Skala Perbandingan

Skala Perbandingan
Teror


__ADS_3

Aku mengikuti Jody masuk ke dalam rumah dengan tangan yang digenggamnya.


Sampai di dalam,Ia kemudian duduk disampingku.Aku menatapnya,ragu..


"Hooaammmzzz...."Sambil mengucek mataku yang sudah mulai memerah.


Jody menghembuskan napasnya.


"Istirahat saja dulu.Ini juga sudah Tengah malam.Besok baru dilanjutkan saja ceritanya." Jody sudah berdiri dan beranjak keluar.


"Eh..." tersadar bahaya yang masih mengintai,Aku langsung berdiri di depan pintu.


"Kenapa?" tanya Jody yang menatap aneh kepadaku.


Aku menyadari,Aku sendirian dirumah dan Aku membawa seorang Laki laki ke dalam rumah itu bakal menjadi buah bibir.Namun,Aku lebih takut jika Jody pulang dan membiarkan Aku melewati malam dengan mengetahui Sky ada di luar sana.Lebih gila dari apapun.


"Jo,....mmmm......" Aku tak tahu harus bicara apa untuk menahannya agar tidak pulang.


"Ada apa,Ke? Kenapa Kamu aneh begini?" tanyanya lagi.


"Apa boleh Aku memintamu untuk...mmnmmmm....menemani Aku malam ini?" Aku menunduk dengan jari kaki yang sudah kugerak gerakan.


"Kenapa?Mengapa?" tanyanya lagi.


"Mmmmm....Aku......mmmmmm. ....takuutt.."jawabku lagi.


"Takut akan apa?" lebih ngotot Ia bertanya.


"Mmmmm....Atau Kita berdua duduk di sini saja.Jadi,orang gak bakalan mengira yang ga ga tentang Kita." Aku sudah menunjuk ke arah luar rumah di bangku samping.


Jody menarik napas.


"Bukan masalah itu yang Aku pikirkan.Tapi,kenapa Kamu ketakutan ketika sendiri? apa pernah terjadi sesuatu?"


"Ke,Aku bisa menjaga Kamu malam ini.Tapi,bagaimana dengan hari hari lain?"


"Ke,Tolonglah.ceritakanlah semua sama Aku.Biar Aku ga salah menilai Kamu." Jody mulai mengeluarkan yang ada dalam hatinya.


"Salah menilai Aku?Memangnya Kamu menilai Aku apa?" tanyaku kemudian mendengar kalimat akhir dari Jody.


"Bukan apa apa." jawaban Jody sungguh tidak membuatku paham.


"Apa Jo? Apa penilaianmu terhadap Aku?" Aku sudah mendesaknya.


"Ga,Ke..Aku asal bicara." jawaban singkat yang semakin membuat Aku penasaran.

__ADS_1


"Jo...?Apa penilaian mu buruk mengenai Aku kah? Kalau begitu,pulanglah." Aku sudah masuk kembali ke rumah dan mendorong Jody keluar dari pintu dan hendak menutup pintu rumah.


Namun,ditahan oleh Jody.


"Ke,apaan sih? tadi menyuruh Aku tinggal,semenit berikutnya menyuruh Aku pergi.Aku semakin ga ngerti mengenai Kamu." Sambil menahan kuat pintu.


"Pikir aja ndiri." Aku bahkan semakin memperkuat dorongan.


"Oke,kalau itu mau Kamu!" dengan kesal Jody melepaskan pintu itu dan segera melangkah pergi.


Aku sekarang yang kebingungan sendiri.


Aaaahhhhhh,,,,,**** nya Aku.Tapi,mengapa Jo bilang salah menilai Aku? apa maksudnya?


Lagi lagi Aku bimbang.Tapi,yang dikatakan Jody ada benarnya.Ia tak selalu bisa menjagaku.Aku harus bisa melewati malam ini.Aku harus menguatkan diri sendiri.


Maka,sudah kuputuskan kalau Aku akan berusaha sendiri melewati malam ini.Lagian,ini juga sudah larut malam.Sebentar lagi sudah subuh.


Aku mengunci pintuku dan menuju kamarku.


**


Sementara Jody yang melangkah pergi seakan tak mau beranjak pergi dari tempat ini.Kegelisahan menderanya.


Tapi rupanya,Jody hanya melajukan mobilnya sampai ke pinggir jalan raya.


Rupanya,hatinya yang tidak tenang dan juga ke ingin tahuannya mengenai apa yang terjadi memaksanya untuk tidak beranjak pulang.


**


Sementara,Sky yang sedari tadi melihat dari kejauhan,tersenyum kecil saat Ia melihat mobil Jody yang sudah berlalu.


Ia memandangi sekitar yang sudah sepi.Lantas mengendap endap berjalan menuju rumah Meiske.Dan,entah apa yang dipegang di tangannya.


**


Aku sudah berada di dalam kamar.Tapi,sulit bagiku untuk tidur.Ketakutan ku bertambah besar.Sedikit saja Aku mendengar bunyi,Aku sudah kaget setengah mati.


Keke harus Kuat....Ke harus kuat....


Itu saja yang terus kugumankan dalam hati untuk menguatkan diri sendiri.


Dan,tiba tiba.....


Aku mendengar bunyi dari arah jendela kamarku.Bunyi yang awalnya pelan sekarang terdengar lebih jelas.

__ADS_1


Apaa itu......


Napasku memburu.Bahuku naik turun.Keringat mulai mengucur dari tubuh.


Ke kuatt...Dia hanya sendiri....


Aku lantas berlari keluar dari kamarku namun entah ke arah mana Aku pergi.


Aku memutuskan untuk menuju ruang depan.


Mudah mudahan Ia masih di kamar.


Aku mencoba membuka tirai jendela ruang depan.perlahan.


Dan,benar..


Sky justru sudah berdiri di depan sana,dengan seringai licik nya.


Aku secepat kilat menutup kembali tirai jendela.Mundur.Menelan salivaku.


Apa yang Kau mau lakukan,Sky....


Aku terduduk di kursi.Napasku semakin tak beraturan.Aku bahkan mencengkeram lengan kursi.


Lalu,Kulihat gagang pintu rumahku bergerak.


Oh Tuhan,Apa yang dilakukannya.....


Terdengar suara Sky dari arah luar.Tertawakah Ia?


"Meiske,Aku datang hanya untukmu." terdengar lirih tapi sungguh membuat jantungku berdetak semakin cepat.


Aku tak bisa keluar dari belakang karena kalaupun Aku membuka pintu belakang Aku harus berjalan kembali ke depan.


Apakah Sky memang mengetahui keadaan rumahku?


Tubuhku bergetar hebat di ruangan ini.Jalan satu satunya untuk Aku keluar hanya dari pintu ini.


*Oh Tuhan,tolong aku...


Jody*........


Aku menangis dalam ketakutan.


--------------------------------------------

__ADS_1


__ADS_2