Skala Perbandingan

Skala Perbandingan
Danau Flamboyan


__ADS_3

Dan, Aku sudah berada dalam mobil bersama Sky, dan entah Ia membawaku kemana. Tapi saat ini, biarkanlah seperti ini.


Aku juga tak tahu ke tempat mana yang ingin Kutuju. Terkadang, menghindari sebuah masalah akan membawa seseorang menuju masalah baru.


Mungkin ini akan menjadi masalah baru buatku, namun saat ini biarkanlah seperti ini. Seperti kataku, keluar dari mulut buaya dan jatuh ke dalam mulut harimau.


Sky mungkin harimau. Ia mungkin bisa merencanakan hal yang diluar kehendakku. Apalagi kesempatan saat ini begitu mudah Ia peroleh. Tapi, entah kenapa saat Ia mengatakan hal itu tadi, benar-benar membuat pertahananku goyah.


Apalagi saat yang lalu, waktu Ia membantuku, itupun membuatku sedikit berpengharapan padanya. Yah, mungkin salah Aku mengaharap padanya, namun saat ini yang mengetahui keadaan rumah hanya Dia. Hanya Sky.


Aah, terkadang Aku merasa bersalah mengapa Aku tidak berkata jujur kepada Jody. Satu-satunya lelaki yang ada dalam hatiku.


Aku hanya bisa menarik napas dalam untuk semua pergulatan dalam batinku.


"Ada apa?" tanya Sky mengejutkanku.


"Gak ada apa-apa." jawabku singkat dan kembali menatap lurus ke depan.


"Masih memikirkan hal buruk tentang Aku? atau, tentang hidupmu?" pertanyaan Sky sontak membuatku menatap padanya.


Kenapa Ia bisa tahu pemikiran ku saat ini?


pertanyaan muncul dalam benakku.


Melihat Aku menatapnya seperti itu, Sky memperlambat laju kendaraannya, sedikit menepi, dan berhenti.


Ia melepaskan tangan dari kemudi mobil, sedikit menggeser posisi duduknya sehingga berhadapan denganku.


Sedikit kaget dengan ulahnya yang tiba-tiba, Aku hanya bisa menggeser tubuh mendekati pintu.


"Aku tahu Aku memang buruk. Dan, Aku juga tau butuh waktu untuk mengembalikan kepercayaan itu lagi. Namun, Aku akan berusaha semampuku untuk membuktikan itu padamu,Ke." Sky mulai berbicara.


Aku menggigit bibir bawahku dengan kedua jari yang sudah kuremas.


"Dan, mengenai keadaan rumahmu, akan Kupastikan Aku akan menjagamu. Mungkin bagimu mustahil menjagamu 24 jam penuh. Tapi, tidak untukku. Ingat Ke. Aku mengejarmu karena Aku mencintaimu! Dan, Aku tak mau ada lelaki lain menyentuh mu! apalagi si Tua Bangka itu! Aku serasa ingin membunuhnya saja!" diikuti kegeraman yang luar biasa dari setiap perkataan yang diucapkannya.


Aku menelan salivaku. Takut dengan ancaman Sky. Terkadang, Aku merasa Ia bisa melakukan segala hal.


Hey, ada yang kulewatkan. Kata Mencintai!


Apa benar Sky jatuh cinta padaku? apakah itu caranya menunjukkan betapa Ia mencintaiku? wow, membuatku shock.


Cinta! sungguh di luar nalar bukan jika seseorang mencintaimu dan melakukan hal luar biasa yang tak pernah Kau lupa seumur hidup.


"Ya,Ke. Aku jatuh cinta padamu saat pertama melihatmu. Sungguh ajaib bukan? Aku bahkan memiliki cinta yang dalam melebihi cinta Jody padamu."


Aku terbatuk ketika Sky menyebutkan nama Jody. Kenapa Ia terbawa-bawa.


"Ingat! suatu saat Kau akan paham berapa dalam cintaku dan berapa dalam cinta Jody!" dengan ketegasannya lantas Ia kembali melajukan kendaraannya.


Apa maksudnya berbicara seperti itu? apa Ia mengenal Jody lebih dari Aku?


Pertanyaan muncul dalam benakku.


Akhirnya Sky menghentikan laju kendaraannya. Aku keluar dari dalam mobil dan mendapati pemandangan yang sungguh menakjubkan.


Di depanku tampak sebuah danau membentang dengan diujung sana sebuah taman kecil dipenuhi bunga flamboyan.


Hmmm,seperti surga kecil.


Bergumam dalam hati, dan segera Kulangkahkan kaki cepat menuju taman kecil itu. Sebenarnya bukan lagi berjalan, tapi seperti berlari kecil.

__ADS_1


"Waahhhh,,indahnya..." berdecak kagum dengan tempat ini.


Aku menjatuhkan diriku ke tempat duduk yang terbuat dari kayu yang diatasnya penuh dengan bunga flamboyan yang mekar.


Terpampang jelas danau di depanku dengan bunga teratai yang berjejer. Sungguh, suasana yang berbeda.


Aku sedikit memejamkan mata,mencoba menghirup dalam udara, merasakan masuk ke dalam paru-paru.


