
Sky membiarkan Aku dalam lamunanku sementara Ia sudah keluar dari mobilnya. Aku bahkan tak peduli dengan apa yang Ia lakukan atau kerjakan. Aku masih diam terpaku di tempat dudukku.
Sekitar 15 menit berselang, Sky sudah kembali dan Ia...oh..ternyata bersama Andra.
Hey,,sejak kapan mereka berteman..Tanyaku dalam hati yang mengusik sedikit kepiluan hatiku.
Kulihat, mereka berdua duduk di atas kap mobil Sky dengan membawa minuman dan cemilan dan dari yang Aku lihat, seperti akrab sekali mereka bercerita.
Ah, mereka membeli bir rupanya. Terlihat 2 kaleng yang sudah terbuka tetapi masih ada juga dalam sebuah kantong.
Aku membuka pintu mobil perlahan, namun bunyi pintu terbuka cukup membuat mereka berdua menoleh, dan Sky yang langsung turun dari kap mobilnya dan berjalan ke arahku.
"sudah enakan?" tanyanya ketika sudah didekatku namun Aku hanya membalas dengan gelengan kepala. Ia seperti sedikit kecewa dari ******* napasnya.
Aku lantas duduk di atas kap mobil mengikuti mereka berdua tadi. Kuambil cemilan mereka, lalu kumakan. Aku hendak mengambil kaleng minuman Sky, tetapi Sky langsung menyambar kaleng itu dan dengan jarinya Ia seolah berkata Tidak.
Aku mendengus kesal tapi tetap menghabiskan makanan itu. Kulihat, Sky berlari menjauhiku dan tak lama kemudian Ia kembali membawa sebotol air mineral.
Sky menyerahkan kepadaku dan langsung kubuka tutupan botol tersebut lalu kuminum. Mereka berdua melihatku dengan sedikit keheranan, terlihat dari cara Mereka berdua menatapku lalu saling menatap.
"Sudah berapa lama Kalian berdua dekat?" tiba-tiba Aku bertanya pada mereka.
Terlihat ada kegusaran di pihak Andra sementara Sky hanya mengangkat bahu ketika Andra melirik ke arahnya.
"Ada apa sih? atau Aku pulang!" ancamku.
"Ckckck. Sudah main ancam sekarang." gurau Sky yang langsung tertawa dengan perkataanku.
Aku melirik ke arahnya dengan tatapan membunuh yang membuat Ia lantas mengangkat kedua tangannya.
"Semenjak Jody balik kesini." jawab Sky enteng.
"Berarti, kalian berdua tahu tentang Jody? tentang wanita itu?" tanyaku lagi dan Sky mengangguk mengiyakan.
Terlihat, Andra yang sudah menggaruk kepala belakangnya. Gusar.
"Siapa Dia?" tanyaku lagi tanpa basa basi. Andra hanya bisa menatap ke arah Sky seperti hendak mengatakan biarlah Sky yang menjawab.
Aku menoleh ke arah Sky yang terdiam. "Siapa?" tanyaku lagi.
Sky yang terlihat enggan untuk berbicara, ditandai dengan berdirinya yang sudah tidak konsisten.
Kutoleh wajahku ke arah Andra, dan Andra juga melakukan hal yang sama. Hanya diam menggaruk lengannya yang menurut Aku tidak gatal.
"Ada apa sih dengan kalian berdua? lantas mengapa Kalian berdua menyuruhku melihat semuanya lalu tanpa ada penjelasan?" nadaku sudah meninggi.
"Bukan seperti itu!" kata Sky. "Aku dan Andra juga tak tahu menahu soal gadis itu. Tetapi Kami berdua sudah sering melihat Jody dengannya. Bahkan, Aku sempat memergoki gadis itu keluar dari rumah Jody. Aku hendak bertanya pada keluarga Jody, tapi yaahh..seperti yang Kamu tahu. Aku bahkan tak menyimpan nomor mereka." Sky menjelaskan dan Andra hanya menganggukkan kepala tanda setuju.
__ADS_1
Aku menarik napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya juga perlahan.
"Baik. Aku sendiri yang akan mencari tahu!" Kataku yang langsung turun dari kap mobil dan berjalan menuju pintu.
Sky dan Andra juga akhirnya mengikuti langkahku, bahkan Andra rela meninggalkan motornya di taman hanya untuk mengikutiku dengan mobil.
Kita bertiga masuk ke dalam mobil. Aku dan Sky di depan sementara Andra di belakang.
"Sky.."
"Hmm.."
" Bawa Aku ke rumah Jody.Sekarang!" seperti sebuah perintah dan tanpa bertanya Sky sudah melajukan mobilnya.
Dan, sepanjang jalan ke rumah Jody Aku sudah menyiapkan hatiku untuk hal terburuk yang harus Aku dengar.
Sampailah Kita di rumah Jody dan sepertinya Ia sedang berada di rumahnya, terlihat dari mobilnya yang terparkir di garasi.
Aku, Sky dan Andra langsung turun begitu Sky mematikan mesin mobilnya.
Aku lantas menuju pintu rumahnya lalu memencet bel yang ada disamping.
Tak menunggu lama, ketika pintu rumah terbuka dan yang membuka adalah Jody sendiri.
