Skala Perbandingan

Skala Perbandingan
Pertanyaan


__ADS_3

Aku yang gelisah menunggu Jody yang tqk kunjung datang malah dikagetkan dengan tamu harian yang selalu muncul.


Siapa lagi kalau bukan Andra. Makhluk itu semenjak Aku ditinggal Jody sering banget nongol dirumah. Bahkan untuk urusan sepele bahkan sangat tidak penting.


Alasannya klise.. Bosen dirumah..sepi..Ga ada temen. Dan segala alasan yang menurut Aku gak ada hubungannya.


Cuma kali ini melihat raut muka yang agak berbeda, Aku berpikir kalau ini sesuatu yang serius.


"Kok mukanya gitu?" tanyaku setelah Ia sudah dusuk di kursi depan rumahku.


"Gapapa kok Ke.." jawabnya asal.


"Gapapa gimana.Mukanya kek begitu." mencoba mencari tahu namun Andra tak menjawab.


"Bikinin Aku kopi dong." itu jawabannya.


Aku segera ke dalam membuat sesuai pesanannya saja karena Aku tahu saat Ia seperti itu gak akan ada gunanya kalau mencari tau.


Sudah kusuguhkan segelas kopi di atas meja dan kubawa juga sedikit cemilan.


Kududuk di sampingnya membiarkan Ia menikmati kopinya saja dan tetap diam.Kubiarkan saja Ia dengan pemikirannya semwntara Aku lebih memilih menyelesaikan tugas kuliahku.


"Ke.." Andra mulai berbicara.


"Hmmm..."


"Jody pernah datang kesini gak?"


"Pernah sewaktu Dia balik."


"Hanya itu?" dan Aku menjawab dengan anggukan. Lalu Ia kembali terdiam sambil membuang napas kasar.


"Ada apa?" tanyaku dan Andra menjawab dengan sebuah gelengan lalu kembali diam.


Aku sedikit ingin tahu kenapa tiba-tiba Andra bertanya tentang Jody dan sepertinya ada yang Ia sembunyikan.


"Ada apa?" tanyaku lagi dan kali ini dengan sedikit memaksa.


"Gak kok.Cuma kesal saja. Kenapa hanya datang sekali saja? Apa Dia gak kangen sama Kamu ya?" jawaban Andra membuat Akupun berpikir yang sama.


"Mungkin sibuk." kataku mencoba menenangkan baik diriku dan Andra juga. Andra hanya mengangguk setengah mencibir.


Ada apa dengan Andra? Aku merasa aneh. Dia begitu setia dengan Jody selama ini dan baru kali ini Aku merasakan ada yang berbeda.


Setelah Andra meminum habis kopi dan juga menghabiskan cemilan, Ia pamit pulang dan membuat Aku semakin kebingungan.


***

__ADS_1


Hari minggu yang indah. Setelah seminggu full Aku disibukkan dengan banyaknya tugas dari kampus akhirnya hari ini adalah hari bebas.


Aku memilih untuk berjalan-jalan sendiri sekedar menghilangkan kejenuhan. Dan, kebetulan Andra juga yang sudah datang bertamu di rumah membuat Aku sedikit 'memaksa' nya untuk mengikuti kemauanku.


"Ndra...ayolahh.." dengan sedikit memelas dan mengerjapkan mata seperti seorang adik meminta dibelikan permen.


"Mau kemana sih?" masih merasa malas untuk bepergian.


"Ayolah..Aku sudah lama gak jalan-jalan. Pleaseeeeee...." merajuk lagi.


"Astagaa..Yasudah ayo..!" berat hati mengiyakan.


Dan, akhirnya Aku dan Andra sudah berkeliling walau dengan raut muka yang ditekuk.


Sampailah Kita pada sebuah perempatan jalan yang terdapat lampu lalu lintas dan saat itu lampu sedang berwarna merah .Jalanan yang cukup sepi membuat Aku dan Andra berhenti paling depan dan melihat lengangnya jalan di depan Kita.


Dan, sebuah motor sport berwarna merah melintas dari seberang jalan. Pengendara motor itu tak memakai helm yang membuat Aku bisa melihat dengan jelas pengendara dan juga yang duduk di belakangnya.


Dan, itu membuat Aku sangat terkejut karena yang Kulihat adalah Jody dan......seorang wanita?


Ya...seorang wanita yang sedang diboncenginya sedang memeluk erat pinggang Jody. Sangat malah.


Jody tak melihat Aku dan Andra sedangkan keadaan berbanding terbalik dengan Aku.


