
Sebulan sudah aku berada si sekolah ini.Sudah paham betul sedikit karakter sahabat dan teman kelasku.
Hari yang baru.Hari ini aku datang sedikit kepagian.Entah,mungkin lagi semangat yaa.
"Pagi Ke."
"Eh,," kaget aku disapa K Yudi.ada apa nih pagi-pagi K Yudi nyamperin aku.
"ada apa ka?"
"Aku bisa minta bantuan kamu gak?
Wahh,tumben K Yudi butuh bantuan aku.Dari sehabis Mos sebulan lalu,bahkan menyapa juga gak pernah lagi.Tumben.Ada apa gerangan yaa....
"mmm...bantuan apa ya kak?"
"Bisa gak kamu jadi pacar aku?" Eh,kaget aku.Beruntung ga nyungsep selokan. Ka Yudi minta aku jadi pacarnya? ga salah nih?
"Jangan mangap gitu!"Eh,maaf.Kan kaget akunya.
"Aku minta kamu jadi pacar aku bukan karena pengen.Tapi terpaksa!" Lha,kok terpaksa yaa...Aku masih diam dan mencoba mencerna maksud dari kata-katanya barusan.
"Sini,aku jelasin." Dia langsung menarik tangan aku dan berjalan menuju taman sekolah yang ada bangku duduknya.
"Begini.Aku tuh jengah banget sama temen kelas kamu.Si Yuna.Masa dia sudah pengumuman sama semua orang kalau Dia suka sama aku dan berharap aku bakalan suka sama dia.Sekalipun Dia cantik,menarik,tapi aku tuh gak pernah tertarik sama Dia.Malah sekarang,Dia ngejar-ngejar aku kayak kereta api.Ga banget deh.Makanya Aku nyari kamu."
"untuk?" dengan polosnya Aku bertanya.
"Astaga,gak ngerti juga kah? Aku minta kamu jadi pacar boongan aku!"
"Kenapa harus aku kak?"
"Karena kamu di sekolahan ini terkenal cewek paling cuek dengan segalanya.Aku gak mau berhubungan dengan cewek yang pecicilan,rese,ember atau apalah.Jadi,Aku memilih kamu!" Aku masih tetap tak mengerti.
"Belum paham juga kamu?" Dan Aku balas hanya dengan menganggu kan kepala.
__ADS_1
"Aku tuh ga mau ribet sama cewek.Kalau Aku milih cewek selain kamu,ntar malah ujung-ujungnya Aku yang dikejar-kejar sama tuh cewek.Kalau kamu,aku yakin kamu gak bakalan ngejar aku." Percaya diri sekali kakak ini yaa bilang aku ga bakalan mengejarnya.
"Kenapa Aku Kak?" masih dengan pertanyaan yang sama.Bingung.Disekolah ini begitu banyak siswi yang lebih dari Aku kenapa Kak Yudi harus milih Aku.
"Sudahlah,mau dibahas juga gak bakalan mengerti.Intinya,kamu mau gak? mau yaa?" menunjukkan muka sedikit memelas dengan kedua tangan mengatup seperti sedang berdoa..
"mmmm...Aku..."
"Mau kan? ya..ya..?" Antara sadar dan tidak Aku terlihat seperti menganggu kan kepala.
"Yes,akhirnya.Oke sampai ketemu jam istirahat sebentar." Dia bangun dari duduknya dan segera melangkah pergi meninggalkan aku yang masih bungkam dengan sejuta pertanyaan di dalam otakku.
Kenapa Aku? Apa yang salah denganku? Kenapa Aku?
Pertanyaan itu yang berseliweran di dalam kepalaku.Aky melangkah menuju kelasku sambil terus berpikir.
Teng..Teng...Teng
Bel tanda istirahat sudah berbunyi dan Aku merasa seperti Bom waktu yang meledak di kepalaku.Apa yang bakalan terjadi? Apa yang akan Kak Yudi lakukan? Melangkah gontai keluar dari ruangan kelasku.
"Eh,iya kak." Astaga.Dia mendekati ku.Lantas,memegang tangan dan sedikit menarik ku berjalan mengikutinya.Aku diam seribu bahasa dan melangkahkan kakiku mengikutinya.Dan,itu Yuna.Dia melihatku dari dalam kelas dengan muka yang tidak bisa aku gambarkan.Lalu,Kak Yudi membawaku menuju bangku taman yang tadi pagi kita duduk.Tapi,keadaan yang berbeda.Bukan cuma Kak Yudi ternyata ada Kak Yano,Vino,Satria,Bayu,dan..........
