
Aku melangkah kaki ke ruang tamu depan.Dalam hati perasaan pikiran campur aduk.Apa yang bakal aku lakuin kalau yang datang adalah sky.Pikiran itu membayangiku.Sampai ruang tamu,kuangkat perlahan wajahku.Kulihat celana panjang sekolah.Kutarik napas perlahan.Naik keatas,kulihat seragam putih yang dikenakannya.Semakin Aku merasa tak ingin melihat orang ini.Naik keatas lagi untuk melihat wajahnya,dan.....
"Huuuuuffftttttttt........" serasa berlari jauh semua kesesakanku.Ternyata Jody.Eh? Kenapa Jody ya? Aku berpikir kalau itu adalah Andra tapi kenapa Jody ya.Tapi,gapapa deh ketimbang Sky.
"Eh,Jody." ungkap basa basiku.
"Iya.Kamu sakit apa?apa karena semalam kah?" memberondongku dengan pertanyaan.
"Aku demam Jo.Tapi,udah agak baikan kok.Kalo semalam,justru Aku yang harus berterima kasih kepada kalian berdua.Eh,Andra ga ikut denganmu,ya?"
"Andra masih ada keperluan.Mungkin sebentar Dia pasti datang." jawab Jody."
"Ow,oke." jawabku singkat.
"Bener udah baikan,Ke? tanya Jody lagi.Aku hanya menjawab dengan menganggukkan kepalaku.Walau sebenarnya Aku masih merasa tak berdaya tapi ku mencoba untuk kuat didepan Jody.
"Tadi si Ain juga mau datang.Cuman,mendadak perutnya agak ga enakan makanya Dia batal kesini."
"Oo,gapapa kok.Lagian,Aku cuman demam sama pusing saja kok.Besok pasti udah masuk lagi." kataku.
"Ke." Jody memanggilku.
"Iya." jawabku.
__ADS_1
"Sebenarnya,kemarin kenapa? cerita dong kalo kamu punya masalah.Mungkin,Aku atau temen lain bisa membantu." Aku terdiam,lalu menggeleng pelan.
"ga ada apa-apa kok,Jo." itu jawaban yang keluar dari bibirku.
Terdengar hempasan napas dari Jody.
"Ke,apapun yang terjadi,Aku ada disini,yah.Kamu ga usah sungkan atau ragu untuk cerita.Aku akan menjadi pendengar yang baik." Jody berkata lagi.Aku mengangguk.
"Oh iya Aku lupa.Tadi,ada yang nitip ini ke Aku." Jody membuka tasnya memberikan sebuah surat. Lagi?
"Jo,siapa yang memberimu?" tanyaku penasaran.
"Entahlah.Tadi sewaktu Aku mau masuk ke sini,ada seorang laki laki yang nitip ini.Tapi,katanya Dia juga disuruh sama orang tapi dia gak terlalu tau rumah.Pas Dia ngeliat Aku mungkin berpikir Aku tau makanya Dia nitip." Jody memberikan penjelasan.
"Aku juga gak tau,Ke.Tapi,mungkin karna seragam Aku ya.Kata laki laki itu orang yang memberikan surat ini juga anak Sma." Jody kembali menjelaskan kepadaku.
Sma?Aku sudah bertanya pada Sky dan Iapun tak tau mengenai surat itu.Lalu,siapa? dalam hatiku masih banyak pertanyaan.
"Kenapa,Ke?" tanya Jody menyadarkan lamunanku.
"Aku bingung,Jo.Surat ini yang kedua dan mungkin kamu ingat dengan Peristiwa di kelas juga.Tapi,Aku gak tau siapa orangnya." Aku menjelaskan kebimbanganku pada Jody.
"Mungkin Ia belum mau kamu tau tentang Dia,Ke.Mungkin,suatu saat Ia akan datang padamu dan mengatakan semuanya." jawaban Jody membuatku tanpa sadar menganggukkan kepala.
__ADS_1
"Tapi,untuk apa semua ini kalau Akupun tak pernah tau siapa Dia?" tanyaku lagi.
"Entahlah,apa maksudnya.Mungkin Ia belum mempunyai keberanian untuk mengungkapkannya secara langsung padamu,Ke." jawab Jody lagi.Aku menjawab dengan mengangkat kedua bahuku.
"Apa Kamu gak mau membacanya?" Jody berkata lagi.
"Gak,Jo.Ntar aja baru Aku baca.Gak enak lah sama kamu." Kulihat Jody tersenyum.
Aku semakin penasaran dengan siapa pemilik surat ini.Apa sekelas denganku? apa bukan? ataukah? pertanyaan demi pertanyaan masih berseliweran di kepalaku.
----------------------------------------
Holaa gaaeesss,,maafkeun diriku yabg telat meng up up up episode selanjutnya..
Aku akan berusaha lebih giat lagi biar up nya bisa cepet.
Sebenar tergantung mood nya aku juga sih..
So, Aku menunggu saran kritik N jagan lupa like,komen,n vote yaa....
see u gaaeeessss
😉😉😉
__ADS_1