
Aku yang sudah menangis masih tak tahu apa yang dilakukan di ruang depan.
Mikir,Ke...Mikir.....
Itu yang selalu terngiang dalam pemikiranku.Tiba tiba gagang pintu depan seperti di gerak gerakan.Ketakutan ku bertambah karena itu berarti Sky sudah berada di pintu depan dan Aku terperangkap di rumah sendiri.
"Tollllllooooooooonnngggggg....." teriakanku tak membuahkan hasil.
Bagaimana tidak! dengan keadaanku yang ketakutan setengah mati,bahkan berteriakpun terasa serak dan berat.
"Sky,tolong....Pergiiiiiii" Aku hanya mampu berteriak seperti itu.Aku hanya mendengar gumanan Sky dari luar seperti tertawa.Aku semakin ketakutan.
"Tooollloooonnnngggggg..."teriakanku mungkin sia sia namun Aku tetap berusaha.Sekecil apapun akan kulakukan.
**
Sementara di depan jalan,mobil Jody masih terparkir disana namun perasaan Jody sungguh tak tenang.
"Ke,kenapa Kamu tak mempercayai Aku?"Jody memukul setir di depannya.
"Aahh,kenapa perasaanku tidak enak begini? Apa terjadi sesuatu dengan Meiske?"
"Aahh,,,mungkin perasaanku saja." Jody kembali menyalakan mesin mobilnya dan melaju perlahan.
**
"Sky,,kumohonn....pergilah dari sini....Peerrgiiii..." teriakanku justru seolah menantang Sky untuk semakin membuatku ketakutan.Buktinya,Ia sudah mencongkel pintu rumahku.Entah,apa yang dibawa Sky tadi.
Dengan tubuh bergetar,Aku berlari ke ruang dapur,mengambil pisau dan kembali ke ruang depan.Dan,Aku mematikan seluruh lampu rumahku.Aku berpikir,dalam gelap pasti Sky akan lebih sulit menemukan ku.
Aku berjongkok di sudut kursi sambil mataku terus mengawasi pintu depan.Napasku sudah tak karuan.Tanganku gemetar memegang pisau.
Terdengar suara Sky dari luar sana.
Dan......
Pintu rumah berhasil dibuka oleh Sky.Aku menelan salivaku.Menutup mulutku dengan tanganku.Aku melihat Sky masuk perlahan.
"Meiskeee....Aku disini...." bisik Sky yang membuat Aku memejamkan mata dengan napas sedikit kutahan dan tangan yang masih menutup di bibirku.
**
Sementara Jody yang sudah setengah jalan tiba tiba memarkirkan mobilnya kembali di tepi jalan.
Ada apa dengan diriku? Mengapa Aku merasa begitu cemas dengan Meiske? Apa hanya perasaanku saja ataukah terjadi sesuatu padanya?
__ADS_1
Perasaan yang berkecamuk dalam hati Jody membuat Ia memutuskan untuk berbalik arah kembali ke rumah Meiske.Bahkan,Ia melakukan kendaraannya sedikit lebih cepat dari sebelumnya.
**
Sky memicingkan mata berusaha melihat dalam gelap.Aku yang mematikan semua lampu rumah sangat membantuku bersembunyi dan sedikit menyulitkan Sky dalam melihat.
Aku bahkan harus mengatur napasku perlahan agar tidak terdengar suara bahkan sekecil apapun.
Sky terus melangkah perlahan masuk semakin ke dalam.
"Meiskeee......" bisikan Sky seperti bisikan Malaikat maut di telingaku.
Ketika Sky masuk semakin ke dalam dan hampir menuju ruang tengah,Aku mengendap perlahan dari sudut tempat dudukku agar lebih dekat menuju pintu.
Tapi sayang,mungkin Sky sudah menduga hal itu.Ia kembali ke ruang depan,menutup pintu lalu kembali melangkah.
"Meiske sayang.....Kamu dimanaa...."
Aku hanya bisa bergerak perlahan,mengendap endap ketika Aku melihat Ia sudah sedikit dekat ke arahku.
Sampai,Aku sudah sangat dekat dengan pintu.Namun,untuk mencapai pintu tak ada kursipun disana.Itu berarti,Aku harus keluar dari tempat persembunyianku.
Aku menelan salivaku dengan sangat pelan.Dan,saat Sky sudah sampai ruang tengah,Aku langsung berlari cepat menuju pintu dan kubuka gagang pintu tersebut.
Dan,Sky yang mengetahui keberadaanku secepat kilat menuju ke tempatku.
