
Ternyata Jody.Andra tersenyum melihatku,memberikan kode dengan kepala dan matanya.Aku mendekat ke arah Jody dengan hati ga karuan.
Gimana caranya biar Andra ga memberikan surat itu sekarang,yaa..
Aku menatap lekat Andra yang sudah kembali turun dari motornya dan menuju ke Jody.Aku menggigit bibir bawahku perlahan.Jody yang melihat ulahku mengernyitkan dahinya dan menoleh ke arah Andra.Sementara,Andra yang sedang melangkah tak melihat ke arahku sama sekali.
Saat Andra sudah sangat dekat,Aku lantas berjalan ke arah Andra,memegang lengannya dan sedikit menarik.
"Ndra,bukannya Kamu mau balik cepat ke rumah,ya?" kataku.
"Eh,Kapan?" tanyanya.Aku sudah menginjak sepatunya.Ia mendelik ke arahku.
Aku sedikit melotot ke arahnya,namun Andra sama sekali tak merespon dengan baik.
"Apa sih?" ulang Andra.
"Ada apa dengan Kalian berdua? Apa yang kalian sembunyikan dariku?" Jody sudah bersuara dengan nada terdengar tidak nyaman.
"Eh,gapapa kok." Aku langsung menjawab cepat.
"Oohhh,itu....Meiske mau..." belum sempat Andra melanjutkan kalimatnya,Aku sudah menutup mulutnya,menarik Andra ke belakang.
"Eh,iya Aku dan Andra mau ke toko buku dekat sini.Andra bilang Dia bingung dengan buku yang mau dibeli makanya Dia minta Aku untuk menemaninya.Ya kan?" Aku memutar otak secepat kilat dan Kuangkat kedua alisku sementara Andra kebingungan.
Jody yang melihat ulahku hanya bisa menghela napasnya,kembali menuju ke mobilnya.
"Ya sudah." Jody sudah menyalakan mobil dan berjalan meninggalkan Aku dan Andra.
"Tuh kan,Jody pergi.Kamu gimana sih?" Andra sudah melotot ke arahku.
"Aku gak mau kamu menyerahkan surat itu ketika Aku ada.Kalau Jody sampai tahu,gimana perasaannya?pasti Ia semakin marah padaku,bukan?" Andra hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan ku.
"Aku kadang bingung dengan mu,Ke." Aku tak peduli.Aku sudah mendorong Andra kembali ke motornya.
Andra hanya menyeret langkah menuju motornya.
"Haaahhh,Aku bakalan dimarahi Jody gara gara Kamu." sambil Andra menghidupkan motornya.
Aku menaiki motornya dan Andra mengantar ku sampai depan rumah.
"Inget,belikan amplop." kataku saat sudah turun dari motor.
"Iyaa iyaaa..rese." kata Andra dan sudah melajukan kembali motornya.
Aku melangkah memasuki rumah.Ku lirik sedikit,ternyata sedari tadi mobil Jody mengikuti Aku dan Andra dari belakang.Aku menghela napas lalu masuk ke dalam rumah.
**
__ADS_1
Aku sungguh tak tahu apa yang terjadi kala Andra memberikan surat itu kepada Jody.Entah,apa reaksinya nanti.Namun,Aku yang akhirnya terbeban.
Aku tak ingin Jody merasa asing terhadapku.Ataukah,lebih buruk? aahhh,,Aku bahkan tak mau membayangkannya.
Aku takut jika Jody berubah sikap terhadapku.Aku takut jika apa yang terjadi membuatnya menjauh dariku.
Ahhh,Aku takut menghadapi semua itu.
**
Keeseokan hari,serasa enggan untuk pergi sekolah.Tapi,biarlah apa yang terjadi,terjadilah.
Aku yang sedang berpakaian tiba tiba Kak Sandra mengetuk pintu.
"Ke,Jody menunggu di depan." sahutnya.
Aku terkejut.
Kenapa Ia datang sepagi ini.Aahhh,,,apa surat sudah dibacanya. Aahhhh,apa yang harus Aku lakukan...
Aku hanya mondar mandir dalam kamarku.Tak tahu harus keluar atau apa.
"Ke,ngapain aja.Buruan,ntar telat ke sekolah." teriak Kak Sandra.
"Iyaa,,iyaaa..." jawabku cepat namun Aku tetap belum beranjak dari kamar.
