Skala Perbandingan

Skala Perbandingan
Bangku perkuliahan


__ADS_3

3 tahun Aku dan Jody tanpa ada pertemuan bahkan tanpa ada berita. Begitu juga dengan Sky yang seolah hilang.


Awal, mungkin belum terbiasa namun lambat laun Aku mulai membiasakan diri. Lagian, Aku selalu bersama Andra dan mulai mengenal teman baru di bangku perkuliahan.


Sampai pada suatu siang, saat Aku tak punya jadwal kuliah yang membuat Aku berada di rumah sepanjang hari.


Tok..Tok..


Terdengar bunyi pintu depan. Dengan malas Aku menuju ke pintu depan lalu membukanya.


"Jo...." sedikit terperanjat Aku menemukan sosok Jody sudah berdiri di depan pintu rumahku.


Rambutnya yang tertata rapi, dengan pakaian yang...Aahhh...Jody sudah berubah jauh.


"Selamat siang Ke.." katanya lembut dan senyumnya mengembang sempurna.


"Kapan balik? kenapa gak kabari Aku? Kamu...." tak sanggup berkata lagi hanya berdecak kagum memandangnya dari ujung sepatu sampai puncak kepala.


Jody yang melihat ulahku sudah tertawa lalu mengelus puncak kepalaku perlahan, lalu sedikit menarikku ke arahnya dan memelukku.


Aahhhh.....Kerinduan serasa membuat merinding sekujur tubuhku. Aku meresapi sentuhan pelukannya dengan mata terpejam dan membalas memeluknya.


"Eh, masuk gih.." Aku seperti orang bodoh yang tak mampu berpikir jernih. Jody tertawa lalu masuk ke dalam rumah.


Lalu, banyak kisah yang Aku dan Jody ceritakan sepanjang 3 tahun belakangan ini.


***


"Ciee...ciieee..Yang baru bertemu kekasihnya.." canda Andra ketika keesokan hari Aku bertemu dengannya di Kampus.


"Memangnya Kamu tahu?" tanyaku.


"Taulah. Apa sih yang Andra gak tahu? tentang Kamu, tentang Jody bahkan tentang Sky Aku tahu." katanya dengan sedikit membusungkan dada.


Aku memukul lengannya namun segera memegang lengannya lagi.


"Eh, Sky?" tanyaku.


"Hmm..Ya.."


"Kamu tahu tentang Dia?"


"Ya Aku tahu apa yang Ia lakukan selama 3 tahun ini."


"Curang!! bahkan Kamu gak memberitahu kepadaku!" kesal.


"Memangnya Kamu pernah bertanya?"


Aku memajukan bibirku dan ditanggapi dengan suara tertawa Andra.


"Hey,Ke. Selama 3 tahun ini Sky disini lho. Padahal Ia sering sekali lewat kampus ini. Bahkan, Ia tahu apa yang kamu lakukan bahkan jadwal kuliah Kamu Dia tahu." Aku sedikit kaget dengan perkataan Andra.

__ADS_1


Benarkah? Kok Aku gak pernah tahu? ucapku dalam hati.


Andra seperti mengetahui apa yang Aku pikir lantas Ia kembali berbicara.


"Sky memang sengaja gak menunjukkan mukanya sama Kamu, karena Ia sudah berjanji untuk tidak mengganggumu selama Kamu sudah memilih Jody." jelas Andra.


Aahh Sky. Kenapa sekarang Kamu menghindariku. Masih dalam pemikiranku saja.


"Hey, sudahlah. Sky bukan menghindarimu. Hanya saja, Ia tak mau dianggap mengambil kesempatan ketika Jody tak ada. Itu sudah menjadi kesepakatan antara Jody dan Sky."


"Kesepakatan?" tanyaku.


"Ya. Jody dan Sky sudah sepakat tentang hal itu. Tapi, Sky mengatakan pada Jody kalau Ia akan selalu menjaga Kamu dengan caranya sendiri." Aku hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Andra.


"Selama ini Kamu gak pernah diganggu orang-orang, Kamu tahu gak kalau semua itu berkat Sky? Ingat tidak, waktu Kakak semester yang pernah menyatakan cinta kepadamu bahkan sempat mengejarmu sampai Kamu tak mau masuk kuliah beberapa hari lalu tiba-tiba Ia berubah dingin sama Kamu memangnya ulah siapa?"


"Sky?"


"Ya! Bahkan Ia mengancam kalau sampai Kamu diapa-apain Dia yang bakal turun tangan."


"Ooh..pantasan Aku sampai bingung dengan perubahan sikapnya."


