Skala Perbandingan

Skala Perbandingan
Terpaku


__ADS_3

Dan......


Aku menghempaskan napas kasar.Kulihat,Jody membelakangiku dan memegang pundak ku.


Jody melihatku sedikit keheranan karena caraku memandang yang seperti menakutkan.


"Kenapa,Ke?" tanyanya.


"Ga kok,Jo.Aku pikir orang lain." jawabku.


"Orang lain? Mengapa bisa begitu?" tanya Jody lagi.


"Gapapa kok.Aku cuma kepikiran saja.Eh,kenapa Kita disini?Ini dimana?" tanyaku lagi menghindari pertanyaan panjang yang bakal ditanyakan Jody nanti.


"Ow..Aku lihat Kamu tidurnya nyenyak seperti orang pingsan,Aku takut kirain Kamu kenapa kenapa makanya Aku bawa ke rumahku." jawabnya sambil memegang tanganku melangkah masuk ke dalam rumah.


Aku menarik tanganku.Jody menoleh,seperti hendak bertanya,Mengapa?


"Jo,ini bukan rumahmu." kataku sambil mataku menatap lekat dirinya.


Jody tersenyum.Lalu,kembali menggapai tanganku dan membawaku kedalam.Dan,Aku kembali melepaskan.


"Jawab dulu!" kataku dengan nada sedikit naik.Jody sedikit kaget dengan sikapku.Namun,Ia berusaha tenang dan dengan tetap tersenyum.


"Ku jelas kan didalam saja yaa." katanya dengan sikap yang masih tenang.


"Gak." Aku tetap bersikukuh.


Kuliah Jody menarik napas dan menghembuskan cepat.Ia berjalan mendekati ku.Memegang kedua pundak ku.

__ADS_1


"Ini memang bukan rumahku.Ini rumah saudaraku.Dia kebetulan keluar kota,jadi memang tak ada orang.Aku melihatmu seperti itu,Aku gak mau badanmu sakit gara gara harus duduk sambil tidur seperti itu.Makanya Aku putuskan membawamu kesini.Kalau Kamu sudah merasa baikan,Aku akan mengantarmu pulang." jelas Jody panjang lebar.


"Kenapa,Ke? Aku sebenarnya ingin tau,kejadian apa yang menimpamu sehingga Kamu jadi seperti ini? Apa Kamu tidak mempercayai ku?" Seperti nada menyesal.


Aku terdiam.Apa yang dikatakan Jody benar.Aku terlampau takut kejadian itu terulang kembali,sehingga Aku menjadi seperti ini.Tapi,Aku harus menjaga diriku sendiri dan tidak bergantung pada orang lain,karena kejadian itu mungkin bisa terulang kembali.


"Maaf." jawabku singkat dan lirih.Aku menundukkan kepala saat Jody dengan ujung jarinya memegang daguku dan menaikan wajahku kearahnya sambil menatap lekat diriku.


Aku menggigit bibirku dan menelan salivaku. Aku tak berani menatapnya.Keadaan seperti ini membuat pikiran menjadi kurang waras.Mataku sudah berputar sama dengan otakku yang mulai berpikir bagaimana mengatasi ini.


"Aku lapar." kataku cepat sambil tak juga menatap wajahnya.Tapi,Jody sama sekali tak bereaksi.


kugigit kuat bibirku,mataku menutup dengan kerutan di dahiku.Aku sedikit menahan napasku sehingga tubuhku tetap diam.


"Kenapa,Ke?" tanya Jody.Aku segera membuka mata,melihat Ia yang sudah sedikit menunduk melihat diriku.Mukaku merah padam dan dengan sedikit menghentakkan tubuh Aku sudah berpaling dari Jody lalu segera berjalan memasuki rumah.


Aku masuk ke dalam kamar,menutup pintu dan menguncinya dari dalam.Aku tak mau terlihat bodoh di depan Jody.Bisa bisa Aku diledeknya.


Kudengar bunyi gagang pintu.Aku sedikit berputar mencoba menenangkan diri dengan mengitari ruangan kecil ini.


"Ke,kenapa dikunci?"tanya Jody dari luar.Aku tak menjawab namun sibuk dengan diriku sendiri.


Setelah Kurasa Aku sudah cukup tenang,kutarik napas dalam dan kuhembuskan kuat keluar melalui mulutku.


Ku langkah kan kakiku menuju pintu kamar,membuka kunci dan membuka pintu perlahan.


Kulihat,Jody masih berdiri di depan pintu.Oh Tuhan,,sungguh mahakarya yang sempurna yang Engkau buat... gumanku.


Aku hendak melangkahkan kaki melewatinya,namun Jody sudah lebih dahulu berdiri di depanku.Aku menelan salivaku.

__ADS_1


"Ke,ada apa?" Ia sudah memegang pundak ku lagi.Aku menguatkan hatiku mengangkat kepalaku menatapnya.


"Aku lapaarr,Joo..." dengan suara dibuat seolah memelas.


Jody tersenyum.Mengangkat tangannya berpindah ke kepalaku.Mengusap Kepalaku.Dan,sebelah tangannya yang tadinya Ia letakkan dipundak sudah diangkatnya dan sudah melingkar di pinggangku dan sedikit menarik ku ke depan.


Jody memelukku dengan sebelah tangannya.Tubuhku bak dialiri aliran listrik yang begitu besar.Aku menutup kuat mataku,menelan salivaku mencoba untuk tidak menunjukkan betapa saat ini tubuhku bergetar hebat dengan perbuatan Jody itu.


Setelah mendapat sedikit kekuatan,Aku menolaknya kebelakang dengan 2 tanganku halus,mengangkat wajahku keatas menatapnya dan sedikit mengerucutkan bibirku.


"Jo,,Aku lapaaarrrr.." rengekku.


Kulihat senyum Jody semakin lebar.Dengan cepat,Ia mengangkat tangan ke kepalaku,mengecup keningku lantas berbalik.


"Aku carikan Kamu makanan dulu,ya." jawabnya sambil sudah melangkah meninggalkanku.


Mataku mebelalak.Napasku naik turun seperti baru selesai berlari.Apa yang Jody lakukaann...Ia mencium keningkuu...


Aku masih berdiri terpaku disana sampai bayangan Jody menghilang.


--------------------------------------------


Hola gaeesssss,aku udah up lagi yaaa..


So,jangan lupa like,komen n vote yaakk..


See u next chapt.


😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2