
"Ma, Keke mau jalan-jalan saja." kataku kepada Mama dan ketika Aku menoleh ke arahnya, Ia hanya tersenyum lalu menganggukkan kepala.
Aku beranjak keluar rumah dan membuka pinyu rumah. Sejenak Aku tertegun.
Ada mobil terparkir di depan rumah. Namun, Aku tak tahu mobil siapa.
Aku berjalan mendekati mobil itu, tetapi karena sepertinya tidak ada orang di dalamnya Aku segera berjalan melalui mobil itu.
Seketika itu juga, terdengar pintu mobil terbuka. Aku menoleh dan ternyata yang keluar dari dalam mobil itu adalah Sky.
Sky? sedikit terkejut tapi setelah itu Aku memakluminya.
"Mau kemana Ke?" tanyanya.
"Jalan-jalan saja. Suntuk."
"Ayo kutemani." berpikir sejenak lalu Aku mengangguk mengiyakan dan akhirnya Aku dan Sky sudah berada dalam mobil dan pergi.
Sky membawa Aku ke sebuah kafe kecil tak jauh dari rumahku.
"Ke, kesini dulu ya. Aku belum makan soalnya." kata Sky yang sudah memarkirkan mobilnya.
Aku mengangguk, lalu Aku dan Sky turun dari mobil lalu masuk ke dalam kafe itu dan segera duduk di tempat yang kosong.
Dan.....
Jody ternyata ada disana juga. Aku berusaha membuat diriku baik-baik saja dan berlalu dari hadapannya.
Tempat duduk Kita tak jauh dari Jody. Dan, kali ini Ia sendirian tanpa wanita itu.
Aku sedikit melirik ke arahnya. Ia yang tahu Aku datang bersama Sky terlihat melirik ke arah tempat dudukku dan terlihat gelisah.
Setelah memesan makanan dan menunggu, secara mengejutkan Jody menghampiri meja.
Ia berdiri di sampingku.
"Ke, bisa Kita bicara?" tanyanya padaku. Aku menggigit kuat bibirku.
"Apa lagi yang hendak Kamu bicarakan? apa semua belum jelas?" Sky menyahutinya.
Aku memandang ke arah Sky seolah berkata sudahlah jangan diperpanjang lagi.
Tapi malah Jody sama sekali tidak peduli dengan Sky dan memilih untuk tetap melihat ke arahku saja. Seakan tak menganggap Sky ada disitu.
"Ke, please...." seperti memohon.
Sky yang hendak bangkit dari kursinya, segera Kutahan dengan memegang tangannya dan Aku mengangguk mengisyaratkan kepada Sky kalau Aku akan berbicara dengan Jody.
Aku segera bangkit berdiri mengikuti Jody ke luar dari kafe itu setelah Ia membayar makanannya.
Sampai diluar.
"Ke, Aku mau minta maaf. Aku..." belum sempat Ia melanjutkan Aku sudah memotong pembicaraannya.
"Sudahlah. Semua sudah diputuskan bukan? Aku tak mau menyalahkan siapa-siapa." kataku lagi.
Kulihat kegusaran Jody. Ia memegang kepala belakangnya terus dan berdiri seolah sangat tidak nyaman.
__ADS_1
"Hanya itu saja kah? Kalau begitu Aku masuk ke dalam." Aku segera berbalik hendak masuk ke dalam kafe namun tanganku dipegang Jody seolah menahanku.
Jody mendekatiku dan setengah berbisik ditelingaku," Ke, Aku sangat mencintaimu." katanya yang sudah menggenggam erat tanganku.
Aku menelan salivaku. Mataku serasa panas dan seketika air mata pun luruh. Aku berbalik ke arahnya.
"Cinta? dan meninggalkan?" tanyaku.
"Aku harus....tapi....." tak menyelesaikan kalimatnya.
"Apa?" tanyaku.
"Aku mencintaimu!" seperti sebuah penegasan dalam kebimbangan.
"Tapi Kau memilih wanita itu!" juga menegaskan.
"Aku harus memilih Dia."
"Berarti sudah jelas bukan?"
"Ada alasannya Ke. Tapi, untuk hati ini hanya mencintaimu saja bukan Dia."
"Tapi tetap saja Kamu lebih memilih untuk bersama Dia sudah menjawab semuanya,Jo. Sudahlah, lupakan Aku." perlahan melepas genggamannya lalu segera berlalu.
'Aku tak akan pernah melupakanmu,Ke. Bahkan sampai Aku mati."
Mati? Aahhh sudahlah Ke.
Aku berjalan terus masuk ke dalam kafe, lalu duduk dan segera memakan makananku yang dipesan Sky.
Setelah makan, Aku meminta Sky untuk mengantarku pulang saja. Hatiku mulai memburuk.
