
Aku melangkah perlahan menuju belakang sekolahku.Dari kejauhan sudah kulihat bayangan dirinya berdiri menunggu di sudut tembok sekolah.Aku melangkah menghampirinya.
Jika dilihat dengan seksama,Sky adalah seorang yang tampan.Berperawakan tinggi setinggi gunung menurutku sih memiliki kulit putih dan hidung yang sangat mancung.Namun,tetap saja menurut aku dia orang yang paling menyebalkan.Tabiat seseorang kan bukan dilihat dari tampan atau tidak.
"Datang juga." mengeluarkan suaranya.Aku hanya mengangguk mengiyakan.Dan,aku memilih berdiri di depannya dengan jarak yang tidak terlalu dekat.Pemikiran ku,kalau sampai aku mau diapa-apain bakalan gampang kabur nya.
"Apa yang kau ingin ketahui dari aku?" sky bertanya padaku. Bukankah dia bilang dia yang mau memberitahukan semuanya kepadaku.kok,malah dia yang bertanya.
"semuanya." hanya itu jawaban yang keluar dari mulutku.
"Kenapa aku membencimu?" bertanya lagi dan Aku menganggu kan kepala mengiyakannya.
"Kalau aku bilang kalau aku tidak pernah membencimu apa kamu percaya?" Aku melongo mendengar apa yang keluar dari mulutnya.Kalau tidak membenciku kenapa sikapmu selalu aneh kepadaku.Masih terdiam aku membiarkannya memberi penjelasan yang pasti.
"Kamu benar-benar tidak mengenali ku,Ke."
Aku lantas memandangnya.Entahlah,tapi aku merasa tak pernah bertemu ataupun mengenali orang ini.Sejak kapan aku bertemu? dimana? kapan? banyak pertanyaan berseliweran di kepalaku.Makin aku berpikir,semakin aku menyadari kalau aku sama sekali tidak pernah bertemu apalagi kenal dengan manusia ini.
"Huuuuhhhhh...Mungkin hanya aku yang mengetahui dirimu." sambil menghembuskan napasnya berat."Tapi,kita pernah bertemu.Oke,aku jelaskan.Kau ingat tempat bermain?taman?orang aneh?bertopi dan jaket?" mencecariku dengan pertanyaan.
Aku mulai berpikir.Taman? orang aneh? topi? jaket? eh,apakah dia.......
tanganku bergerak keatas pelipisku dan telunjukku mulai menggaruk disana.
__ADS_1
"Aahhhhaaaa....." sambil mengangguk angguk Aku mengiyakan apa yang dikatakannya.
"Itu mmmm kamu?" tanyaku masih sambil berpikir.
"Yup,it's me." jawabnya.
Eh,aku merasa ada yang aneh.Kenapa dia tidak meneriakiku? kenapa dia begitu baik? kenapa dia berkata padaku tidak sama seperti waktu pertama kita bertemu?kenapa?Aku mengerutkan kening ku sambil mengangkat kedua bahuku seperti menanyakan dengan gerakan tubuh dan sepertinya dia paham.
"Haahahahahahaa...membingungkan bukan? Aku tau pasti Kau mau bertanya mengapa aku bersikap ketus bahkan kasar padamu kan?"
secepat kilat aku mengangguk.
"Cara pertama kita bertemu juga seperti itu bukan?kamu duluan yang membentakku,,kamu duluan yang ketus padaku.Ya kan?"
"Tapi,kita hanya bertemu saat itu saja,kan? apa kamu masih menyimpan dendam mu padaku sehingga kamu melampiaskan semuanya?"
"Kamu salah! Kita bertemu beberapa kali dan kamu mengacuhkan aku.Bahkan,kamu tak mau ku sapa.Kamu tak mau berbicara padaku."
"Kapan?"Aku semakin bingung dengan apa yang Ia bicarakan.Dia berjalan mendekatiku dengan senyum yang menurut aku mengerikan.
"Yang pasti,aku tau semua tentang dirimu.Aku tau siapa sahabatmu,aku tau tempat mana yang sering kau kunjungi,aku tau tentang kamu.Semuanya!" lantas memegang tanganku kuat.Kaget aku,berusaha melepaskan genggaman tangannya padaku namun Ia semakin kuat memegang nya.
"Lepas,,ini sakiitt!" Aku berusaha melepas dan semakin aku berusaha semakin kuat Ia menggenggamnya.
__ADS_1
Aku memberontak.Tapi,Ia tak sedikitpun bergeming melepaskan aku.Semakin kuat genggamannya,semakin sakit pergelangan tanganku.
"Apa maumu?"tanyaku sambil mencoba menenangkan diriku yang mulai ketakutan.
Ia tersenyum lalu menarik ku semakin mendekatinya sambil berbisik di telingaku," Aku menginginkan mu,Meiske.Sangat menginginkan mu!" bulu kudukku merinding mendengar bisikan itu.
Sekuat tenaga aku melepaskan genggaman bahkan terlihat meronta-ronta.
"Plakkk!!!!!!" sebuah tamparan keras kurasakan dan lantas tubuhku terhuyung kesamping dan jatuh di tanah berdebu.Tanpa sadar air mata ku tumpah.Sakit yang kurasakan ditambah ketakutan ku yang mulai semakin besar.Aku berusaha berdiri lantas berlari menjauhinya.Ia tidak mengejar ku.Hanya saja,Aku mendengar suara tawanya semakin keras dan semakin keras.
"Sampai jumpa besok,Meiske." Ia berteriak dalam tawanya.Aku tak lagi peduli.Aku terus berlari sampai keluar dari halaman sekolah tanpa ku peduli kan keringat yang mengucur di tubuhku.Bahkan,rok abu-abuku yang belepotan tanah pun tak lagi kuhiraukan.Aku hanya ingin pulang secepatnya sampai ke rumah.
-------------------------------------
Siapa sebenarnya Sky?
Mengapa sikapnya seperti itu kepada Meiske?
ditunggu yah gaeeessss.....
up up up nyaa....
😉😉😉😉😉
__ADS_1