Skala Perbandingan

Skala Perbandingan
Ternodai


__ADS_3

Aku memandang Sky dengan hati tak menentu.Terlihat sangat sangar,tapi Aku yakin didalam hatinya tidaklah seperti itu.Ada sesuatu dari dalam dirinya,entah.Aku tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.Namun,Aku merasa Sky saat ini terlihat seperti seorang yang berusaha menahan 'sebuah gejolak yang tak nampak' pada dirinya.


Aku ingin menenangkan nya,namun ketakutan ku melebihi tuk saat ini.Sky masih tetap meremas rambutnya,dengan wajah marah namun ada kesedihan disana.Entahlah,Ada apa dengan diri dan sikapnya.Lantas.


"Sky,pulanglah." itu kata yang keluar dari mulutku.Sky tak bereaksi.Aku mengangkat tangan kiriku lantas memegang bahunya.


"Lebih baik kamu pulang." kataku lagi. Seketika Sky terdiam. Sedetik kemudian,Sky mengangkat kepalanya memalingkan ke arahku,tangannya sigap mengambil tangan kiri ku menggenggam dengan kedua tangannya dan berkata,"Kamu mau kan jadi kekasihku? Ya?" Kaget dengan ucapannya,aku refleks menarik tangan kiriku berusaha melepasnya.Namun,Sky menahan dengan sangat kuat dengan kedua tangannya.Ia lantas berdiri berputar dan tepat berada di depanku.Aku menelan salivaku.


"Apa yang ingin kau lakukan,Sky?" kalimat ku terdengar seperti orang yang sudah ketakutan.Sky tersenyum.Entah seperti apa senyumannya saat ini,tapi justru menambah ketakutan ku.


"Sky,jangan berlaku bodoh!Lepaskan tanganku!" sambil berusaha melepaskan.Namun,pegangannya semakin erat dan semakin Ia berjalan maju ke tempat dudukku lantas menunduk.Aku tak bisa kemana-mana.Tangan kananku berusaha menolak namun apa daya Aku yang sedang terduduk bahkan tak memiliki kekuatan.Sky merapatkan tubuhnya padaku dengan tetap menahan tubuhku agar tidak beranjak dari tempat duduk.Ketakutan semakin merayap.Belati itu ada di sudut kursi sebelah kursiku,namun dengan cara apa Aku mengambilnya.Sky tersenyum memandang ku,lalu Ia menunduk mendekati ku,dengan sebelah tangannya memegang daguku dan mengangkatnya ke atas.Aku berontak namun kursi sofa kecil itu bahkan menyulitkan Aku untuk bergerak.


"Kamu sangat cantik,Ke." ucapnya setengah berbisik namun Aku mendengar seperti bisikan setan.


"Le..lepas,Sky.Kumohon.." air mataku tak sadar mengalir.Tubuhku mulai bereaksi memberikan getaran ketakutan yang sangat besar.


"Tolong,Sky.Lepaskan aku." sudah mulai terisak.Sky mengangkat tangannya dengan jarinya mengusap air mata ku lalu diusapkan di bibirnya.


"Aku mengingkanmu,Meiske." Sky semakin berbisik mendekat lantas berusaha mencium bibirku.


Dengan kekuatan yang ada,Aku berontak.Namun,Sky mengapit diriku sangat kuat.Dan,semakin Aku memberontak,semakin kuat pula Ia mencengkram diriku.

__ADS_1


"Sky,,jangaannn...Kumoohoonnn..." Aku sudah menangis."To...." Kataku terhenti saat Sky sudah ******* habis bibirku dengan napasnya yang memburu.Lantas,dengan sebelah tangannya mulai menggerayangi tubuhku.


"Skyyyy,,,,cukuuppp....cukkuuuppp.." Aku menggeliat berusaha dengan sisa kekuatanku.


"Skyyyyy...."tangis ku pecah.


Dan,Aku merasa Dia berhenti.Tanganku lalu dilepaskan,Ia memperbaiki rambutku dan lalu memelukku.Namun,Aku memberontak yang membuat Sky terjatuh ke belakang.Aku lantas berdiri,namun lututku bergetar hebat.Aku meraih belati yang ada disamping,lalu kuarahkan kepadanya.Sky tersenyum padaku dan berkata,"Apa yang ingin kau lakukan padaku,lakukanlah."


Dengan tangan bergetar dan napas yang mulai tak beraturan Aku hanya mampu mengucapkan 1 kata,"Pergi!"


Tiiiiittt.ttiiiiiiitttttt......


Terdengar bunyi klakson mobil dari arah luar.Aku yang kaget dengan suara tersebut,menoleh ke luar dan saat itu juga Sky merampas belati dari genggamanku dan langsung berlari keluar dari pintu depan.


"Ke,...Meiskeee.." teriakan itu.Suara itu.Aku mengenalnya.Itu suara Andra.Namun,Aku tak mampu berdiri.Aku masih bersimpuh di lantai dengan tubuh masih bergetar dan isak tangis.


Andra sampai di depan pintu rumah.Ketika melihatku seperti itu,spontan Ia masuk ke dalam,"Ke,apa yang terjadi?Kamu kenapa,Ke?" tanyanya.Lalu mencoba membangunkan Aku.Namun,Andra tidak sendirian.Aku yang bahkan tidak melihatnya merasakan ada tangan orang lain yang membantuku berdiri.


"Ke,ada apa ini?" Andra masih bertanya sambil Ia dan siapakah yang di sebelah ku menuntunku untuk duduk di kursi.Sampai Aku di kursi,didudukannya Aku disana. Andra memperbaiki rambutku yang berantakan.Dan,ternyata memang Andra tak sendirian.Dia bersama.......Jody.


"Ke,apa yang terjadi,Ke?" Jody bersuara saat Aku sudah duduk.Aku tak berbicara.Hanya air mataku masih mengalir keluar.

__ADS_1


"Sebentar,aku ambilkan air dulu." Jody berdiri lalu berjalan kebelakang untuk mengambil air,sementara Andra masih disamping mencoba menenangkan ku.


"Ke,apa yang terjadi?" Andra bertanya perlahan.Aku masih diam namun menggeleng.


1 menit berlalu kulihat Jody datang dari arah belakang membawa segelas air putih.Lalu berjongkok di depanku,menyodorkan segelas air padaku."Minumlah,Ke." pintanya.


Aku meraih gelas itu,meminumnya sampai habis seperti orang kehausan.Aku merasa napasku kembali normal.Aku berusaha menarik napas dalam dan mengeluarkannya.Mencoba menenangkan diri sendiri.


"Sudah baikan? Jody bertanya lagi.Aku mengangguk.


"Ingin bercerita apa yabg terjadi?" tanya Jody lagi.Aku menggeleng diam.Jody menghembuskan napasnya kuat-kuat lalu memandang Andra.


"Ya sudah,jika kau tak mau bercerita dulu tidak apa-apa.Tenangkan dirimu dulu." kata Andra.Andra duduk di sebelah ku sementara Jody masih berjongkok di depanku,memegang tanganku seolah memberi rasa aman.


----------------------------------------


Hai gaaeesssss,,,udah up lagee yaaa...


tungguin terus episode selanjutnya yaakk..


saran kritik aku tunggu..

__ADS_1


so,,see u next eps..


😉😉😉


__ADS_2