"Jangan mendekat!" Aku mengancam dengan menghunus pisau yang Ku pegang.Sky bahkan tidak takut sedikitpun.Ia malah tertawa.
"Meiske sayaanngg...Apa Kau ingin membunuhku? Jika itu yang Kau inginkan ayolah Kita mati bersama!"
Selesai berkata demikian,Sky dengan satu gerakan saja sudah mengunci tanganku.Pisaupun jatuh ke lantai.
"Oohhhh,Meiskeee...." suaranya sudah terdengar di telingaku,bahkan napasnya sampai di leher ku.
Aku bergidik ketakutan yang teramat sangat.Ia bahkan mencium leher ku perlahan dengan sedikit menggigit membuatku meringis.
"Aku suka mendengar desahanmu itu,Meiske.Sangat menyukainya."
Ia bahkan menarik rambutku ke belakang sehingga posisiku sedikit mendongak lalu sebelah tangannya Ia memeluk sambil mencengkeram tanganku,sedangkan tangan yang lain memegang rambutku.
Aku meronta ronta semua tenagaku.Aku lantas mengangkat sebelah kakiku dengan lutut ke arah ************ nya.Sky kaget,meringis kesakitan.Aku segera mengambil pisau yang jatuh tadi,mencoba mengarahkan padanya.Dan,mengenai lengannya.
Sky yang bertambah marah dengan perlakuanku sudah mengacuhkan rasa sakit yang Ia alami.Sebelum Aku melarikan diri,Ia sudah menangkap tanganku,menarik ke belakang sehingga Aku jatuh terjerembab.
**
__ADS_1
Jody sudah sampai di depan rumahku.Ia mematikan mesin mobilnya dan merasa aneh karena semua lampu di rumahku padam.
Mengapa lampu semuanya padam? Apa yang terjadi?
Secepat kilat Jody keluar dari mobil dan berlari ke rumahku.Sampai didepan rumah,Ia melihat pintu rumah yang sudah rusak.
"Meiskeee!" teriak Jody.
Sky yang mendengar suara Jody,langsung menyeret ku yang masih jatuh ke ruang tengah.Ia bahkan masih sempat mencium bibirku kasar dan menggigit bibirku sampai kurasakan bibirku berdarah.
"Meiskee!" lagi Jody berteriak memanggilku namun Aku sudah tak lagi berdaya untuk berteriak.
Sky lantas mengambil pisauku yang tadi.Ia menjambakku dan menyayat sedikit leher ku dengan pisau itu.Kurasakan darah mengalir dan Sky seolah menikmati itu dengan menjilati darahku.
Jody yang sudah tak sabar segera mendobrak pintu.Sekali,dua kali ,tiga kali.
Dan,saat tendangan yang keempat barulah pintu terbuka.Sky sudah berjalan cepat menuju ruang depan dengan pisau di tangannya.
Aku yang melihat itu segera bangkit mengikuti Sky dan ketika Jody dan Sky bertemu,Sky mengangkat tangannya hendak menikam Jody.
Aku segera berlari menuju Jody,mendorongnya dan...
Sky menusuk bagian punggungku.
Jody yang melihat itu segera bangun,namun Sky yang justru kaget dengan sikapku memilih untuk berlari keluar rumah.
Jody mengejarnya,namun karena mendengar rintihan kesakitan ku,Ia kembali,menyalakan duluan lampu lampu dan barulah menuju ke arahku.
Aku berlutut di lantai.Kurasakan perih yang begitu menyakitkan di bagian punggungku.
"Ke,bertahanlah." Jody mengangkat ku lantas menggendongku keluar rumah menuju mobilnya.
Ternyata,diluar rumah sudah ramai.Mereka mendengar saat Jody mendobrak pintu sehingga para tetangga mulai berdatangan.
Jody membuka pintu mobilnya dan mendudukanku perlahan.
"Pak,tolong bantuin beresin rumah ini ya pak.Aku mau mengantar Meiske ke Rumah Sakit.Ia terluka Pak." Aku mendengar Jody berbicara dengan seorang warga disana.
Setelah meminta tolong para warga,Jody berlari kembali ke mobil,menyalakan mesin mobil lalu sesegera mungkin melakukan mobilnya menuju rumah sakit.
"Ke,bertahanlah sedikit,sayang." Kata Jody sambil Ia dengan sebelah tangannya memegang tanganku.
"Jo...." hanya Kata itu yang Aku ucapkan sebelum akhirnya Aku pingsan.
--------------------------------------------
__ADS_1