Aaaarrgggghhhh orang yang Aku benci sedunia ada disana.Dan,ternyata mereka berteman akrab.Sial!! umpatku dalam hati.
Kak Yudi mengajakku duduk bercerita bersama teman-temannya namun Aku tak bisa fokus dengan apa yang dibahas.Selain Aku membenci orang itu, Akupun merasa bersalah pada Yuna,teman kelasku.Walaupun Aku dan Dia tidak sering bercanda,tapi setidaknya dia temanku.Dan Aku melihatnya.Dia seperti sedang mengintai segala yang terjadi.Dan,K Yudi sangat mengetahui hal itu maka sedari tadi Kita duduk di bangku itu,Dia tak pernah melepaskan tangannya dari tanganku.Membuat Yuna semakin penasaran.
Akhirnya bel masuk berbunyi.Aku ingin segera berlari menuju kelasku tapi Aku tertahan karena tanganku masih dalam genggaman tangan Ka Yudi.Pasrah menanti nasib.K Yudi mengantar ku sampai ke depan kelasku dan dengan sedikit melambai Dia menyuruhku masuk ke dalam kelas.Dengan langkah berat Aku masuk ke kelas,dan langsung disambut Yuna dan teman se-genknya.
"Kamu pacaran ya sama Ka Yudi?" tanyanya menyelidik."Aku..." belum ku selesaikan kalimat ku ternyata Guru bidang studi sudah masuk ke kalasku.Langsung Aku setengah berlari menuju tempat dudukku dan dengan tarikan napas panjang seperti terlepas dari jeratan.
Usai jam pelajaran terakhir dan Aku masih membereskan bukuku.
"Kamu pacaran sama K Yudi?" Yuna langsung menuju tempat dudukku .Aku masih diam sambil memasukan bukuku kedalam tas sekolahku."Jawab!!" sedikit membentakku.
"Iya,memangnya kenapa?" sahutku cuek tetap dalam keadaan yang sama.Memasukkan buku ke dalam tas.
__ADS_1
"Huuhh....Gapapa." dan Yuna langsung meninggalkanku.Padahal Aku tadi mengira Dia akan memarahiku.
Aku bangkit dari tempat dudukku dan melangkah keluar.Dan saat sampai di depan kelas,Aku justru melihat K Yudi dan teman-temannya sudah menungguku.Astaga belum selesai jugaa.
"Kenapa sih kak harus aku?" pertanyaan yang sama.
"Kamu ini kenapa sih?Seharusnya bersyukur Yudi mau menjadikan kamu pacarnya walau cuma boong." Bukannya dijawab Ka Yudi,malah si Nyolot yang ngejawab.
"Eh,kak!maaf ya.Aku juga ga pernah sudi jadi pacar boongan K Yudi."
"Trus,kenapa kamu mau tadi?"
"Itu karena Aku ga mau Ka Yudi malu!"
"Berarti Kamu mau juga kan? Sudahlah,jangan sok jual mahal." Si kakak yang satu ini lama-lama semakin membuat aku kesal ya.
"Aku ga jual mahal ya! Aku menghargai K Yudi sebagai senior Aku.Lagian,K Yudi pernah nyelamatin aku waktu Ospek dulu.Jadi,anggap saja Aku berterima kasih padanya!"
"Kenapa gak dari dulu terima kasihnya?kenapa baru sekarang?atau,kamu memang sengaja mengikuti drama Yudi biar bisa ketemu kita lagi,kan?"
Aku diam.Napasku memburu.Tanpa bicara Aku langsung pergi dari hadapan mereka..
"Meiskee.."Panggilan Yudi tak Aku gubris.
"Meiske." Yudi setengah berlari menggapai tanganku namun segera kutepis dan berlari menjauhi.
Pengen rasanya Aku marah sekarang marah nya.Pengen rasanya aku mengata-ngatai nya.Namun,Aku tak sanggup berbicara.Jalan satu-satunya adalah segera pergi dari mereka dan menenangkan diri.
-----_-_-------------_-----------------
Tunggu kelanjutan episode berikutnya yaaa...
And,jangan lupa ninggalin jejak kalean berupa like,vote dan komen..
Lop yu gaeeesssss.....
__ADS_1