Skala Perbandingan

Skala Perbandingan
Ancaman Lagi


__ADS_3

Setelah menenangkan perasaannya,Jody kembali ke tempat duduknya semula.


Sementara Aku seolah menyibukkan diri dengan makananku yang sudah kuacak acak.


Hatiku dilema tak menentu.Aku berdiri,melangkah keluar dari rumah.


"Ke,mau kemana?" tanya Jody yang sudah beranjak berdiri.


"Bentar,Aku mau buang sampah di depan.Kamu tunggu saja disitu." sahutku.


Aku berjalan sedikit menjauh dari rumah.Menenangkan juga hatiku yang sudah tak karuan bila berada dekat Jody.


Aku berdiri di samping mobilnya.Menatap lurus ke depan.


Tanpa Kusadari,ada sepasang mata yang memperhatikanku saat Aku mulai melangkah keluar dari rumah.


Orang itu mendekat.Aku bahkan tak menyadarinya.


"Meiske." panggilnya pelan namun ketika Aku mendengar suaranya,Aku tersadar kaget dan dengan cepat memalingkan wajah ke arah suara tersebut.


"Sky..." aku tau itu suara Sky.Ia berada di Depan mobil,jadi kalaupun Jody melihat dari rumah,Ia takkan bisa melihat Sky.


"Meiske,Aku mau...." belum sempat Sky berkata lagi,Aku sudah berlari masuk ke dalam rumah.


Sampai depan pintu,Aku berdiri dengan bahu turun naik seperti baru melihat setan.


Jody yang melihat itu langsung bangun berdiri.


"Ada apa,Ke?" tanya Jody sambil matanya sibuk mengawasi keadaan sekitar.


Terlihat sepi bahkan sunyi senyap.


Apa yang dilihat Meiske.. Jo bergumam dalam hatinya.


Jody yang melihat Aku gemetaran,segera membawaku masuk ke dalam rumah.Mendudukanku di kursi.


Saat Ia hendak melangkah,Aku menggenggam tangannya.

__ADS_1


"Jangan pergi,Jo." pintaku.


"Aku gak kemana mana,Ke.Aku hanya mau mengambilkanmu minuman." jawab Jody.


"Tutup pintunya,Jo.Kunci!" pintaku lagi.


Jody bangun,menutup pintu depan dan menguncinya.


"Sudah.Sekarang,biarkan Aku mengambil air." katanya lagi.


Aku mengangguk tapi mataku tak lepas dari pintu itu.


Ada apa Sky kesini.Apakah Dia sedari tadi mengamati Aku? Atau jangan jangan Ia memantau setiap hari...


Aku semakin ketakutan jika sampai seperti itu.Aku menggeleng kuat.Sampai Jody datang dan melihatnya.


Ia menarik kursi lalu duduk disampingku.Aku memegang kuat tangannya.


"Ke,apa Kamu tak mau cerita padaku apa yang terjadi?" Jody kali ini baru Aku melihat wajahnya yang sungguh serius.


Aku ragu.Apakah Aku harus menceritakan pada Jody.Tapi.....Aku juga tak mau Ia semakin membuatku merasa membutuhkannya.


"Apa Aku bukan orang yang Kamu percayai,Ke? apa Aku tak berarti bagimu?" pertanyaan Jody membuatku tercengang.


"Aku.....Aku...."jawabanku yang menggantung membuatnya berdiri melangkah membelakangiku.


Aku bingung dengan keadaan ini.


"Jo...." pelan Kupanggil Dia,tapi Jody tak merespon.


"Jo....pliisss...." Air mataku sudah tumpah.Ketakutan ku apabila Jody pergi meninggalkanku disaat ini membuatku mau tak mau menangis.


Jo berbalik dan ketika melihatku menangis,Ia menghembuskan napasnya kuat dan segera menghampiriku.


"Kalau kamu gak cerita,bagaimana Aku membantumu?" Jody sudah kembali duduk di sebelah ku.


"Aku...."lidahku kelu untuk bicara.Entah mengapa.Jika dengan Andra Aku bisa leluasa menceritakan segalanya tanpa rasa canggung.

__ADS_1


Tapi,dengan Jody segalanya berbeda.Aku bahkan tak sanggup membuka mulutku.


Kulihat,Jody menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi,wajahnya sedikit ditengadahkan keatas lantas menutup mata dan menarik napas dan membuangnya seolah merasa sia sia.


Aku harus bagaimana.....


Aku masih terdiam,dan Jodypun masih menutup matanya.


Lama Kita dengan keadaan seperti ini.


Hingga.....


Kulihat Jody bangkit dari tempat duduknya,menuju ke pintu,membuka kunci dan membukanya.


"Jo,mau kemana?" tanyaku.


"Pulang." jawabnya dan Ia sudah melangkah keluar.


Gawat,,kalau Jody pulang,bagaimana dengan Sky..


Jody sudah melangkah semakin jauh dari rumah.


Aku segera bangkit berdiri,berlari menuju Jody dan memeluknya dari belakang.


"Jangan pergi,Jo...Pliiissss...." rengekku dan tak kulepaskan pelukanku.


Jody hanya mematung ditempatnya berdiri.


"Jangan pergi...Aku mohon.." Aku lantas melepaskan perlahan pelukanku.


Jody berbalik,menatapku,memegang kedua bahuku.


"Aku gak akan pergi kalau Kamu berjanji untuk menceritakan semuanya.." katanya dengan penuh tekanan.


Jody berbalik kembali ke rumah dan Ia memegang erat tanganku.


Dari jauh,Sky melihat semua itu dengan kedua tangannya yang sudah terkepal.

__ADS_1


--------------------------------------------


__ADS_2