Andra yang juga melihat itu hanya bisa menoleh ke arahku saja. Bahkan sampai lampu lalu lintas sudah berubah hijau, Aku dan Andra masih terpaku disana.


Ahh...Aku tak bisa mengambil kesimpulan apapun. Aku hanya melihat Mereka seperti itu. Apa karena motornya sehingga perempuan itu harus memeluk seperti itu? Ataukah....Aahhhh Aku bahkan tak sanggup menyimpulkan.


Setelah Andra juga tersadar dari pemikirannya, Ia kembali melajukan motornya dan berbalik kembali menuju rumahku. Aku hanya terdiam.


Sampai dirumah, Aku bahkan tak mau turun dari motor itu. Andra sangat paham dengan keadaanku. Ia memilih turun dari motornya dari depan lalu menurunkan standar motornya, membiarkan Aku tetap duduk di atas motor.


"Ke...." sudah berdiri di depanku. Aku bahkan tak menyahut menanggapinya.


"Mungkin itu hanya penglihatan Kita saja. Belum tentu kan itu kekasih Jody. Mungkin..." mencari alasan yang masuk akal untukku.


Aku masih terdiam mencoba memahami segalanya.


"Apa Kita harus menemui Jody dan meminta penjelasannya?" tanya Andra. Aku menggeleng.


Lagian, kalau Jody memang menghilang apa karena wanita lain? Aahh.. pikiranku sudah mengembara kemana-mqna.


"Ke..Maaf.." lagi ucap Andra dan itu membuat Aku mengangkat wajahku dan menatap Andra. Ada apa dengan kata maaf yang diucapkan Andra.


"Aku mau memberitahumu kemarin saat Aku datang, hanya saja Aku merasa tak enak." perkataan Andra membuat Aku segera turun dari motor dan kembali melihatnya. Mencari jawaban.


"Aku kemarin juga tak sengaja melihat Jody....dan wanita itu."

__ADS_1


"Dimana?" tanyaku.


"Sama dengan kejadian tadi. Dijalan sewaktu Aku hendak kerumahmu." jawab Andra.


"Ndra...." panggilku perlahan.


"Ya Ke.."


"Apa Kamu mengetahui semua ini?" tanyaku. Ia menggeleng.


"Dari saat Jody kembali kesini, Ia bahkan tak pernah sekalipun menemuiku." ada nada kecewa disana.


"Ndra...." lagi panggilku.


"Ya..."


"Apa mungkin Sky mengetahui sesuatu?"


Andra terdiam seperti berpikir sesuatu.


"Apakah Kita harus menemuinya?" tanya Andra dan Aku menjawab dengan menggeleng.


"Sudahlah Ndra. Pulanglah. Kalau jawaban itu hanya dimiliki oleh Jody, biar Dia yang harus menjawabnya tanpa harus Aku mencari." jawabku yang sudah melangkahkan kakiku berjalan masuk ke dalam rumahku.


Dan tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju kencang menuju arahku dan berhenti tepat di depanku.


Cukup kaget Aku melihat bahkan seakan ingin berlari menghindar. Bahkan, Andra pun sudah berteriak memanggil namaku.


Pintu mobil itu terbuka. Dan,.....


Sky yang keluar dari dalam mobil itu. Aku terkejut sekaligus terpana. Ia tak lagi terlihat seperti dulu. Bahkan sangat tampan dengan memakai jeans belel dan kaos yang sedikit ketat di badannya.


Aahhh...pikiran apa ini..


Sky berjalan mendekatiku, lalu memegang tanganku dan dengan sedikit hentakan seperti menyuruhku untuk mengikutinya masuk ke dalam mobil.


Aku mengikuti dalam diam tanpa penolakan. Kulihat Sky sedikit menoleh ke arah Andra dan seperti mengangguk, dan ketika Aku beralih melihat Andra terlihat Andra juga membalas Sky dengan anggukan.


Ada apa ini....


Sky sudah membuka pintu mobil dan menyuruhku masuk ke dalam melalui matanya saja dan setelah Aku duduk di dalam Ia langsung memasang safe belt padaku.


Sedikit terkejut dengan apa yang Ia lakukan, namun Aku mengikuti saja tanpa ada kata.


Ia menutup pintu mobilku, lalu dengan sedikit berlari kecil memutari mobilnya dan segera masuk ke temoat duduknya dan setelah itu mulai melajukan mobilnya.


Kulihat, Andra mengikuti dari belakang.

__ADS_1


***


__ADS_2