariku.


Dan, Aku bahkan tidak lagi mendapat kejadian buruk apapun. Apakah Sky seperti seorang penjagaku? entahlah.


Tapi yang Aku tahu, Ia menunjukkan cintanya padaku dengan cara yang berbeda. Melihatku dari kejauhan namun selalu mengikutiku jika Aku sendiri.


Dan, Jodypun menunjukkan cintanya dengan caranya.


Aku terkadang merasa seperti Aku memiliki keduanya dan seperti Aku tak pernah bisa tanpa mereka berdua.


Egoiskah? Entahlah. Namun, itu caraku untuk membalas setiap kebaikan Sky. Dan, Jodypun mengetahui hal itu.

__ADS_1


***


Akhirnya, sampai pada akhir dari sekolah. Pengumuman kelulusan.


Setelah lulus, masing-masing mulai dengan keinginannya dan saat itulah ada perpisahan.


Aku diminta Mamaku untuk melanjutkan ke jenjang kuliah walau agak sedikit perdebatan hebat karena Aku lebih memilih untuk mencari pekerjaan sementara Mama keukeuh dengan pendidikanku.


Dan, Mamaku pemenangnya walau dengan berat hati Aku melanjutkan studi tapi dengan 1 syarat yakni jika Aku mendapat pekerjaan maka Aku akan membagi waktuku antara pekerjaan dan kuliah.


Dan, Mama menyetujuinya.


Sementara Jody. Ia harus pergi ke luar negeri, melanjutkan pendidikan sekaligus meneruskan usaha dari orang tuanya.


Sky? Aku bahkan tak tahu tentangnya. Ia seolah menghilang disaat akhir dari sekolah. Aku hanya mendengar sedikit penjelasan Jody kalau Ia lebih memilih jalan hidupnya yang hanya Ia sendiri yang tahu.


Sampai waktu perpisahan itu tiba. Aku mengantar Jody ke bandar udara.


Dan, disinilah tempat Aku akan mengingat semua kesedihan. Selama 3 tahun Aku selalu berada dengannya, berbagi suka duka bersama, dan disinilah tempat Kita berpisah walau bukan untuk selamanya.


Namun, ada terselip rasa sakit itu. Aku akan menjalani hidup sendiri begitupun Jody. Disini, kesetiaan Kita diuji. Disini, ketangguhan akan cinta akan ditempa. Mampukah Kita menjalaninya.


Aku berusaha untuk menahan tangisku di depan Jody. Aku tak mau terlihat memalukan.


Aku menatap punggungnya sampai hilang. Kututup sebentar mataku dan sebutir air mata jatuh tanpa kusadar.


Aku tetap berdiri disitu, sampai Aku tahu pesawat yang membawanya sudah beranjak dari sini.


Lantas, Aku kembali ke rumah dan inilah perjalanan hidupku yang baru dimulai.


Sanggupkah? Harus!!


***


Aku mendaftar kuliah di tempat yang lokasinya cukup dekat rumahku agar lebih memudahkan Aku.


Aku sudah menyibukkan diriku dengan segala urusan perkuliahanku dan ternyata Aku masih bersama dengan Andra.

__ADS_1


Ya..Ia mengambil kuliah yang sama denganku dan jurusan juga yang sama denganku. Aahh, Aku merasa sedikit terhibur.


***


__ADS_2