Skala Perbandingan

Skala Perbandingan
Perasaan yang Tak menentu


__ADS_3

Dan,benar saja..


Baru 15 menit Aku duduk disini,Aku melihat keajaiban.


Bagaimana tidak! Mobil Jody berhenti di depan rumahku.Aku sampai mengucek ngucek mataku yang kupikir salah lihat.


Benar,itu mobil Jody.


Ngapain lagi Dia kemari.Udah tengah malam juga..


Tapi,aku mencoba tenang.Kulihat,Ia turun dari mobilnya dengan membawa banyak tas.


Tas? belanjaan? Eh,apa Dia tau kalau Aku.......


Tak ku lanjutkan pikiranku,berhubung Jody sudah ada tepat di depan ku.


"Mulutnya ditutup dong,Kayak gak pernah liat Aku,yaa.." ledeknya mengagetkanku.


Aku segera berpaling ke arah lain dan merutuki kebodohanku sendiri.


"Masuk,yuukk..Ga baek lho,anak gadis Tengah malam masih diluar rumah." katanya lagi.


"Ish,ga baek juga tengah malam bertamu di rumah orang!" jawabku ketus.


Kulihat Jody tertawa..


Apa coba yang Ia tertawakan....


Namun,Aku juga segera masuk ke dalam rumah dan Jody juga mengikutiku masuk ke dalam.


"Eh,ngapain?" tanyaku ketika kulihat Jody juga masuk.


"Masak tamu dibiarkan diluar.Dingin,tau!" jawabnya asal sambil tersenyum.


Oh,demi apapun,jangan tersenyum seperti itu.....


Aku berpaling menghindari tatapannya dan duduk di sudut kursi.


"Apa itu?" tanyaku ketika Jody meletakkan banyak tas belanjaan.


"Makanan." jawabnya singkat.


"Se..semuanya makanan?" tanyaku sambil menelan salivaku.


Jody mengangguk mengiyakan.Aku tanpa sadar sudah membasahi bibirku dengan lidahku.Rasa lapar sungguh membuatku lupa diri.

__ADS_1


Jody yang melihat reaksi ku,tersenyum.


"Tapi,bukan untuk kamu." katanya lagi membuat Aku mengerutkan kening ku.


"Lha,terus??" tak mau bertanya panjang lebar.


"Aku cuma kebetulan lewat dan melihat Kamu masih duduk di teras,jadi Aku datang hanya untuk memberitahukan kalau tadi Kakak Sandra telpon Aku,katanya Handphone mu ketinggalan disana." kata Jody lagi.


Lalu,Ia bangkit berdiri,keluar dengan membawa semua tas itu.


"Eh...." Aku hendak menahannya,tapi malu juga kalau makanan itu bukan untuk Aku.


"Kenapa,Ke." tanya Jody seolah olah Ia hendak keluar.


"Mmmm.....gak kok." kataku tapi kaki dan tanganku sudah sibuk menggaruk,menyilang bahkan menekan nekan ujung lantai.


Jody melihat gerakan tambahan yang Aku buat.Sungguh membuatnya tersenyum bahkan tertawa.


"Kenapa?" tanyaku seakan marah dengan mata membesar.


"Ga kok.." Jody seperti membalas perkataanku tadi.


"Yawdah,Aku pulang,yaa.." Katanya lagi dengan senyum yang semakin lebar.


"Apa sih,Ke.Ada yang ingin Kamu tanyakan? atau,ada yang ingin Kamu bicarakan? Ga baik lho memendam perasaan." lagi Jody berbicara bahkan sambil tersenyum.


"Mmmm..Jo...mmm..." tanganku sudah menggaruk belakang kepalaku,rambut,pipi bahkan gerak tubuhku sudah tak bisa diajak kompromi.


"Hahahahahaahhaa......" Jody sudah tertawa melihat gerak gerik tubuhku.


Ia maju mendekat,kembali mengecup kening ku sambil tetap tertawa.


"Ke,...Ke...Kamu mirip ulet bulu..Kalau Kamu begini terus,Aku bahkan akan lebih sering menciummu." katanya lagi yang membuat Aku sudah seperti patung.


"Sudahlah,gak usah dibahas" Jody seperti mengalihkan pembicaraannya.


"Makanan ini memang Aku khusus beli buatmu,Ke.Kakakmu juga yang pesen tadi.Jadi,Makan gih.." sambil membelai rambutku.


Aku yang sudah kelaparan,tak lagi memperdulikan sikap aneh dari Jody.


Aaahhhh,yang penting makan dulu...


Tanganku sudah hendak membuka tas tas itu sebelum tanganku dipukul oleh Jody.


Aku berpaling ke arahnya.Kenapaaaa

__ADS_1


Kulihat,Ia sudah memegang sesuatu.Aku bangkit berdiri,dan melihat apa yang dipegangnya.


"Minum ini dulu sebelum makan." katanya sambil menyodorkan minuman itu kepadaku.


Aku lantas meminumnya.Ternyata,minuman seperti wedang jahe.


Aaahhhhh,Jody perhatianmu membuatku selalu salah menilai semuanya.


Setelah minum Aku langsung menyerbu makanan yang ada di atas meja.


Sementara,Jody duduk menatapku dengan senyum menghiasi bibirnya.


Aku memakannya dengan sangat lahap,bahkan tak lagi Ku peduli kan diriku yang belepotan dimana mana.


Jody lantas mengambil tisu,menghampiriku,Ia yang sedang membelakangiku dan Aku yabg sedang duduk di lantai.


Jody berjongkok hendak membalikkan badanku,Aku sudah berbalik duluan untuk mengambil tisu yang memang letaknya disamping Jody.


Dan,pandangan kita bertemu dengan jarak yang sangat dekat.


Aku tertegun.Bahkan,seperti patung.Melihat sungguh dari dekat wajah Jody.


Jody pun begitu.Ia sedikit kaget dengan kejadian itu,namun Ia sungguh bisa mengendalikan dirinya.


Ia tersenyum,lalu mengusapi tisu itu ke sudut bibirku.


Merah padam wajahku saat itu yang tak bisa ku sembunyikan.Aku hanya menelan salivaku.


Selesai membersihkan wajahku,Ia lantas berdiri lalu berlalu dari hadapanku.


Aku merasa seperti orang bodoh yang mengharapkan sesuatu yang lebih dari Jody.


Sementara Jody yang menuju ke tempat sampah di belakang sudut rumahku,ternyata melakukan hal yang sama.


Menetralkan perasaannya yang sudah kemana mana.


Aku berbalik kembali melihat makanan yang ada di depanku.Serasa tak lagi ingin memakannya.


Jo,,Kamu membuatku gilaaa...


Sementara Jody dibelakang sudah menundukkan kepala dengan kepala bertumpu pada lengan yang Ia naikkan di tembok rumahku.


Ke,,kamu membuatku gilaaa...


--------------------------------------------

__ADS_1


__ADS_2