
Aku menggigit bibirku kuat. Kepalaku serasa mau pecah. Sky dan Jody? OMG Aku bahkan tak sanggup untuk berandai-andai.
"Hey, kenapa..?" masih seperti orang dungu yang tak paham apa yang terjadi.
"Sky, sudah kubilang bukan saatnya bercanda!" sangat serius.
"Hahahahaha..Kaget kah?" sambil mendelikkan matanya.
"Jadi, kamu tau selama ini......?"
"Ya, Aku sudah tau sejak lama!" jawabnya tanpa menunggu pertanyaanku.
"Lalu? kenapa?" Aku tak sanggup menjelaskan.
"Aku pernah bilang sama Kamu. Suatu saat..!" tanpa merasa bersalah.
Aku menutup mataku,menghela napas dalam dan mengeluarkan perlahan.
Lantas, Aku berbalik hendak pergi.
"Kemana?" Sky menahanku dengan menggenggam lenganku.
Namun, tak kujawab tapi dengan sedikit hentakan terlepas juga pegangannya.
Aku setengah berlari menuju ke jalan raya. Aku tak sanggup bertemu mereka berdua lagi.
Sky hanya menatapku yang berlari menjauhinya. Dan, Ia hanya mampu mendengus kesal.
Aku berlari semakin cepat dan mengambil arah yang berbeda dengan arah masuk Jody.
Aku tak mau bertemu dengannya. Biarkan Jody mengetahuinya sendiri.
Semakin jauh Aku berlari, semakin jauh dari tempat itu. Seketika Aku tersadar kalau Aku tak membawa apa-apa.
Bahkan, uangpun tak ada sedangkan tempat Sky cukup jauh dari rumahku.
Aku berhenti. Lalu, menatap jalan yang kulewati tadi.
Gara-gara menghindari Jody, Aku mengambil arah yang malah semakin jauh dari rumahku.
Dan parahnya, Aku tidak begitu mengenal tempat ini.
Aku menelan salivaku, menggigit bibirku, meremas jariku pertanda kepanikan menyelimutiku.
Aku bahkan tak tahu arah jalan pulang. Bagaimana ini...!!!
Aku mendapati sebuah taman di seberang jalan. Aku melangkah menuju ke arah sana lalu segera duduk di taman itu. Sedikit mengatasi kelelahanku.
Waktu menunjukkan pukul 06.00 sore dan cahaya matahari diganti dengan cahaya lampu dari taman ini.
Aku melihat seorang ibu yang sedang berjalan melewati taman ini.
Aku menuju ke arahnya.
"Maaf bu, numpang tanya.Arah ke Sma Gita Bahana sebelah mana ya bu?" tanyaku.
Aku menanyakan alamat Sma ku sebab jika Aku menanyakan alamat rumahku Aku yakin banyak yang tidak mengetahuinya.
"Anak mau ngapain malam-malam kesana?" tanyanya.
"Eh, gapapa Bu. Hanya mau ke tempat dekat Sma tersebut." jawabku.
"Waahh, jauh nak dari sini. Besok saja baru kesana. Lagian, malam begini kalau pake taksi sendirian bahaya lho nak. Jalannya ke arah sana." si Ibu menjelaskan yang membuat Aku sedikit gemetar.
__ADS_1
"Makasih Bu.." jawabku lalu segera pamit.
Aku berjalan kembali ke tempat sebelumnya dan mencoba menguatkan diriku sendiri.
Ke harus kuat. Ke bisa kembali pulang ke rumah.
Kalimat itu yang selalu kuucap dalam hatiku sambil terus berjalan.
***
Di tempat Sky.
Sky yang melihat Meiske berlari menjauhinya hanya mampu memandang saja.
Ada rasa ingin menuju kesana, namun kakinya serasa berat untuk melangkah mengingat Ia tau apa tujuan Meiske datang ke tempatnya.
Yah, dari siang tadi Sky sudah tau kalau Jody ingin menjemputnya untuk bertemu dengan mereka, namun Sky yang menolak.
Bukan tanpa alasan. Mamanya sudah meninggalkan Ia sangat lama dan Sky juga sudah terbiasa dengan kehidupannya yang sendiri.
Terlebih, saat ini antara dirinya dan Jody sedang mengejar cinta yang sama.
MEISKE
Nama itu yang selalu diingat Sky. Mengingat Meiske adalah kesenangan tersendiri bagi Sky.
Dan, ternyata saudara tirinya juga mencintainya. Dan bahkan mungkin sudah menjadi kekasihnya.