"Siapa yang mau berurusan dengan orang seperti Sky? bisa-bisa tidak bisa hidup aman selamanya." Andra seakan menekankan kata tidak bisa hidup dengan sedikit mendramatis, yang membuat Aku tertawa.


***


Aku masih memikirkan kata-kata Andra tentang Sky. Aku bahkan tak pernah melihat batang hidungnya. Padahal, selama ini Ia selalu ada di dekatku.


Aahh, pikiran macam apa ini. Aku menggelengkan kepala mencoba melupakan pikiran itu.


***


Semenjak Jody datang ke rumah saat kemarin, bahkan sudah hampir 1 minggu Jody bahkan tak datang lagi ke rumah. Sibukkah?


Aku selalu mencoba menyakinkan diri sendiri kalau Jody sekarang sibuk dengan pekerjaan barunya. Walau tanpa berita.


***


Hari ini jadwal perkuliahan yang padat. Aku bahkan membawa bekal ke kampus karena tak sempat sarapan.


"Rumah paling dekat sama Kampus.Tetap saja telat!" ledek Andra dan kubalas dengan memajukan bibir saja.


Ia tertawa. Lantas, Kami berdua masuk dalam kelas dan mengikuti perkuliahan.


"Huufftt....Lapaarrrr..." rengekku ketika Dosen baru melangkahkan kaki ke luar ruangan.


"Salah sendiri!" jawab Andra langsung menarikku keluar.


"Kemanaa?" sedikit berteriak.


"Sarapaann..." teriaknya dan tanpa ditarik lagi Aku segera mengikutinya menuju kantin.

__ADS_1


"Eh, kan Aku bawa bekal." baru teringat kalau bekalku masih tersimpan dalam tas.


"Sekalian saja makan disini." jawab Andra.


"Ish. Aku pikir Kamu mau traktir Aku makan." mendengus kesal lantas duduk di kantin yang paling ujung.


Andra tertawa. "Ya sudah..Aku traktir.." jawabnya membuat Aku sedikit terkejut.


"Gak mau? ya sudahhh.." jawabnya yang membuat Aku mengerjapkan mata berulang tanda memohon.


"Hmmm..kalau ada maunyaa..." sambil sudah pergi ke kasir dan membayar setelah itu Ia kembali duduk di sebelahku.


Aku sudah membuka bekalku dan mulai memakannya sebelum pesanan Andra datang. Laparku kali ini sungguh tak bisa Kutahan.


"Pelan pelan makannya, ntar keselek gimana." kata Andra melihat cara makanku yang terburu-buru.


"Laper banget, Ndra. Pesanan Kamu kelamaan." jawab Aku sambil terus mengunyah makananku.


5 menit kemudian baru pesanan datang dan Aku menggeser bekalku dan melanjutkan dengan pesanan Andra.


"ckckckckck..Ke pelan pelan makannya. Kamu kesurupan apa ya."


Aku tersenyum tapi tetap melanjutkan makanku.


"Aahhhhhh......kenyang.....!" setelah habis kulahap semua makanan.


"Ckckckck..Aku kalau jadi Jody, ga bakal Aku mau sama gadis kek Kamu. Memalukan!" katanya sambil nyengir.


Kuangkat tanganku lantas kupukul lengannya kuat.


"Haiisss...Cewek bar bar."


"Apa kamu bilang?" sudah hendak memukul lagi tapi Andra yang keburu menghindar sambil sudah tertawa.


Untung saja tidak kulempar sendok makan ke arahnya.


Namun, di sudut kantin ada sepasang mata yang sejak tadi Aku dan Andra masuk ke kantin selalu memperhatikan setiao apa yang Kulakukan dengan Andra.


Bahkan, Ia terlihat sedikit tersenyum saat melihat cara makanku.


Ia adalah Sky!


Ternyata benar kata Andra. Sky bahkan setiap kejadian dalam hidupku Ia tahu dengan jelas karena Ia selalu ada tak jauh dariku.


Hanya saja Aku yang tak pernah tahu kalau Sky selalu berada di dekatku, menjagaku dengan caranya sendiri yang bahkan Aku tak menyadarinya.


Sementara Jody, seolah hanya menampakkan dirinya sesaat lantas menghilang tanpa ada kabar berita.


Apakah Andra tahu akan keberadaan Jody? Aahh..Aku lupa menanyakan itu pada Andra.


Dan, ketika Aku hendak menanyakan perihal Jody ke Andra, Andra sudah melengos pergi.

__ADS_1


***


__ADS_2