
Seminggu sudah waktu berlalu dan ternyata Aku bisa menyelesaikan pekerjaanku dalam waktu seminggu. Semua sudah kurapikan. Dan itu pun berarti, pekerjaanku selesai.
"Ma, hari ini Keke mau plesir sama teman boleh gak?" tanyaku pada Mama saat Mama bersiap diri hendak pergi ke tempat kerja.
Ia tersenyum lalu menganggukkan kepala.
"Boleh,Ke. Lagian, seminggu sudah bekerja keras. Uangnya bisa digunakan untuk nelanja kebutuhan kamu juga kan?" kata Mama.
"Thanks, Ma." jawabku singkat yang langsung mengambil handuk dan masuk kamar mandi.
Namun, Aku pergi tanpa siapapun. Yang artinya Aku sendiri. Ya sudahlah, yang penting hari ini Aku punya banyak waktu diluar sendiri. Daripada suntuk dirumah juga.
Setelah selesai bersiap-siap, Aku menuju meja makan dan mulai sarapan. Dan, saat itu Bibi datang, lantas duduk di depanku dengan tatapan yang tak dapat kugambarkan.
"Ke mau kemana? katanya sudah selesai bekerja." tanya Bibi.
"Oh,iya Bi. Keke memang sudah selesai kerja. Hari ini Keke mau pergi ke toko dulu." jawabku.
"Ke, bisa menolong Bibi?" kali ini terlihat wajah serius.
"Tolong apa, Bi?" tanyaku.
"Ke, Bibi saat ini sedang hamil muda. Bibi mungkin tidak bisa bekerja terlalu berat. Jadi, bantu Bibi yaa.." Aku sedikit kaget dengan penjelasan Bibi.
"Maaf,Bi.Keke tak tahu. Iya Bi. Mulai besok, Bibi istirahat saja. Lagian, hanya Kita berempat di rumah ini. Mulai besok, Keke akan membantu Bibi." tersenyum ke arah Bibi nya.
Terlihat, Bibi pun tersenyum.
Aahh, besok Aku harus melihat Paman lagi. Aah, sudahlah. Istrinya lagi hamil pasti Paman gak akan berulah lagi.
Hanya dalam hatiku.
"Bi, Keke berangkat." lalu berjalan mendekati Bibi.
"Bi, mau makan apa?" tanyaku lagi. Terlihat Bibi sedikit terkejut dengan pertanyaanku. Aku tersenyum.
"Bibi kan lagi hamil muda. Kata Mama, kalau hamil muda biasanya suka ngidam." jelas ku. Bibi tertawa sambil menganggukkan kepalanya.
"Ooohh, kalau gitu saat pulang belikan Bibi kembang goyang,ya. Bibi kepengen sekali makan itu." sedikit malu-malu.
"Oh,sipp Bi. Pulang Keke cariin ya.." lalu pamit dan segera berjalan keluar.
"Mau kemana,Ke?" tiba-tiba suara Paman mengejutkanku.
"Eh,Paman. Keke mau keluar ke toko sebentar." jawabku singkat.
__ADS_1
"Oh, jangan lama-lama yaa.." kata Paman sambil tersenyum.
Aku sedikit bergidik melihat senyuman Paman. Walau itu senyuman biasa saja, namun pemikiran aneh sudah terlintas di kepalaku.
Dan, Aku sudah berada di dalam sebuah Mall. Entah apa yang ingin kucari, Akupun tak tahu. Dan, Aku hanya berakhir dengan berjalan menyusuri setiap sudut Mall ini dan berharap menemukan apa yang ingin kucari.
Aahhh,,ada boneka winnie.
Aku segera berlari kecil menuju sebuah keranjang besar di sudut ruangan, dan segera mengambil boneka itu.
Namun, tiba-tiba terkejut karena di depanku terlihat seseorang yang membuatku menjatuhkan boneka itu tanpa sadar.
"Hey,Ke." sapa Sky. Aku tersenyum menimpalinya. Lantas, segera mengambil boneka yang jatuh dan hendak berbalik pergi ketika kurasa tangan Sky memegang pundakku.
Huuhhh, lepas dari mulut buaya masuk mulut harimau. Gumanku.
Aku menoleh ke arah Sky. Mencoba tersenyum.
"Sendirian kah?" tanya Sky lagi yang membuat Aku sungguh gelagapan hendak menjawab apa.