Sky menggeram tentang itu. Ia juga ingin mendapat cinta dari Meiske. Ia juga ingin menyayangi Meiske.
Tapi, apa sekarang penilaian Meiske padanya berubah? terlebih saat Meiske tau kalau Ia dan Jody saudara tiri?
Sky *******-***** rambutnya.Kesal, amarah bahkan sesak yang ada di dadanya tak sanggup Ia perbuat.
***
Lalu, Ia segera keluar dan berjalan menuju apartemen tersebut.
Dan ketika Jody menuju ke apartemen itu, dari jauh Ia melihat sosok Sky ada disana.
Hmmmm, mengapa Sky ada disini? apa ia bertemu Meiske?
Pertanyaan muncul begitu saja di kepala Jody lantas Jody sudah kelihatan menengok kiri dan kanan mencari keberadaan Meiske.
Meiske menuju kemana? mengguman dalam hati.
***
Sky melihat Jody dari jauh yang menuju ke tempatnya.
Awalnya, Ia terlihat mengepalkan tangannya kuat. Namun, saat Ia melihat Jody yang seperti swdang mencari seseorang, seketika itu juga sadar kalau Meiske sedang tidak bersama Jody.
Sky lantas berjalan mendekati Jody. Jody yang merasa kurang nyaman dengan Sky mencoba menghindar.
"Jody!" panggil Sky tegas dan sedikit berteriak.
Jody kaget dan segera menoleh ke arah Sky dan hanya bertanya lewat tatapan mata.
"Dimana Meiske?" lagi Sky bertanya.
Jody mengerutkan keningnya lalu mendekati Sky.
"Kamu tau Aku bersama Meiske?" tanya Jody ketika sudah berada di depan Sky.
__ADS_1
"Ya! Mana Dia?" tanya Sky lagi.
Jody lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling.
"Kamu tidak bersamanya?" masih Sky bertanya
Jody hanya menggeleng."Tadi Aku sedang mencari parkiran dan Meiske meminta untuk turun duluan."
"Aku tau itu. Maksud Aku, apa Kamu tidak melihatnya disana?"
"Hah? disana? bukannya tadi........Hmmmm..apa yang Kamu lakukan dengannya?" Jody sudah mendekati Sky dan memegang baju Sky.
"Aku bertemu Dia disini. Tapi setelah itu Ia pergi!" Sky menjelaskan.
"Apa yang Kamu lakukan sampai Ia pergi hah?" sudah menaikkan intonasinya.
" Aku hanya menjelaskan!"
"Menjelaskan soal apa?"
"Soal KITA!" Sky lantas dengan kasar melepaskan pegangan Jody di bajunya.
"Kita?" sedikit bingung dan ingin dijelaskan.
"Ya! soal Kamu mencari Aku atas permintaan Mama!"
Jody yang sangat kaget dengan apa yang dibicarakan Sky sedikit mundur ke belakang.
"Jadi....? Kitaa.....?" tak sanggup mengatakan lebih lanjut.
"Ya! Aku saudara tirimu yang sedang kau cari!"
"Apaa? jadi Kau sudah mengetahui sebelumnya?"
"Ya!" jawab Sky singkat.
"Mengapa tidak memberitahuku? Kenapa harus Aku yang mencarimu?"
"Aku tidak pernah menyuruhmu mencariku dan juga Aku tak pernah ingin diketahui olehmu! Aku sudah hidup sendiri selama ini. Jadi, jangan oernah berharap untuk masuk ke dalam hidupku!"
"Kau....!!" tak bisa berkata-kata lagi.
"Berhenti dengan pertanyaaanmu. Sekarang dimana Meiske?" tanya Sky.
"Mana Aku tau? Kamu kan yang sedang bersama dengannya!" sedikit mendorong tubuh Sky dengan kedua tangannya.
Sky tak peduli dengan tindakan Jody. Ia segera berbalik menuju ke dalam apartemen.
"Hey..Kau..!" mengikuti Sky dari belakang.
"Diam!! sekarang lebih baik Kita fokus mencari Meiske. Aku takut Ia kenapa-napa!"
Ah iyaa..Aku harus mencari Meiske.
Jody yang hendak berpaling menuju ke arah mobilnya tiba-tiba ditarik Sky.
"Hey..ada apa?"
" Mobilku lebih dekat daripada mobilmu. Lagian, Kita bisa mencarinya bersama." ujar Sky.
Jody akhirnya mengikuti Sky dengan mobil Sky mencari Meiske.
***
__ADS_1