
Entah apa yang Kurasakan saat ini,namun Aku ingin sekali menjaga Meiske.Apa ini yang namanya Cinta?
Setiap berada di dekatnya,serasa tak mau menjauh.Setiap Aku jauh,Aku memikirkannya.
Aahhhhhhh,,,perasaan ini sungguh menyiksa.
Aku ingin sekali mengungkapkannya.Namun,apakah Ia menerima ku?Aku terlampau takut jika ditolak olehnya.Hati,pikiran,perasaan ini terlalu kuat untuk Meiske.Hanya Meiske.
Aku sudah mengenal Meiske sejak SMP.Meskipun Ia tak pernah tau.Kita beda sekolah namun berdekatan.
Aku sering melihatnya ketika keluar sekolah.Memujanya dari kejauhan.Dulu,Aku memujanya.Namun,sekarang saat berada dekat dengannya,rasa ini semakin kuat.
Ketakutan ku inilah yang membuat Aku sampai sekarang tak pernah mengatakan apapun pada Meiske.
Hanya Andra.
Andra bersedia tutup mulut walau sering Ia memintaku untuk mengungkapkannya.Tidak!Aku belum berani.
Aku hanya menunjukkan perasaanku kepadanya lewat tindakanku saja.Mudah mudahan Ia mengerti apa maksud dari semua perbuatanku.
Tapi,mengapa saat Ia ada masalah Ia enggan menceritakannya padaku? Aku tau Ia menceritakan masalahnya kepada Andra.
Aku tak mau.Aku mau Ia juga menceritakan semuanya padaku.Hanya padaku.Tapu,mengapa Ia bercerita pada Andra? Apa Ia lebih percaya pada Andra ketimbang Aku?
Aku pun tak pernah mencari tau apa yang diceritakan kepada Andra.Karena,Aku menginginkan Ia bercerita kepadaku.
Aku akan menunggu saat itu.
Dan,saat Aku mengikuti Ia ke tempat pamannya,sebenarnya Aku sudah ingin mengungkapkannya.
Namun,ketika berada di dekatnya,rasanya semua ketakutanku bertambah dua kali lipat lebih besar dari sebelumnya.
__ADS_1
Sampai ketika Aku tanpa sengaja mengecup keningnya.Hal yang selama ini Aku inginkan.Tapi,setelah mencium keningnya,malah semakin besar rasa takut itu.
Apakah Ia marah padaku? mengapa Ia hanya diam saja? mengapa Ia tidak menanggapi itu? mengapa Ia terkesan cuek dan acuh tak acuh?
Rasa itu sungguh menyiksaku.Dan,saat dimana Ia minta untuk segera pulang ke rumahnya,Aku merasa seperti ditolak mentah mentah.
Tapi,kenapa sikapnya seolah Ia peduli?
Aaahhhhhh,,,,,,,Aku tersiksa dengan perasaan ini.
Sampai pada saat sudah dirumahnya Ia bahkan mengatakan kata maaf berulang ulang padaku,padahal Ia tak pernah berbuat salah sedikitpun.Dan lagi,Aku tau Ia paling takut untuk sendirian di rumah.
Mengapa,Ke? Mengapa?
Apa kata maaf darimu adalah pertanda jika Kamu menolak perhatianku selama ini,Ke?
Apakah Kamu mengabaikan Aku?
Apakah Kamu tidak mempunyai perasaan sedikitpun dengan semua ini?
***
Aku sudah menuju ke mobil dan Aku tak mendengar sepatah katapun terucap dari bibir nya.
Bibir merah merekah membuat Aku kehilangan kendali saat menatapnya.
Ke,,,kenapa Kau tak memanggilku kembali...
Sesalku dalam hati.
Aku melangkah gontai menuju mobilku,masih kucoba menengok ke arahnya,namun Ia sama sekali tak bereaksi.
__ADS_1
Bahkan,Ia hanya menatapku saja.
Kunyalakan mesin mobilku,namun Aku enggan berlalu.Masih kucoba melihatnya dari dalam mobilku.
Nihil.
Aku menggelengkan kepala.Seperti seorang yang kalah perang Aku melakukan kendaraan ku perlahan.Seperti menanti sebuah keajaiban.
Namun,sampai mobilku tak bisa lagi dilihat olehnya,Ia tak jua bersuara.Tetap berdiri di pintu.
Meiske,Hatiku sakiittt....
Aku melakukan kendaraan ku membelah jalanan kota.Pikiranku kalut dan Aku memutuskan untuk tidak segera pulang ke rumah.
Aku hanya berputar putar mengelilingi jalan raya.Sesekali berhenti.Berpikir sejenak.Lalu melakukan lagi mobilku.
Seperti orang gila.
Aku berakhir ke tempat yang paling Aku sukai.Pantai.
Disana Aku hanya duduk di mobil dengan hanya membuka pintu dan menikmati hembusan angin laut menerpa diriku.
Mataku terpejam mengingat kembali kejadian tadi.
Semenit,dua menit,sampai setengah jam Aku berada pada posisi ini.
Aku terkejut ketika ada getaran di saku celanaku.Kubuka mata perlahan dan merogoh saku celanaku,mengeluarkan ponselku.
Kulihat nama penelepon tersebut.Terperanjat dari dudukku dan langsung menerimanya tak sampai pada bunyi yang ketiga.
--------------------------------------------
__ADS_1
up lagi ya gaaeessss....
😉😉😉