Skala Perbandingan

Skala Perbandingan
Dilema lagi dan lagi


__ADS_3

Mama menyuruh Sky untuk masuk ke dalam rumah sementara Ia juga sedang memapah Bibi yang cukup syok dengan kejadian yang dilihatnya secara langsung.


Aku ditemani Sky masuk ke dalam rumah. Lalu Sky juga dengan tanpa segan pergi ke dapur, mengambilkan air dan membawa kepadaku untuk kuminum.


Sementara Mama masih memapah Bibi ke kamar lalu menenangkannya sampai Bibi sudah tidak menangis lagi. Dan setelah itu, Mama keluar dan menuju ke ruang tamu, duduk bersamaku dan Sky.


"Terimakasih,Nak. Untung ada Kamu. Kalau gak, Tante gak tahu lagi bagaimana dengan Keke." sambil mengusap bulir airmata yang jatuh.


Sky bangun, menuju ke tempat Mama lalu memegang tangan Mamaku.


"Tidak usah berterimakasih padaku Tante. Aku melakukan ini karena Aku ingin menjaga Keke. Sama seperti Tante, Aku gak mau Keke terluka atau sakit atau apapun itu. Aku akan dengan senang hati melakukan semua hal asalkan Ia bahagia."


Mama menatap Sky yang sedang menggenggam tangannya dan lantas tangan Mama terangkat, lqlu memegang pipi Sky dan mengusapnya perlahan.


"Terimakasih,Nak. Tante bersyukur ada yang bisa menjaga Keke disaat Tante gak ada. Kamu menyukai Keke?" pertanyaan yang membuat Aku tersedak.


"Aku bukan saja menyukainya Tante. Lebih dari itu. Aku sangat mencintai anak Tante." jawaban yang sungguh-sungguh dan bernada ketegasan disana.


"Ah, Tante gak khawatir lagi. Tolong jaga Keke baik-baik ya. Tapi, Tante sangat berterimakasih untuk kejadian tadi. Tante gak tahu lagi kalau Kamu gak ada." lagi bulir airmata mengalir dari sudut matanya.


Dan, Aku melihat Sky dengan sisi kelembutan yang belum pernah Aku lihat, menyeka airmata yang jatuh dan kembali menggenggam erat tangan Mama seolah mengatakan kalau Mama tak perlu khawatir akan segalanya.


Aku melihat Mama tersenyum menatapnya, lantas berdiri sambil mengusap lembut rambut Sky.


"Terimakasih,Nak. Duduklah sebentar temani Keke. Mama mau melihat keadaan Bibi dulu." kata Mama lalu melangkah masuk ke dalam.


"Ke..." panggil Sky perlahan. Aku mengangkat wajah lalu menatapnya.


"Jangan takut!" seakan dari matanya memberi kekuatan kepadaku. Aku hanya membalas dengan sebuah anggukan.


"Istirahatlah." Sky sudah berdiri mengulurkan tangannya ke arahku.


Lama Aku menatapnya tanpa suara.


"Ada apa? masih mau Aku temani? atau....." Sky bertanya. Namun, Aku kembali menunduk lalu menggeleng.


Sepertinya Sky memahami keadaanku. Ia segera duduk kembali dan membiarkan keadaan menjadi sunyi.


Lama terdiam, akhirnya Sky membuka percakapan.

__ADS_1


"Pergilah tidur.Lagian,ini sudah malam. Besok batu Kita bicarakan segalanya." Sky sudah berdiri hendak keluar dari pintu rumahku ketika sebuah suara mengagetkan Aku.


"Ke!" Jody sudah di depan pintu rumahku.


Aku mengangkat wajahku, melihat ke arah Jody lalu pandanganku beralih ke arah Sky. Aku bahkan tak bergeming dari kursiku.


"Ini sudah larut. Biarkan Keke istirahat dulu!" setengah memerintah Sky memaksa Jody keluar dari rumah.


"Tapi......Ke....." Jody masih ingin berbicara namun Sky seakan lebih kuat tenaganya dari Jody. Ia sudah seperti menyeret Jody keluar.


"Aku mau tidur. Aku cape." jawabku lantas bangkit tanpa menoleh ke arah mereka berdua lalu melangkah masuk ke dalam kamarku.


Mama yang pada saat itu ingin berjalan ke depan, saat melihatku berjalan ke kamar Ia mengikutiku masuk kedalam, lalu menyelimutiku dan mengecup keningku.


