Skala Perbandingan

Skala Perbandingan
Membuka Luka Lama


__ADS_3

Aku hendak berlari ketika kudengar suara dari arah belakangku.


"Ke,kamu kenapa?" Itu suara Andra.Syukurlah,Aku merasa tenang sekarang.Aku berbalik ke arah Andra yang sedang berdiri di depanku.


"Makasih,Ndra."jawabku.


"Makasih buat apa,Ke?Kamu kenapa?" tanya Andra lagi.


"Bawa Aku pergi dari sini,Ndra.cepaaatttt!" Aku menarik Andra secepatnya.


"Iya iya..okey..Tapi janji dulu!" Andra memegang tanganku.


"Janji apa?" tanyaku.


"Janji,kalau kamu bakalan cerita semuanya ke aku.okey?" Andra seperti mengultimatum.


"Iya Aku janji.Tapi,bawa aku pulang sekarang ya." Aku memelas.Andra segera menarik tangan Aku pelan menuju motornya.Aku segera naik ke atas motor nya dan Andra segera melakukan motornya.


Dari kejauhan,Aku melihat Sky sedang menatapku yang membuat Aku sungguh bergidik.


Sampai di rumah,Andra hanya duduk di motor dan sepertinya meminta penjelasan dariku.


"Ndra,Kita kedalam aja.Penjelasan bisa panjang banget." jawabku membuatnya bangkit berdiri dari motornya dan mengikuti Aku masuk ke dalam rumah.


Aku menyuruh Andra duduk sementara Aku kedalam kamar,menyimpan tasku dulu lalu segera ke dapur untuk membuat minuman buat Andra.Aku keluar dengan nampan berisi minuman dan sedikit cemilan.Tapi,Aku membawa nampan itu keluar rumah sambil memberi kode ke Andra untuk duduk di luar saja.Andra pun mengikutiku.


Aku menaruh nampan di meja depan rumah lalu Aku duduk dan Andra lantas menarik kursinya duduk di depanku.


"Jelasin sekarang,Ke."kata Andra dengan nada suara sedikit memohon.


"Iya.Aku ceritain." Lalu Aku mulai bercerita tentang Sky dan segala yang Sky perbuat terhadapku sampai dengan kejadian tadi.

__ADS_1


Seperti membuka luka lama mengingat kejadian hari itu membuatku kembali menangis dengan tubuh bergetar.Andra meresponnya dengan menggenggam tanganku erat sambil mengusap punggungku.


"Sky!" hanya itu yang diucapkan Andra tapi Aku melihat seperti ada kemarahan disana.


"Ndra,Aku mohon 1 hal." kataku.


"Apa?" tanyanya.


"Jangan pernah menceritakan ini pada siapapun.Termasuk Jody."


"Kenapa?" Andra seperti tak menyetujuinya.


"Aku gak mau semua orang tau,Ndra.Aku ga mau masalah ini bakal panjang Aku hanya ingin hidup tenang,Ndra." jawabku.Andra sedikit mengernyitkan dahi seakan sedang berpikir.


"Kenapa Jody ga boleh,Ke? kita kan selalu sama-sama." Andra berargumen..


"Paling tidak,Dia juga bisa menjagamu." lanjut Andra berujar.


"Kamu pikir kita ini apa,Ke?Kita peduli sama kamu.Apalagi Jody.Dia sangat care sama kamu,Ke."kata Andra lagi.


"Ndra,pliiisss....Kalau gitu,biar nanti Aku sendiri yang cerita ke Jody.Tapi,Pliiisss Ndra.Biar saat ini hanya kamu yang tau.Aku malu,Ndra." aku sudah menangis.Andra mengacak acak rambutnya dan menarik napas panjang.


"Ndra,,pliisss yaaa...." nada memohon.Akhirnya,dengan menghembuskan napas kasar Andra mengangguk.


"Iya,Aku bakal diam.Tapi ingat,jika terjadi sesuatu lagi Aku akan beritahu Jody.Okey?" Aku mengangguk menyetujui.


"Ya sudah.sekarang tenangkan dirimu dulu." Andra merapikan rambutku dan Aku membersihkan air mata yang tersisa di pipiku.


"Bakal Aku buat perhitungan sama dia." tiba tiba Andra bicara.


"Jangan!" secepat kilat Aku membantah.

__ADS_1


"Kenapa?" tanyanya.


"Aku takut iti seperti Boomerang bagiku.Sky semakin disakiti semakin Ia menggila,Ndra.Pliisss,,jangan." Aku memberi penjelasan.Paling tidak,Aku sedikit paham watak Sky yang mudah berubah ubah moodnya.


"Jadi,apa Aku harus diam saja?" Andra mulai terlihat emosi.


"Ga,Ndra.Tapi,Aku gak mau Aku yang bakal kena lagi.Kamu ga bisa jaga Aku 24 jam nonstop kan.Diam mungkin lebih baik,Ndra." sambil menatap wajah Andra memelas,memohon agar Andra tidak melakukan perbuatan nekat.


Dengan mengusap wajah kasar Andra akhirnya menyetujuinya.Aku sedikit lega melihat itu.Aku tahu,Mereka berdua sangat baik kepadaku.Tapi,Aku juga gak mau ambil resiko dengan keadaan Sky yang seperti ini.Bisa bisa Aku dibuat lebih dari ini lagi.


"Oh iya.Sebelum Aku lupa.Sebenarnya,tadi Aku cari kamu mau kasih ini ke kamu." Andra lantas membuka tasnya,mengambil sesuatu dari dalam tasnya.


"Apa?" tanyaku sambil melihat apa yang dikeluarkan Andra.Surat


Andra terlihat mengeluarkan sepucuk surat dari dalam tasnya.


"Untukmu lagi." kata Andra sambil menyerahkan surat itu kepadaku.


--------------------------------------------


Surat lagii surat lagii...


Hai gaeess,,,udah 🆙🆙🆙 lagii yaakkk..


jangan lupa saran dan kritik.


and,,jangan lupa pula like,vote dan komen kamoh buat akoh yaa...


see u gaaeesssss


😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2