Aahhh,,,tempat yang mengasyikan.


Sky melihatku dengan senyum di ujung bibirnya. Ia melangkah perlahan, seakan membiarkan Aku menikmatinya.


Dan, ya...Ia membiarkan Aku menikmatinya tanpa berbicara. Diam dan hanya mengamati.


"Suka?" hanya kata itu yang Ia tanyakan. Aku mengangguk sambil tersenyum padanya seolah mengisyaratkan kata terima kasih. Iapun tersenyum membalas ku.


Lalu, Sky memilih duduk di depanku. Menatapku lama.


"Ada apa?" tanyaku setelah merasa tak nyaman dengan tatapannya.


Sky menggeleng, namun matanya tak kunjung berpindah.


"Ada yang salah?" tanyaku lagi.


"Kau membuatku seperti ingin memakanmu." jawabnya sambil tersenyum.


"Eh?" sudah mulai waspada.


"Hahahaha..Ke, Aku bercanda."


"Benarkah?"


Cross my heart. Aahh,,apakah Sky pencinta film seperti itu?


pendapat dalam hatiku saja.


Aahh,Ke.Seandainya kau tahu tingkah mu yang menggemaskan ini memang membuatku ingin memakanmu saja.


Ungkapan hati Sky.


Tiba-tiba Sky berdiri, berjalan menuju ke mobil yang Ia parkir. Membuka pintu mobil, menutupnya. Aku melihat Ia memegang sebuah kantong.


"Ke.." panggilnya ketika Ia sudah kembali.


"Iya..ada apa?" tanyaku.


Sky tak menjawab, hanya menyerahkan kantong itu kepadaku.


"Apa ini?" tanyaku.


"Ambil saja dulu." jawabnya.


Aku mengambil kantong itu dari tangannya, lalu membuka.


"Astagaa..." ku tutup bibirku dengan sebelah tanganku dengan tangan satunya yang masih memegang kantong tersebut.


"Aku hanya berpikir Kamu menyukainya karena sewaktu di Mall, kamu terus memegangnya." kata Sky.


"Aku bahkan melupakan itu." kataku.


"Bagaimana tidak? Kau terlalu fokus untuk melarikan diri dariku sehingga melupakannya."

__ADS_1


Aku mengeluarkan boneka itu dari dalam kantong tersebut. Boneka winnie yang sebenarnya hendak kubeli, namun hanya karena ingin menjauhi Sky membuatku bahkan lupa dimana Aku membuangnya. Aku bahkan tak ingat kapan Sky mengambilnya dan membelinya.


"Berapa harganya?" tanyaku.


"Apa perlu?" tanya Sky.


"Ya, karena Aku ingin membelinya."


"Kau mau membayarnya?" tanya Sky. Aku mengangguk.


"Kalau Aku bukan meminta uang, apa Kau sanggup membayarnya?"lagi kata Sky.


"Hah? bukan uang lalu apa? tapi, Aku tak mau mengambil barang ini secara gratis." sahutku lagi.


"Baguslah kalau begitu. Aku meminta bayaran."


"Berapa?" tanyaku lagi.


" Bayarannya adalah. Temani Aku sebulan ini sampai liburan berakhir." jawab Sky.


Aku memajukan bibirku.


"Kenapa?" tanyanya.


"Kalau aku menolak?" tantang ku.


"Hmmm..." sudah berdiri melangkah mendekatiku. Aku pun mulai selangkah demi selangkah mundur.


"Kau menolak ku?" tanya Sky yang tetap melangkah mendekati.


" Sky, jangan aneh!" kataku yang sudah mulai ketakutan dengan ulah nya.


Namun, itu tidak membuat Sky mundur. Ia malah tetap melangkah ke depan.


Aku yang sudah takut dengan keadaan tersebut, lantas segera berbalik arah hendak berlari. Naas, ternyata saat Aku mundur, Aku menuju danau itu dan saat berbalik hendak berlari, justru Aku sudah berada di tepi danau.


"Aahhh....." terkejut saat berbalik membuatku tak bisa menyeimbangkan tubuhku yang hampir jatuh ke dalam danau itu.


Dengan sekali gerak, Sky menangkap tanganku, menarikku dan malah saat ini Aku berada di pelukan Sky.


Secepat kilat Aku mendorong tubuh Sky menjauhiku.


"Mengapa mendorongku? itukah ucapan terima kasih untukku yang sudah menolongmu?" katanya.


"Maaf.." hanya itu jawaban yang keluar dari mulutku.


"Hmmm...Kau berutang lagi padaku." kata Sky acuh tak acuh.


"Kau sengaja kan?"


"Sengaja apanya?"


" Kau mau menjatuhkan Aku di danau bukan?"


"Hahaha...Mana Kutau Kau akan berlari,Ke? Aku bukan orang yang bisa membaca pikiran orang lain." kata Sky dengan santai.


"Huhh,, menyebalkan."


" Tapi suka kan." ujar Sky lantas tertawa dan berjalan melewatiku.


"Gaaaakkkkkkkkk!!!" teriakku.Namun, malah Sky semakin tertawa mendengar teriakanku.

__ADS_1


__ADS_2