Skala Perbandingan

Skala Perbandingan
Merasa Bersalah


__ADS_3

*Apa yang Aku lakukan kalo Jo balikk...


Aku harus bagaimana....


Aku gimanaaa*......


Pertanyaan pertanyaan beruntun seketika terjadi di otakku.Jody sudah tak kelihatan batang hidungnya namun Aku disini yang seperti kalang kabut.


Dan akhirnya,Aku memilih duduk diam tenang.


15 menit berlalu,belum ada tanda tanda kemunculan Jody. Ni anak beli apa bikin yaa...Lamaaaa amaattttt...


20 menit.


Kudengar langkah kaki.Aku mencoba tenang.Kutarik napas perlahan untuk menenangkan diriku.


Jody datang dengan 2 buah bungkusan di tangannya.Menatanya di piring lalu membawakannya padaku.


Padahal,Aku bisa saja melakukan itu.Tapi,Aku takut tak bisa mengendalikan perasaanku maka Aku memilih untuk tetap duduk di tempatku semula.


Jody duduk di sebelahku,lalu memberikan makanan itu kepadaku.Aku diam menerima makanan itu dan tanpa bicara Aku memakannya.


Ia pun tak bicara.Jody lantas bangkit berdiri,berjalan kembali lalu kembali dengan membawa segelas air ditangan kanannya sedangkan di tangan kirinya ada yang Ia pegang.


Setelah selesai makan,Jody memberikan air itu kepadaku.Sebelum meminumnya,Ia mengambil sesuatu dari tangan kirinya.Aahhh,itu obat. Memberikan kepadaku untuk diminum dengan air.Dan,setelah selesai meminumnya Jody juga tanpa bicara mengambil gelas itu dan kembali berjalan menjauh.


Kami berdua layaknya orang asing yang baru saja bertemu.Diam,tanpa bicara. Apa Jody juga merasakan hal yang sama seperti Aku yaaa...


Aku ingin mengiyakan perasaan itu,namun terlalu kegeeran menurutku.


Tapi,,mengapa sikapnya seperti ituu...


Dilema melanda hatiku.Dengan keadaan canggung seperti ini,dipastikan akan berlangsung lama.


Setelah Ku kuat kan hatiku,Aku berdiri,berjalan mencari Jody dan menemukannya sedang melamun di belakang rumah.


"Jo." panggilku membuat Ia sedikit terkejut. Jody berpaling ke arahku.

__ADS_1


"Ada apa,Ke?" tanyanya dengan suara datar.


"Aku sudah gapapa kok.Kita pulang saja,yuk." Kalimat itu yang keluar dari bibirku.Yah,daripada Kita semalam malaman tanpa bicara lebih baik pulang ke rumah dan Jodypun bisa pulang ke rumahnya.


Tapii,,,Aku sendiri........Aaahhhhh,,,sudahlah daripada disini juga lebih rumit. Itu sekilas pemikiran ku.


"Oh,iya.Kita pulang sekarang." seperti tersadar dari lamunan,tanpa mencegah dan tanpa banyak bicara Jody segera mengambil kunci mobilnya dan langsung berjalan keluar dan Aku mengikutinya dari belakang.


Kenapaaaa sih,kok jadi kayak gini....Apa Jo hanya becanda tadi yaaa...Aku mungkin terlalu memikirkan yang ngga ngga... Ada semacam penyesalan dalam hatiku dengan perubahan Jody.


Di dalam mobil pun,Kita tak banyak bicara.Jody sangat berbeda.Lebih banyak diam dan lebih fokus pada menyetir saja.


Aahhhh,,,kenapa Aku mikir aneh aneh.Jo ga mungkin suka sama Aku...


Aku menghembuskan napas kasar.Rupanya,hembusan itu membuat Jody sedikit berpaling ke arahku.


"Masih sakit,Ke?" tanyanya cemas.


"Eh,Ga kok,Jo.Hanya sedikit kecapean saja." jawabku asal.


"Oo..." singkat jawaban Jody.Aku memiringkan wajahku sedikit keluar jendela dengan kedua tangan mencengkeram kuat di pahaku.


Akhirnya,sampai dirumah.Tanpa menunggu Jody mematikan mesin mobil,Aku sudah beranjak keluar.Berlari kecil menuju pintu rumahku.


Sadar,kalau Aku melupakan tasku.Ketika hendak berbalik untuk kembali ke mobil,ternyata Jody sudah membawa tas itu di tangannya.


"Maaf." kataku sambil mengambil tas itu dari genggaman Jody.


"Maaf?" tanyanya. Aku tak mempedulikan pertanyaannya,Aku sibuk membuka tasku,mencari kunci rumahku.Tak ketemu.


Kembali kubongkar tasku.Tak jua kudapat.Sampai....


"Sudah,Kamu duduk saja disitu,Ke.Biar Aku mencarinya." Jody sudah mengambil tas itu lalu memeriksa dengan lebih teliti.


"Tapi...." kalimat yang tak kuselesaikan kala Aku melihat Ia sudah menemukan kunci itu dengan cara memegang kunci itu ditangannya mengangkatnya ke Depan dadanya.


Jody lantas membuka pintu rumahku.Aku segera masuk ke dalam namun,Jody duluan memegang lenganku.

__ADS_1


"Ada apa,Jo?" tanyaku.


"Kamu ga papa sendirian dirumah?" tanya Jo.


"Tunggu.Aku mau tanya sesuatu dulu." sambungnya lagi.


"Apa ,Jo?" tanyaku lagi.


"Apa maksud kata maaf mu tadi?kenapa harus minta maaf?" pertanyaan yang paling Aku benci karena pertanyaan itu membuatku harus memutar otakku untuk mencari alibi terbaik menutupi perasaanku ini.


"Maaf kalau Aku selalu merepotkanmu,Jo." mungkin jawaban ini yang kuanggap netral.


"Aku ga merasa direpotkan,Ke." jawabnya singkat.


"Oh,kalau gitu maaf." jawabku lagi.


Kulihat Ia sedikit menggelengkan kepalanya dan mengernyitkan dahinya.


"Lalu,maaf apa lagi?" tanyanya kemudian.


Demi apapun,Pertanyaan demi pertanyaan ini lama lama menjebakku.


"Yaa,,maaf kalau berpikir yang salah." itu jawabanku.


"Ya memang salah!" jawabnya dengan sedikit penegasan.


"Oow,kalau begitu maaf lagi untuk kesalahan berpikir aku." kalimat yang Kukeluarkan dari bibirku membuat Jody sedikit memundurkan dirinya.Ia menunduk.


"Baiklah,Aku pamit." katanya singkat segera membalikkan badannya lalu berjalan menuju mobilnya.


Eehh,,kenapa ini...Kenapa seperti ini....Apa yang harus Aku lakukan...Jo,,,


Aku masih diam di tempatku.


 


Up lage yaa gaaeeesssss..

__ADS_1


😉😉😉


__ADS_2