Skala Perbandingan

Skala Perbandingan
Bentuk Kepedulian


__ADS_3

Dan,Aku berada di Rumah Sakit ini.Mereka melakukan operasi kecil pada punggung belakangku dikarenakan luka tusukan dalam dan harus dijahit.


Aku bahkan sudah 3 hari di Rumah Sakit ini.Mama dan Kak Sandra yang langsung ditelepon oleh Jody langsung pulang malam itu juga.


Perih luka yang diakibatkan Sky memang sakit.Namun,lebih perih lagi hatiku saat ini.Aku dilanda trauma hebat.


Namun,ketika Mama bertanya apa yang terjadi,Aku hanya mengatakan kalau ada pencuri yang masuk ke rumah hendak mencuri.Bahkan,ketika ditanya Jody pun Aku menjawab yang sama.


Aku bukannya tak mau memberitahu mereka tentang hal ini.Namun,ada beberapa hal yang memang tak ingin Aku beritahu.


Pertama alasan yang paling mendasar adalah Mama.Aku tahu,Ia bekerja mati matian untuk Aku dan Kak Sandra.Bahkan,hampir seluruh waktunya dipakai untuk mencari nafkah demi keberlangsungan hidup Kami.Mama,walaupun Ia mungkin terlihat tidak memperdulikan Aku,namun Aku tahu Ia yang paling menyayangiku,menjagaku.


Setelah kehilangan sososk Papa saat Aku masih kecil,itu yang juga membuat Mama terlalu over protektif terhadapku.Kak Sandra bukannya tak Ia perhatikan,namun Ia tahu kondisi labil ku masa kecil ketika kehilangan Papa.


Dan,itu yang membuatku tidak menceritakan apa yang terjadi.Sudah cukuplah Aku yang tahu semua ini.Jangan lagi menambah beban Mama.Itu pikiran pertamaku.


Kedua,Aku malu dengan kejadian ini.Walaupun Aku tidak sampai diperkosa oleh Sky,namun ketika Ia menjamah tubuh,bibir,itu lebih dari sebuah ke aib an untukku.Sangat besar.


Aku merasa sangat kotor dan hina.Dan,Aku sampai tak mau orang lain mengetahuinya.Apalagi itu Jody.Tidak!


Alasan itulah Aku lebih memilih diam.Walaupun Aku tahu,Jody mungkin merasa ada sesuatu yang Aku sembunyikan,namun Ia juga tak ingin memaksaku.Terlebih kondisiku saat ini.


**


Seminggu sudah Aku berada di Rumah Sakit ini,dan akhirnya hari ini akan diperbolehkan pulang.


Sampai dirumah,Andra,Chailyn dan teman lainnya sudah menungguku di rumah.Seperti sebuah perayaan penyambutan kecil untukku.


"Welcome back home,Ke." kalimat yang diucapkan Ain dan teman lain membuatku sedikit terharu.Mereka memelukku erat.


Terimakasih Tuhan,memberikan sahabat untukku.


Itu seruan hatiku.Lantas,Kita duduk di ruang depan dan sedikit merayakannya dengan makan bersama.


Akhirnya,satu persatu teman temanku pulang ke rumah.


"Ke,apa besok Kamu masuk sekolah?" tanya Ain.


"Gimana sih,Ain.Meiske masih butuh istirahat.Ga usah dulu,Ke." balas Andra.

__ADS_1


"Aku masuk,kok." Aku menjawabnya.Dan,terlihat wajah masam dari Jody.


"Istirahatlah 2 atau 3 hari lagi." jawab Jody namun Aku menggelengkan kepalaku.


"Gak,Jo.Aku mau masuk sekolah besok!" sedikit penegasan dariku.Jody hanya bisa menghela napas lalu mengangguk.


"Yyeeeeiii...Akhirnya Meiske masuk.Aku sudah rindu padamu." Ain dengan senangnya langsung memeluk diriku.Aku hanya tersenyum simpul menanggapi sikap Ain.


Ain dan Andra sudah pulang,namun Jody tidak.Ia meminta izin Mamaku untuk menemaniku dan Mama menyetujuinya.


Kita duduk di depan rumah.


"Ke,kamu baik baik saja bukan?" tanya Jody kepadaku.Aku mengangguk mengiyakannya.


"Tapi,kenapa Aku selalu merasa kalau Kamu menyimpan sesuatu dariku?" tanyanya lagi.


Aku diam,kepalaku menunduk.Aku tahu,Jody melihat keanehan dalam diriku.Aku hanya diam memainkan jari jariku.