Sky mengalihkan pandangan ke sekitar ruangan seperti hendak mencari jawaban sendiri.
"Hmm, sendirian." menjawab sendiri pertanyaannya.
Bagus?? eh, kenapa Dia berkata begitu?
Aku mulai berasumsi yang aneh. Aku berjalan mundur ke belakang, hendak menjauhinya.
"Hey, mau kemana?" tanyanya.
"Eh, Aku mau lihat barang di lorong sebelah." sambil sudah berjalan menjauh.
Ternyata diluar dugaan ku, Sky malah mengekor dari belakang.
Astagaa, kenapa Ia mengikutiku. Bagaimana ini.
Sky tetap mengikuti langkah kakiku dari belakang sambil mengamati barang apa yang ingin kubeli.
Aku menelan saliva kasar dan mencoba berjalan seperti biasa, melihat-lihat barang, mengangkat, dan lalu mengembalikan ke tempat semula.
Ku lirik, Sky masih mengikutiku. Ku berjalan lagi ke lorong sebelah, masih melakukan hal yang sama. Mengambil barang dan lantas meletakkan kembali. Lagi ke lorong sebelah dan melakukan hal yang sama.
Sampai, tersadar ketika kudengar sedikit suara dari Sky. Aku menoleh ke arahnya. Dan kulihat, Ia seperti sedang tertawa yang ditahan.
Bingung dengan apa yang Ia tertawakan, namun kembali ke aktivitas semula. Mengambil lantas mengembalikan.
__ADS_1
"Wow, apa barang itu yang hendak Kau beli,Ke?" tanya Sky sambil Ia sudah tertawa disana.
"Maksudnya?" tanyaku padanya.
Aku hanya melihat Sky menunjuk dengan jarinya ke arah barang yang Aku pegang.
Aku menoleh, lantas melihat apa yang ku pegang.
Astaga, Aku memegang sebuah dus bertulis playboy.
Aku mengedarkan pandangan ke arah lorong ini, dan sedikit terkejut ketika mengetahui kalau di lorong rak ini berisi barang keperluan pria.
Astagaa astagaa...
Kulempar dus itu asal lantas segera berlalu. Hanya Kudengar, tawa Sky yang sudah lepas. Mukaku merah menahan malu yang teramat sangat.
"Mau beli untuk siapa,yaa..." tanyanya meledek. Aku semakin mempercepat langkahku.
Tanpa sadar Aku berjalan sampai di pintu depan Mall. Aku menoleh, Sky sudah tidak terlihat.
Huuhhh,, amannn. astaga Ke, memalukan sekali dirimu. rutukku dalam hati.
Aku segera ke sudut teras Mall, lantas duduk disana memikir selanjutnya apa yang Aku lakukan. Aku melirik ke arah jam tanganku. Masih pukul 10 pagi. Astaga apa yang harus Aku lakukan lagi. Bingung.
Sementara Aku berpikir, tak sadar kulihat ada sepasang kaki sudah berada di depanku. Aku mengangkat kepalaku ke atas mencoba mencari tahu siapa lagi.
Dan, Sky sudah berdiri disitu. Aku segera berdiri. Hendak melangkah pergi, namun Sky sudah lebih dulu memegang lenganku.
"Ada apa sih,Ke? terakhir Kita bertemu Kamu sudah tidak menghindari ku." kata Sky.
Aku menggigit bibirku. Iya Aku tahu kalau pertemuan kemarin baik-baik saja. Tapi, waktu itu pun Aku dalam keadaan yang tidak baik-baik saja dan sekarang ketika keadaanku stabil Aku merasakan hal yang berbeda.
Yah, Aku merasa malu,bersalah namun juga masih tersimpan ketakutan itu.
Kudengar helaan napas Sky. Sepertinya Ia paham apa yang Aku lakukan. Begitukah? Aku berasumsi sendiri.
Dan, menit berikut...
Sky sudah menarik tanganku dan berjalan menyusuri jalan depan Mall. Aku hendak menarik tanganku, namun semakin kutarik, semakin Sky menguatkan pegangannya.
Aku hanya melihat ke arah mana Sky membawaku pergi. Dan dalam hatiku mulai timbul perasaan was-was apa yang hendak dilakukan Sky kali ini.
Baikkah? atau tidak?
***
__ADS_1