Skala Perbandingan

Skala Perbandingan
Siapa Dia


__ADS_3

Tiba di rumah dengan keadaan amburadul.Rambut semrawut,baju basah semua keringatan,rok kotor dan napas yang memburu.Aku melempar tasku sembarangan sambil duduk mencoba menenangkan diriku.Aku bahkan berlari dari sekolah sampai rumahku.Bisa dibayangkan sejauh apa aku berlari . Segera saat napasku kembali normal kulangkahkan kakiku ke ruang makan mengambil air dan segera meminumnya.Kehausan yang hakiki.Kubuka sepatu dan kaus kakiku ku lempar saja ke sembarang tempat lantas masuk ke dalam kamarku dan langsung menjatuhkan diriku ke atas kasur tempat tidurku.Semenit,2 menit kemudian aku terlelap.


"Meiissskkkeeeeee!!!!!!" teriakan itu mengejutkan Aku.Setengah sadar aku bangun.Siapa sih yang teriak


"Meiiskkeee!!!" astaga itu suara kakak aku.


Setengah berlari aku keluar dari kamarku.


"Ini apa?Itu apa?"sambil tangan ya menunjuk kesana kemari.Aku mengikuti kemana arah Kakakku menunjuk.Astaga,kaos kaki,sepatu dan tasku.Secepat kilat aku mengambil semuanya lalu kubawa semua masuk kamarku.


"Sekali lagi aku liat berantakan begini,bakalan aku buang!" ancamnya padaku.Aku hanya memberi kode dengan tanganku.


Kembali ke kamarku.Kembali memikirkan kejadian siang tadi.Dan kembali juga mengernyitkan dahi.Entah,aku merasa tak berbuat sesuatu di luar kendaliku.Kenapa Sky begitu kejam kepadaku? dendamkah Ia padaku? entahlah.Namun,untuk bertanya lagi aku ga bakalan mau.


Flashback On


*Sore itu Aku bersama teman-teman segank menuju sebuah taman kota yang jaraknya agak jauh dari rumahku.Katanya sih menikmati taman yang baru selesai dikerjakan.Ada yang membawa gitar untuk kami melepaskan sedikit kepenatan dari masing-masing aktivitas sekolah kami.Aku masih duduk di bangku smp kelas 8.Kita duduk di tengah taman sambil temanku memainkan gitar dan yang lain sedang berselfie atau yang lain sedang bercanda.Aku yang pengen sekali makan cilok lantas pergi ke ujung taman karena di sana lah tempat berjualan berbagai macam makanan dan minuman.Aku pergi bersama teman laki-laki.Sesudah membeli cilok kami berdua kembali menuju tempat kami.Aku setengah berlari sambil memegang cilokku.Tiba-tiba......


Bruuukkkkkkk....


Aku ditabrak seseorang."eh,maaf maaf."kata Laki laki itu.Aku melihat seorang Laki-laki bertopi dan memakai jaket yang sedang memegang minuman yang juga telah tumpah mengenai hampir seluruh pakaiannya."Maaf."Kata laki laki sekali lagi.*Tapi,pakaianku jauh lebih hancur.saos dari cilok semua tumpah di pakaianku.Ditambah lagi,cilok kesayanganku ikut bersama saos jatuh ke tanah. Aku bangun dan berdiri menatapnya.Ia sibuk membersihkan jaket parasutnya dengan saputangannya.Aku lantas mendekatinya mengangkat tangan kananku,menggunakan telunjukku mengetuk ngetuk lengannya.


"Ada apa?" tanya laki laki itu polos.Ada apa? Dia sudah menabrak ku lalu bertanya ada apa?


"Kamu kan yang menabrak aku." kataku.

__ADS_1


"Iya,dan aku sudah minta maaf bukan?" balik laki laki itu menimpali.


"Kamu tidak melihat pakaianku?"tanyaku lagi.


"Apa kamu juga tidak melihat jaketku yang basah?" Laki laki itu mulai beralibi. Gedeg aku.


"Siapa yang menabrak duluan?" nada bicaraku sudah semakin meninggi walau tidak sampai berteriak.


"Aku."


"Lantas?"


"Kan sudah kubilang aku sudah minta maaf.Apa itu belum cukup?" Aku menggaruk kesal leher ku yang tidak gatal.Marah.Aku yang pakaian belepotan tidak juga dibersihkan malah sibuk sama pakaiannya sendiri.


"Baju." jawabnya semakin mengesalkan hatiku.


"Lalu?" tanyaku.


"Apa harus aku membersihkan ?" tanyanya lalu beranjak pergi.


Wah,ngajak berantem.Aku mengikutinya memegang tangannya dan menariknya.


"Ga ada sopan sopan nya ya."


"Memangnya aku harus bagaimana?"

__ADS_1


"Ya,gimana kek..." jawabanku menggantung sambil kupikir lagi apa laki laki itu memang harus membersihkan bajuku.


"Gimana bagaimana?" pertanyaannya membuat aku kesal karena ya gak mungkin juga aku memaksa dia untuk membersihkannya.Terkadang saat emosi aku lupa bagaimana harus bertindak.Aku diam.


Dia lantas mendekatiku,memegang tanganku dan berkata pelan padaku."apa aku harus membuka bajumu dan membersihkannya?" Kaget mendengar itu,refleks aku menamparnya lalu segera berbalik meninggalkan laki laki itu.


Flashback off*


Apa hanya karena itu Dia begitu padaku? tapi dia mengatakan kalau Ia bertemu diriku beberapa kali.Dimana? Kapan? Bahkan kalau Dia tidak mengatakan akupun sudah melupakan kejadian itu.Lagian,waktu itu Aku gak bisa melihat wajahnya karena tertutup topi.Entahlah.


"Meiisskkkeeesee...." astaga suara kakak bak halilintar menggelegar di sore hari.


"Iyaa kak..." Aku segera keluar dari kamar menghampirinya sebelum ada yang melayang ke arahku.


---_---------------------------


up up nya udah yaa gaaeeessss...


masih pada penasaran dengan Sky?


simak episode selanjutnya...


see u gaaeeessss


😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2