Jody mengangkat sebelah tangannya menuju ke daguku,sedikit mengangkat daguku sehingga mata kita bertemu.


"Apa Aku juga tak boleh tahu,Ke?" tanyanya lagi dengan nada sedikit memohon.


"Aku tahu,Kamu menyembunyikan sesuatu dengan sangat baik,Ke.Tapi,Aku juga tahu,Mama kamu juga sangat khawatir dengan Keadaanmu sampai Ia juga memintaku untuk menjagamu.Kamu tidak sendirian,Ke.Semua menyayangimu." kembali Jody bersuara.


"Hidup itu ga mudah ya,Jo." hanya itu kalimat yang keluar dari bibirku.


Jody mengusap lembut rambutku.


"Hidup itu memang tak mudah.Dan lebih menyulitkan lagi jika Kita menutup diri dengan sekitar Kita,bahkan orang yang Kita sayangi."


"Tapi,bukankah setiap orang punya masalahnya sendiri.Semakin terbebanlah orang itu."


"Ke,jika itu untuk orang yang kita sayangi,apa itu beban?"


"Ya.Itu beban."


Jody menghela napas berulang ulang.


"Hidup memang selalu begitu.Kadang senang,kadang susah.Tapu,bukan berarti harus dipendam sendirian.Ada Aku,Mama,Kak Sandra.Atau,ada Andra,Ain atau yang lainnya.Kita bercerita masalah Kita bukan untuk menambah bebannya,tapi mungkin Kita bisa menemukan solusi lainnya,Ke."

__ADS_1


"Seperti pelajaran.Kalau kita tidak paham,pasti Kita bertanya pada guru atau teman lain kan agar kita bisa lebih dapat memahami?"


"Kita bertanya pada banyak orang,dan mungkin orang akan memberi jawaban berbeda.Dan,dari situlah Kamu bisa mengetahui pasti,jawaban apa yang menurut Kamu benar.Ya kan?"


"Jadi,Kita membutuhkan orang lain bukan hanya karena kepentingan Kita semata,tapi ini juga sebagai sebuah pelajaran hidup yang membuat Kita semakin dewasa.Dewasa dalam berpikir,dewasa dalam bertindak."


"Apa untungnya Kita memendam sebuah masalah,Kita membuat solusi yang kadang Kita sendiri tidak mengetahui baik atau tidak."


"Kita butuh solusi dari orang lain.Orang yang Kita percayai.Orang yang Kita tahu bisa memberikan jalan keluar yang lebih baik dari pemikiran Kita."


Aku terdiam dengan semua perkataan Jody.Memang benarlah semua yang dikatakan oleh Jody.Namun,saat ini Aku bahkan belum bisa mengeluarkan 1 katapun mengenai masalah ini.


Aku menggigit bibirku,jari jariku juga sudah kugerakkan.


Jody melihat itu,Ia lebih mendekat,kembali mengangkat daguku.


"Kalau memang belum sekarang,tak apa,Ke.Tidak usah memaksakan dirimu.Aku selalu menunggu sampai Kamu sendiri yang bicara.Aku takkan memaksa." Ia tersenyum.


Senyuman yang paling melegakan.


"Makasih,Jo." jawabku lirih.


Ia tersenyum,mendekatkan wajahnya kepadaku,dan mengecup puncak kepalaku.Aku menggigit bibirku.


"Jo..." panggilku.


"Ya,Ke.." jawabnya.


"Mengapa....." Aku menggantungkan kalimat ku,Aku tak mau salah menilai tentang kebaikan Jody.


Jody seakan tahu apa yang kupikir.Ia memegang kedua tanganku,sambil tersenyum Ia berkata,


"Karena Aku tulus menyayangimu.Aku menyayangimu melebihi apapun.Aku ingin menjagamu.Aku ingin selalu ada di dekatmu,Ke."


Aku membenamkan kepalaku di dada Jody.Ia memelukku sangat erat dengan kepala berpangku pada kepalaku.Bahkan,Ia juga mencium puncak kepalaku berulang ulang.


Aku tak mau mengartikan ini cinta Jody kepadaku.Aku tak mau salah menilai Jody.Biarlah saat ini seperti ini saja.Karena,saat inipun,Aku tak mau Jody meninggalkanku.


Ada perasaan dalam hati yang selalu ingin bersamanya.Namun,Aku juga tak mau berasumsi kalau itu adalah cinta.

__ADS_1


Biarlah semua seperti ini dulu.


_______________________________/________


__ADS_2