Skala Perbandingan

Skala Perbandingan
Kelupaan


__ADS_3

Maybe you don't know me


Anymore than I know you


And I wouldn't blame you if


You walked away


I've been watching you on me


With the teardrops in your eyes


And it touches me much more


Than I can say


You know I'd hate to think that someone


Could have hurt someone like you


And if I was him


I'd be right by your side


Lay your troubles on my shoulders


Put your worries in my pocket


Rest your love on me awhile


Saw you in the corner


On the moment I walked in


Saw your lonely face


Across the room


No, I won't forget it


And the way it might have been


Why did you have to leave


So soon


You know I'd hate to think that someone


Could have loved you more than me


And at times like this


I'd be right by your side


How long must I wait


For the last train to be here?


And the last chance to know


Get to think that I was born too soon


How long, honey


When the loving don't come?


I was there when you left me


Just didn't know how to begin


Sedari tadi lagu ini yang terdengar di dalam mobil Sky. Dari Kita ke taman sampai pulang pun, hanya lagu ini yang diputar ulang dan terus diulang.


Kita memang telah kembali pulang dari taman itu. Dan, Aku kembali mendengar lagu ini.


Ingin bertanya, tapi sudahlah. Mungkin, Sky sangat menyukai lagu ini. Aku hanya mencoba mengingat liriknya.


"Makasih,Sky." sebelum turun dari mobilnya.


"Jangan lupa, siapkan jadwal untuk kita sebulan." jawabnya sambil tersenyum.


Aku tersenyum menanggapinya, lalu turun dan ketika kendaraannya hendak melaju, hanya lambaian tangan kuarahkan padanya.

__ADS_1


Terimakasih Sky untuk hari ini.


Hanya itu yang kuucap dalam hati sambil melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah.


Dan, astagaa!!! Aku menepuk jidat ku sendiri. Aku melupakan pesanan Bibi!


Aku berbalik, setengah berlari. Mencari toko sekitar rumahku, siapa tau ada pesanan Bibi.


Kuitari area pertokoan terdekat, dan hasilnya nihil. Tak ada yang jual.


Kenapa Aku bisa melupakan pesanan Bibi...


Akhirnya, Aku mencari ojek untuk dapat mencari ke tempat lain.


"Ke.." terdengar suara. Aku menoleh ke arah suara.Ternyata Andra.


"Hey...ngapain kamu di sini ? " tanyaku setelah Andra sudah dekat.


"Biasalah, jalan-jalan. Kamu sendiri, ngapain?" tanyanya.


"Aku lupa membelikan sesuatu buat Bibi Aku.Hmmm,,Ndra, bantu aku yaaa..." dengan sedikit memelas.


"Hmmm,,maunya kamu tuh.Ya sudah, naik." jawab Andra yang akhirnya Ia yang mengantarku keliling mencari pesanan Bibi.


*Makasih,Ndra." jawabku ketika sudah sampai di rumah dan juga sudah mendapatkan apa yang kucari.


"Hmmm...lain kali kalau lupa sebut namaku 3 kali Aku bakal datang membantu." dengan mimik yang menyebalkan.


"Sudah..sudah...pulang sana!" sambil mendorongnya.


"ckckckck..dasar wanita tak tau berterima kasih. Sudah ditolong, masih diusir juga." dengan mimik yang berpur-pura kesal.


"hehehehehe, terus mau apa coba?" tanyaku.


"Disuguhin minum kek, apa kek.." ngedumel sambil menggaruk belakang kepalanya.


"Aahhh,,,begituu rupanya..Ya sudah, masuk gih. Aku bikinin minum." lanjutku.


Andra sangat bersemangat sekali. Ia segera masuk namun memilih untuk duduk di depan rumah saja.


Aku segera ke dalam, menyimpan dulu pesanan Bibi lalu membuatkan Andra minuman.


"Nih...silahkan diminum." ketika sudah berada di depan.


Astaga Andra, ada apa dengan dirimu hari ini. Kamu terlihat berbeda dari biasanya.


"Memangnya mau makan?" tanyaku asal.


"Ada apa saja?" pertanyaan Andra membuatku sedikit terkejut.


Melihat caraku memandangnya, Andra tersenyum dengan masa bodohnya dan berkata lagi.


"Keluarkan semua yang bisa dimakan."


"Ndra, kamu kesambet apaan sih?" tanyaku sambil memegang jidat Andra. Tak panas.