Sky yang terlihat emosi, secara langsung melepaskan pukulan tepat ke wajah Jody yang membuat Jody limbung ke belakang dan roboh.
Andra memahami hal itu, lalu mencoba menenangkan Sky dan sedikit menariknya ke belakang.
Jody mencoba berdiri. Ada darah di sudut bibirnya. Namun dalam hati Aku menyukai apa yang dilakukan Sky pada Jody. Membuat Aku sedikit bergembira.
"Aku kesini hanya minta penjelasan darimu. Aku tahu, mungkin Kamu terkena amnesia sehingga lupa padaku. Aku jelaskan sedikit. Aku, Meiske yang dulu pernah Kau janjikan cinta. Aku, Meiske, yang setia menunggumu pulang 3 tahun yang lalu. Aku, Meiske yang ingin bertanya siapa gadis itu. Dan Aku Meiske yang ingin meluruskan semuanya Sekarang!"
Aku bahkan takjub dengan apa yang Kukatakan barusan. Aku sampai menggigit kuat bibir bagian dalamku sehingga tak terlihat oleh Jody.
Jody menghela napaa berat. Ia juga terlihat sedikit menggigit bibirnya lalu menyeka bibirnya yang luka dengan tangannya.
Sebelum Jody membuka mulutnya hendak berbicara, ternyata Ada seseorang yang ada di dalam rumahnya yang segera keluar dari dalam.
Dan, masih wanita yang sama yang Aku lihat tadi. Namun, dengan pakaian yang berbeda.
"Siapa kalian? Mengapa Kalian membuat keributan disini?" tanya wanita itu.
Ia lantas memandang ke arahku dengan pandangan menelisik. Melihat Aku dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Beb, siapa Dia? apa tadi Dia yang disana? Ya Dia.Bahkan bajunya sama seperti yang tadi."
"Aku sudah bilang Aku tak mengenalnya. Ayo Kita masuk saja ke dalam." jawab Jody yang langsung memegang bahu wanita itu dan melangkah masuk dan tangan sebelah Jody hendak menutup pintu.
__ADS_1
Aku menahan dengan tanganku. Aku bahkan bergetar mengetahui betapa perbuatanku yang sungguh sangat jauh dari rencanaku.
"Jo, Aku butuh kepastian darimu! Jika Kau berkata tidak maka mulai dari saat ini Aku tidak akan lagi mengganggu hidupmu!" sedikit ketegasan disana.
Jody termangu. Ia lantas berbicara dengan wanita itu, seperti menyuruhnya masuk ke dalam, lalu Ia mendekatiku, memegang tanganku dan sedikit menarik. Mengajak Aku berbicara 4 mata.
Aku mengikuti langkah Jody. Sky hendak menahan, namun Aku hanya memberi isyarat untuk tetap tinggal disitu.
Setelah agak jauh dari Sky dan Andra barulah Jody membuka suaranya.
"Maaf Ke.." hanya itu yang keluar dari bibirnya.
"Maaf? untuk apa?" tanyaku memastikan.
"Maaf untuk semuanya. Aku memilih Dia." Serasa ada sebuah batu besar yang dihempaskan dan mengenai hatiku.
Aku refleks memegang dadaku. Ada rasa yang menyeruak dari hatiku yang membuat mataku dipenuhi kabut.
Aku mencoba menguatkan hatiku dan mengerjap ngerjapkan mataku namun justru membuat luruh airmataku.
Jody lantas mendekatiku dan menyentuh lenganku namun segera kutepis.
"Berakhirkah semuanya?" pertanyaan yang bahkan tak membutuhkan jawaban karena jawaban itu sudah keluar dari bibirNya.
Aku mundur selangkah, sedikit menunduk lalu mengangkat sebelah tanganku, mengusapi airmata yang sudah tumpah.
Aku lantas mundur perlahan, dan mulai membalikkan tubuhku dan berjalan ke mobil Sky.
Tanpa kuduga, Jody mengikutiku dari belakang lalu memelukku dari belakang. Rasa yang tertahan akhirnya tumpah disana.
Aku menangis dalam diam. Aku hanya bisa merasakan sakitnya hatiku seperti tertusuk duri. Oh, bahkan duripun sepertinya tak cukup untuk luka seperti ini.
Aku membiarkan Jody memelukku, seperti ingin merasakan dekapannya untuk terakhir kalinya.
Bahkan, Aku dapat mendengar bisikan yang terucap dari bibir Jody. "Maaf.." hanya kata itu yang selalu Ia ucapkan.
Aku mulai menguatkan hatiku sendiri. Lalu perlahan melepaskan pelukan Jody, lantas mencoba berjala kembali.
Jody pun hanya berdiri dan melihatku berlalu dari hadapannya.
Kakiku serasa lemas bahkan seluruh persendianku serasa lemas, namun Aku berusaha menguatkan diriku untuk sampaj ke mobil Sky, membuka pintu mobil lalu segera masuk ke dalamnya.
Sky dan Andra lantas mengikutiku masuk ke dalam mobil dan Sky juga sudah mulai menyalakan mesin mobil dan mulai berjalan perlahan.
"Aku mau pulang." hanya itu yang Kuucap dengan perlahan bahkan hampir seperti berbisik. Namun, Sky memahami itu dan mengantarkan Aku pulang.
***
__ADS_1