Sky mendesah perlahan dan mengikuti langkahku untuk segera keluar dari kafe.
Namun, begitu Aku keluar dari pintu, Aku masih mendapati Jody disana. Masih menungguku.
Aku menarik napas dalam lalu mrmbuang perlahan, memantapkan hatiku yang mulai goyah.
Aku berjalan melewatinya dan Jody lantas memegang lenganku. Lagi.
Aku ingin menarik tanganku namun Jody seakan menahan kuat lenganku.
Sky yang melihat hal itu segera menarik kasar tangan Jody yang memegang lenganku.
"Jangan ganggu Dia lagi. Belum puas mengganggunya?" kata Sky dengan amarah yang mulai kelihatan.
"Aku tidak mengganggunya. Justu Kamu yang selalu mengganggunya!" kalimat itu membuat Sky berang.
"Aku? Ya Aku akui Aku pernah melakukan hal buruk padanya. Namun, saat ini Aku ingin melindunginya bahkan Aku rela melakukan apa saja asalkan Ia bahagia. Dan, jika Kamu menghalangi itu, terima resikonya sendiri!" nada mengancam.
Aku segera menarik Sky untuk meleraikan perdebatannya dengan Jody namun Jody seakan ingin menantang Sky.
"Kamu tidak punya hak dengannya!" kata Jody.
"Lalu, apa hak Kamu?" balas Sky.
"Ke, Aku mencintaimu!" Jody malah menyebut namaku.
__ADS_1
"Cinta? seperti itukah cintamu pada Keke? itukah?" balas Sky.
" Kamu tidak tahu apa yang terjadi. Bahkan, apa peduli Kamu?" jawab Jody.
"Hahaha..Jody! Kau kira Aku tidak mencari tahu alasanmu? Hanya karena apa? uang? jabatan? pangkat? harga dirimukah?" jawaban Sky sontak membuat Aku menoleh ke arah Sky.
"Ya,Ke. Ia melepasmu dan memilih bersama wanita itu karena wanita itu punya andil besar untuk hidup Jody. Wanita itu bahkan mampu membuat Jody hidup bagai di surga!"
Aku lantas menoleh ke arah Jody seakan ingin menanyakan apakah yang diucapkan Sky benar adanya.
"Itu hidupku! Masa depanku!" jawaban dari bibir Jody membuktikan ucapan Sky benar adanya.
Aku memegang dadaku. Sakit!
Ternyata, Jody memilih wanita itu hanya untuk mendapatkan martabat dan kedudukan yang tinggi.
*Aahhh, Ke...Siapa dirimu. Hanya seorang anak dari seorang ibu yang bekerja biasa. Hidup biasa.
Aahhh....sudahlah...Jody memang bukan untukku*..
Aku berbalik menuju mobil Sky namun Jody sigap menarikku bahkan menjauh dari mobil itu.
Sky yang melihat hal itu akhirnya ikut mengejar Aku dan Jody.
"Jo,lepassss..." kataku namun Jody semakin menarikku kuat.
"Jo,, sakiitt..." Setelah Aku sedikit merintih Jody seperti tersadar lalu segera melepaskan pegangannya.
Dan.....
Sky yang sudah sangat murka langsung menendang tepat di dada Jody. Ia terhempas jatuh di jalan.
Mereka berdua akhirnya terlibat perkelahian sengit, bahkan untuk melerainya pun Aku tak sanggup.
"Cuuuukuuuuppppppp!!!!" teriakku.
Aku sudah menangis yang membuat Jody ingin menuju padaku, namun karena Aku tak ingin lagi di dekatnya, Aku berusaha menghindar dengan berlari.
Namun, naas yang terjadi. Aku bahkan tak menyadari kalau Mereka berdua berkelahi di bibir jalan dan Aku yang kalut tak lagi mengetahui arah jalanku.
Aku berlari ke arah yang salah. Aku menuju jalan raya.
Dan, naas lagi saat Aku berlari, ada sebuah mobil yang melaju cukup kencang ke arahku.
Jody hanya mematung melihat kejadian itu. Dan, Aku yang panik tak tahu lagi apa yang harus Aku lakukan.
Aku berteriak. Dan...
Brruuuuukkkkkkkkk......
Aku terlempar ke arah samping. Kurasa kaki dan tanganku ngilu dan sakit. Orang-orang segera berlarian ke jalan.
Ehh,, mengapa mereka berlari ke jalan? kenapa Aku bisa disini?
Aku mencoba bangkit perlahan dan Kulihat sudah banyak orang berkerumun disana.
Aku terkejut dan tersadar kalau Aku tak ditabrak oleh mobil itu.
__ADS_1
Lalu, siapa disana?
***