Skala Perbandingan

Skala Perbandingan
Kelaparan


__ADS_3

Aku menatap mobil Jody yang mulai berjalan perlahan dengan perasaan campur aduk.


Hatiku tak ingin Jody merasa bersalah dengan tindakanku,tapi Aku juga tak mau kelihatan konyol.


Aku melangkah gontai memasuki rumah.Kunyalakan lampu lalu duduk di sudut kursi.


Sendirian.


Tiba tiba Aku tersadar dari lamunanku.Aku beranjak bangun sedikit tergopoh gopoh menuju meja dimana tas tadi kuletakkan.


Kubuka tasku mencari sesuatu.Kurang yakin,Aku sampai menumpahkan perlahan isi dalam tasku ke lantai.


Semuanya berserakan.


Aaahhhhh,,,Aku melupakan handphone ku di Kakak....


Bagaimana ini??? Kalau sampai terjadi sesuatu,bagaimana??


Rintih hatiku.


Aku kembali merapikan isi tasku,memasukan kembali barang barang ke dalam tas lalu ke pintu depan,menutup dan menguncinya rapat,bahkan Aku menyalakan semua lampu rumahku.


Aku masuk ke kamar.Menguncinya.


Aku menghempaskan diriku diatas tempat tidur.


Rasa ngantuk sama sekali tidak kurasa dikarenakan sedari tadi Aku hanya tidur.

__ADS_1


Aku hanya berguling guling di kamar,entah apa yang harus Aku lakukan lagi.


Dan.....


Aku lapar.......


Aku memberanikan diri keluar kamar menuju ruang makan.Ternyata kosong semua.


*Oohh iyaa,,Aku kan baru balik..


Bagaimana iniii*.....


Aku duduk terpekur di ruang makan.Hanya dengan segelas air.


Aku ingin sekali keluar untuk membelikan makanan,tapi ketakutan ku melebihi apapun.


Dengan langkah gontai,Aku menuju kembali ke kamarku.


**


"Halo,Ke..." sahut Jody cepat.


"Maaf,Jo.Ino bukan Keke.Aku,Sandra Kakak Keke.Keke lupa membawa hapenya tadi.Apa sudah sampai dirumah,Jo?" tanya Kakak Meiske.


"Oh,maaf Kak sudah Kita sudah sampai dan Aku sudah mengantar Meiske ke rumah kak." jelas Jody.


"Aduh,maaf Kakak merepotkan.Kakak mau minta bantuan Kamu,bisa Jo?" tanya Sandra,kakak Meiske.

__ADS_1


"Oh,boleh Kak.Sangat boleh." jawab Jody cepat dengan semangat yang kembali membara.


"Gino,Jo.Tadi pagi Kita berangkatnya kan buru buru jadi Kakak gak sempat nyediain makanan di kulkas.Kakak pikir karena Kita semua pergi makanya Kakak gak belanja.Ditambah lagi,tadi Keke juga pulang buru buru gak sempat Kakak ninggalin uang jajan buat Dia.Nanti....." belum sempat Kakak Meiske menjelaskan lebih lanjut Jody langsung memotong kalimat Kakak Sandra.


"Siap,Kak.Jo juga kebetulan masih dijalan jadi Jo langsung membeli makanan saja untuk Meiske dan langsung membawa ke rumah,Kak." sangat antusias.


"Oh,makasih ya,Jo.Kamu emang bisa Kakak andelin.Soalnya,Keke memang agak ceroboh.Tolong dibantu ya,Jo." jawaban Kakak Meiske seperti angin segar buat Jody.


"Gak usah makasih,Kak.Aku senang bisa membantu." jawab Jody cepat.


Kakak Sandra sudah memutuskan teleponnya.Ada seulas senyuman di bibir Jody.


Segera Ia menyalakan mesin mobilnya dan mulai melajukan kendaraannya lagi.


**


Aku disini sendirian,ketakutan,gak ada makanan.Apes benar.


Mana mata ini juga tak mau terpejam.Aku sebenar mau ke ruang tamu,membuka pintu,duduk di depan rumah.merenung.


Apa bisa ya?


Ku kuat kan hatiku saja untuk mencoba membuka pintu padahal waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam.


Aahhhh,,,ga ada salahnya koq.Kalau Sky berani datang lagi,tinggal kabur dan teriak.


Itu pemikiran ku.

__ADS_1


Akupun lantas keluar kamar menuju ruang depan,membuka pintu depan dan mulai duduk disana.Walau sebelum Aku membuka pintu terlebih dahulu mataku sudah kesana kemari.


Aku duduk di depan rumahku yang sudah sunyi dan sepi.


__ADS_2