Lantas, Mama menuju ke ruang tamu dan ketika melihat Jody Ia sedikit kebingungan.


"Nak Jody ya. Darimana? kok tiba-tiba disini?" tanya Mama.


"Mmm...maaf Tante mengganggu malam-malam begini. Mmmm.." sambil menggaruk kepalanya tak tahu lagi apa yang hendak dikatakan.


"Ya sudah gak papa. Keke sudah tidur. Kalian berdua juga pulanglah. Istirahatlah." kata Mama yang diangguki oleh Sky dan Jody.


"Sky pamit Tante. Besok Sky kesini lagi melihat keadaan Keke. Selamat malam,Tan." kata Sky.


"Sky, terimakasih banyak ya. Tante sungguh mengucapkan terimakasih Nak." sudah memegang bahu Sky dan mengelus perlahan.


"Tidak masalah Tan." jawab Sky lalu berjalan menuju mobil.


Jody yang cukup keheranan dengan kejadian itu namun tak ingin bertanya hanya saja banyak yang ada di otaknya yang ingin Ia tanyakan kepada Sky.


Namun, Sky yang langsung menuju mobilnya seakan tak perduli dengan Jody langsung melesat meninggalkan Jody.


Jody hanya mampu menghela napas panjang lalu segera masuk ke dalam mobil dan segera pergi.


***


Keesokan hari adalah hari minggu. Baguslah, karena tak ada sekolah dan Aku bisa beristirahat lebih lama dari biasanya dan Aku juga tak mungkin tak sekolah lagi.


Aku tersadar sekitar jam 09.00 lalu segera keluar kamar.

__ADS_1


Kulihat, Mama sudah duduk di meja makan dan Bibi juga sudah disana. Dan, paman.Eh, paman?


Aku yang hendak duduk di meja makan ketika melihat Paman disana segera membalikkan tubuh dan kembali masuk ke kamar.


Entah apa yang mereka bertiga bicarakan diluar Aku seakan tak mau mendengarnya. Aku kembali menjatuhkan tubuhku di atas tempat tidur.


Berselang setengah jam, Aku mendengar pintu kamar terbuka perlahan. Mama sudah berdiri di depan kamar.


Ia lalu masuk ke dalam, menutup kembali pintu kamarku, lalu duduk di tepi tempat tidurku.


"Ke..."


"Iya Ma.."


" Mama sudah mengusir Paman dari rumah. Dan, Bibi juga ikut dengan Pamanmu."


"Bibi? kenapa?" tanyaku.


"Yah, mau bagaimana lagi. Bibi sangat mencintai Pamanmu dan Ia sudah memaafkan Pamanmu. Hanya saja, Ia tak mau berada disini karena sungkan denganmu,Ke. Jadi, Mama membiarkan Mereka pergi. Biar Mereka hidup sendiri."


Aku hanya mengangguk menanggapi ucapan Mama dan Mama sudah mengelus kepalaku lembut.


"Maafkan Mama ya Ke. Apa Mama terlalu meninggalkanmu sendirian kah?" tanya Mama.


"Gak kok Ma. Keke gak papa kok. Keke bisa menjaga diri Keke baik-baik Ma. Jangan khawatirkan soal Keke." kataku lantas Mama sudah memelukku erat.


"Maafkan Mama." hanya itu yang keluar dari bibirnya dan Aku membiarkan Ia memelukku.


Tiba-tiba terdengar ketukan dari arah pintu depan. Mama segera bangkit lalu melangkah keluar.


Tak lama kemudian, Mama kembali masuk ke kamarku.


"Sky diluar Ke." kata Mama. Aku sedikit kaget kalau Sky yang sampai duluan ke rumah. Harapanku padahal Jodylah yang seharusnya datang.


Aku mengangguk menanggapi Mama lalu keluar kamar, menuju kamar mandi sementara Mama keluar lagi ke ruang tamu, mempersilahkan Sky masuk dan mengatakan kalau Aku masih mandi.


Dan, sekarang Aku sudah duduk dengan Sky di ruang tamu dengan 2 gelas minuman yang dibuat Mama dan sepiring cemilan.


Dan, saat Aku hendak berbicara kepada Sky, Ia malah sudah berdiri lalu berjalan ke arahku dan lalu berjongkok di depanku.

__ADS_1


***


__ADS_2