"Huuhh,memangnya kenapa? gak boleh?" sewot jawabnya.


"Bukan gak boleh,Ndra. Bingung saja." menggaruk belakang telingaku.


"Ya sudah, ada yang bisa dimakan keluarkan saja. Aku masih ingin lama disini." jawaban Andra segera ku pahami.


Aku masuk, mengambil sedikit kembang goyang yang dipesan Bibi tadi,meletakannya di atas piring, lalu memberikan ke Andra.


"Ada apa sih?" tanyaku selidik.


"Gak!" sahutnya singkat.


Aku menoleh ke arahnya. Heran. Tak biasanya Andra seperti ini.


"Ada apa sih, Ndra?" mulai mengeluarkan jurus rengekan.


"Ish, mau nangis pun sudah Kubilang gak ada apa-apa!" tandas Andra.


"Tapi....." menggantung.


"Apa gak boleh Aku datang ke rumah mu?"


"Bukan begitu.."


"Lantas?"

__ADS_1


"Hmm....iyaa iyaaaaa..." menyerah dengannya.


"Baguslah." sambil mulut masih terus memasukan makanan.


Beberapa saat tercipta keheningan.


"Ndra.." membuka percakapan.


"Hmm..." masih berkutat dengan makanannya.


"Kamu gak liburan?"


"Libur." sahutnya acuh tak acuh.


"Iihhh,Andra!" sedikit marah.


"Lho, kan nanya yaa Aku jawab." jawab Andra masih acuh tak acuh.


"Maksudnya, kamu gak pergi liburan kemana kek.." jelas ku.


"Ooo....gak!" pendek saja.


"Trus,ngapain saja dirumah?"


"Maen."


"Issshhh, Andraaaaa..." kesal dengan jawabannya.


Andra memandangku bingung.


"Ada yang salah?" bertanya lagi seakan tak ada yang salah.


"Iyaa..iyaaa...gak ada yang salah."


"Ya sudah.."


Akhirnya, Aku memilih diam walau Aku tak menyangkal apa yang dikatakan Andra. Ya iyalah, liburan kalau dirumah mungkin seperti itu.


"Ndra..." tiba-tiba ada yang menyangkut di kepalaku.


"Apa lagii.." jawabnya malas.


"Ish..dengar dulu. Kamu gak ada tuh, niat buat jalan-jalan, atau plesir kemana..atau apalah." jiwa kepo melanda.


Andra memperbaiki Cara duduknya. Lalu menoleh kearah ku. Seperti ingin sebuah penjelasan.


"Ehh,Aku cuma nanya aja.."


"Hmmm..ada apa?" seperti tau apa maksud pertanyaanku.


"Gak ada."jawabku cepat.


"Ke..." sudah dalam posisi serius.


"Gak ada apa-apa, Andra. Aku hanya bertanya. Kalau kamu ada kegiatan apa kek, apa Aku boleh ikut?" tanyaku hati-hati.


"Hmmm....Aku tak tahu apa lagi yang terjadi padamu." sudah duduk sambil merebahkan kepala ke belakang ditopang kedua tangannya.


"Aku juga gak tau,Ke.Tapi, kalau Aku ingin, Aku pasti datang kok. Hmmm,apa ada sesuatu yang terjadi lagi,Ke?" tanya Andra.


Aku diam sesaat. Selama ini hanya Andra salah satu orang yang paling memahami diriku. Dan, juga orang yang paling tau keadaanku.


Merasa bersalah juga, seperti membuat Ia merasa was-was. Lagian, Jody juga sudah mengultimatum bahwa Ia tak mau lagi mendengar dari orang lain.


Tapi, Andra kan juga sahabat Aku. Aahh, aku bimbang.


"Ke..!" melihat diamku membuat Andra berpikir lain.


"Mmm,iya Ndra." mencoba membuat suasana biasa.


"Ada yang Aku gak tau?" selidiknya.


"Ooh, gak kok. Aku cuma bosan saja menghabiskan liburan di rumah.Jadi, kalau Kamu sendirian, bisa Aku temani. Yaa..yaaa.." mencoba meyakinkan Andra.


"Hmmm..oke deh. Atau, perlukah Aku datang setiap hari?" masih penuh selidik.


"Ehh,ga usaahh, ga usaah.."


"Hmmmm,Ke!" sepertinya jawabanku semakin menyiratkan sesuatu hal.


Aahh, Andra...Kamu lebih tau tentang Aku ketimbang yang lain.

__ADS_1


***


__ADS_2