"Apaan sih Kak,Kaget tau!" kataku yang diikuti tepukan pelan di dadaku.
"Kamu berencana bolos sekolah hari ini?" dengan nada yang sudah sedikit meninggi dan kepala yang sedikit dimajukan ke depan.
"Eh,apaannn sih Kak?" sedikit Kumundurkan badanku ke belakang.
"Tuh,Jody udah nunggu daritadi.Kalau mau bolos,jangan ajak orang lain juga!" ketus Ia berkata kepadaku.
"Siapa yang mau bolos sih?" jawabku lagi.
"Liat udah jam berapaaa? ngapain aja di kamar? ga biasanya Kamu begini."matanya sudah memutar dengan pandangan dari atas ke bawah.Menyelidiki.
Aku lantas sedikit mundur,lalu melengos pergi dari sampingnya.Secepat kilat sebelum Aku diinterogasi lebih banyak lagi.
Aku sedikit menoleh ke arah jam dinding.Astaga! jarum jam sudah menunjukkan pukul 07.15
****** Aku! Ini bukan lagi telat,tapi emang bolos.
Aku melangkah gontai ke ruang depan.Tak ada lagi daya untuk kesekolah.Sekalipun dengan mobil,otomatis bakalan terlambat.
Ahhh,kasian Jody gara gara Aku Ia juga harus tidak masuk sekolah hari ini.
__ADS_1
Sampai di depan rumah,Aku tersentak dengan penampilan Jody.Ia justru tidak memakai pakaian seragam.
Eehhh,,,apa memang Jody berencana untuk tidak kesekolah...
Aku duduk berhadapan dengan nya.Ia hanya diam memandangku namun seperti meminta penjelasan yang banyak kepadaku lewat tatapannya.
Aku kikuk sendiri.Entah apa yang harus Aku bicarakan.Aku menelan salivaku perlahan dengan pandangan mataku berputar ke sana kemari.
Aahhh,,Aku harus memulai percakapan ini..
Eh,Jo Aku mau ke sekolah.Anterin Aku ya? Telat nih.." berpura pura Aku.
Ia mengangkat kepala memandang ku,lantas mengangkat sebelah tangan kedepan dan melihat jam tangannya.Lalu,menunjukkannya padaku.
Aku menelan salivaku kembali.Jody membuatku sungguh tak berkutik dengan apa yang dilakukannya.
Aku meremas rokku,menggigit bibirku.
"Tapi,nanti Mama...." belum selesai Aku bicara,Jody sudah bangun dari duduknya.
"Eh..." Aku juga lantas berdiri,mengambil tasku dan lantas mengikuti Jody.
"Kak,Aku berangkaaaatttttt." teriakku.
Dan,sampailah Kita di dalam mobil.Jody tetap diam dan melakukan mobilnya,sementara Aku yang bingung sendiri entah mau bicara apa.
Kakiku sedari tadi bergerak,kepalaku juga menengok kiri kanan juga bibirku yang terus kugigit.
Jody malah tak melajukan mobil ke arah sekolah,malah menuju ke arah yang lain.
"Eh,Kita mau kemana?" tanyaku ketika Jody melajukan mobil ke arah berbeda.
"Ke rumah ku!Gak usah khawatir.Tadi pagi,guru menelepon untuk Aku mengikuti seminar di sekolah sebelah dan Aku meminta Kamu juga ikut.Jadi,Kita berdua sudah diberi izin."
"Ah,baiklah.Tapi,Kamu....? pakaianmu...?" tanyaku dengan menunjuk ke arah pakaian yang dikenakan Jody.
"Aku memang sengaja belum memakai seragam karena seminar dilaksanakan pukul 09.00 pagi dan ini masih pukul 07.30.Jadi,Kita kerumahku dulu biar Aku mengganti pakaianku."
"Oo..." hanya itu jawaban yang keluar dari mulutku.
Aku dan Jody kembali terdiam tanpa bicara.Aku mengatur napasku.
Masih tersisa satu setengah jam menunggu.Apa yang harus Aku lakukan...
Memperbaiki rambutku,merapikan bajuku mungkin itu alasan tubuhku untuk menghindari Aku yang sudah tak tahu mau berbuat apa.
Dan,tiba tiba mobil berhenti mendadak di sebuah jalanan sepi.Aku menelan saliva serasa tenggorokanku menjadi kering.
__ADS_1
-----------------------+--------------------