Skala Perbandingan

Skala Perbandingan
Sepupu


__ADS_3

"Sudah ketemu?" tanyaku lagi sambil berjalan beriringan dwngan Jody.


"Iya sih..Katanya si Ray paling ribet dari semua penghuni apartemen. Kita disuruh melihat sendiri di tempatnya. Haahhh!!" sedikit umpatan keluar dari bibir Jody.


"Ya sudah. Kita ke tempatnya lagi. Siapa tau Ray sudah di dalam."


"Baiklah. Setidaknya Aku sudah berusaha mencari." kata Jody lantas kembali menggenggam tanganku lagi.


Sampai lagi Kita di tempat tadi.Lantai 33.


Teng...


Jody kembali memencet tombol bel. Namun, tak ada sahutan ataupun pintu dibuka.


Lagi Jody mencoba memencet bel. Semenit, dua menit tak kunjung ada reaksi dari dalam apartemen tersebut.


"Huuuhhhh...." sedikit keluhan keluar lagi dari bibir Jody lantas Jody mengambil handphonenya dan mulai melakukan panggilan.


"Ma..." twrnyata menelpon mamanya lagi.


"Jody sudah disini tapi sepertinya Ray tak ada di apartemennya." Jody menginfokan kepada mamanya.


"Tapi..." ketika suara dari telepon memberinya jawaban.


"Hmmmm..iya deh Ma." lalu mengakhiri teleponnya.


"Ke..."


"Mm..."


"Sabar sedikit ya. Kata Mama, mungkin si Ray sedang keluar sebentar. Karena kata Mama Ray paling gak suka keliaran."


Aku mengangguk mengiyakan.


Sekitar kurang lebih 5 menit Aku dan Jody menunggu dan sepertinya Jody pun sudah merasa malas untuk menunggu si Ray.


"Ke..Kita balik saja yuk..Sebentar lagi biar Aku sendiri yang kesini. Yuk!" sudah memegang kedua bahuku dengan kedua tangannya dan berjalan di belakangku.


Dan akhirnya Kita keluar dari apartemen itu.


Sementara, di ujung sana ada sepasang mata sedang mengawasi Kita berdua sedari tadi. Dan, ketika Kita beranjak pergi, Ia pun segera menuju ke tempat itu, membuka pintu, lalu segera masuk ke dalamnya.


***


Jody langsung mengantar Aku pulang ke rumah. Lalu mengikutiku masuk ke dalamnya.


"Mau minum, Jo?" tanyaku. Ia mengangguk menyetujui.


Aku segera menuju ke dapur dan membuatkannya minuman.


"Jo, kalau besok belum bertemu si Ray, apakah Kamu akan tetap balik?" tanyaku sambil menaruh minuman di atas meja.


"Soal itu nanti baru Aku tanya sama Mamaku lagi."


"Oo..."


"Cuma oo?"


"Lantas maunya apa Jo?"


"Gak ada yang spesial gitu?" sambil sudah tersenyum.


Aahh, Jody.. Senyumanmu bagai magnet untuk diriku.


"Apaann..." jawabku sembari sudah tersipu malu.


"Minum gih.." mengalihkan pembicaraan.


Jody lalu mengambil gelas dan meminumnya dan dalam langsung menghabiskan minumannya.

__ADS_1


"Eh..cape bener ya.." tanyaku sedikit melongo.


"hehehe..Iya juga sih. Tadi habis turun pesawat langsung ketemu Kamu dan ke apartemen. Haus" jawab Jody jujur.


"Perlu nambah gak?" tanyaku lagi.


"Ga usah,Ke. Yang penting Aku sudah melihatmu itu sudah lebih dari puas." jawabnya.


"Ish,,apaannn..." merona.


"Bener lah.." sambil tersenyum.


Dan, Aku semakin salah tingkah dibuatnya.


Sekitar sejam an Jody berada di rumahku lantas Iapun pamit.


"Ke..." panggilnya ketika Aku mengantarnya ke mobilnya.


"Iya Jo.."


"Ahh, aku masih ingin bersamamu. Tapi, apa gak papa kalau Aku mengajakmu keluar lagi?"


"mmm..Aku sih gak masalah Jo. Tapi, bibiku sedang hamil muda dan Aku harus bantuin dia. Kasian kalau Ia bekerja sendirian dirumah." jelasku.


Padahal kalau mau dibilang, Aku sangat bahagia kalau Aku bisa keluar lagi.


Tapi, apa kata orang nanti.


"Hmmm..okelah!" jawabnya sedikit terpaksa.


"Jo.." Aku sudah menyentuh lengannya.


"Ya,Ke?" jawabnya sambil tangannya juga sudah menyentuh jariku.


"Istirahat dulu. Agak sorean Jo jemput Aku sekalian Kita nyari lagi saudaramu."


"Ok Tuan Putri. Sekitar jam 5 Aku jemput ya." antusias.


Aku mengangguk.


Jody spontan mendekat, mencium kepalaku lantas segera menuju mobilnya.


Aku melihat sampai Ia menghilang, lantas segera masuk kembali ke dalam rumah.


***


Pukul 05.00 tepat mobil Jody sudah terparkir di depan rumahku.


Aku tersenyum melihatnya yang sangat antusias sekali.


Seperti sudah lama tak bertemu dan ingin melepaskan kerinduan.


Akupun sudah siap dan Aku dan Jody segera menuju ke apartemen tempat tinggal saudara tirinya.


Sampai disana, karena padatnya kendaraan, mau tak mau Jody harus memarkirkan kendaraan agak jauh dari tempat itu.


"Ke..mending Kamu tunggu Aku di depan apartemen itu saja. Aku masih nyari tempat parkir yaa." kata Jody dan Aku mengangguk.


Aku segera keluar dari mobilnya, dan melangkahkan kaki ke apartemen tersebut.


Saat menuju kesana, Aku sekilas melihat Sky disana dan sedang berjalan masuk ke dalam apartemen itu.


Aku mengikutinya perlahan dari belakang. Sedikit penasaran tentangnya.


"Bang Ray!" terdengar ada yang memanggilnya dan Kudengar Sky membalas sahutan orang tersebut.


Aku sedikit terkejut dengan panggilan tersebut. Rasa penasaran semakin bertambah.


Aku ingin membuntuti Sky, tapi pasti Jody mencariku.

__ADS_1


Aahhh ya, manaa tadi orang yang memanggilnya.


Aku mencari-cari orang tersebut dan seketika Aku menemukannya, setengah berlari menuju ke arahnya.


"Kak..." panggilku.


Kulihat Ia menoleh kearahku sambil tangannya menunjuk di dadanya.


"Ia Kak Aku mwmanggilmu." terengah-engah mendekatinya.


"Ada apa?" tanyanya lagi.


"Mmm..apa Kakak kenal Kakak Ray penghuni apartemen lantai 33?" tanyaku.


"Kenal lah. Tuh, baru lewat tadi. Memangnya ada perlu apa? Tumben, bang Ray dicari seorang gadis." sambil tersenyum.


"Apa nama panjangnya?" tanyaku lagi.


Kulihat orang itu sedikit merengut pertanda tidak suka dengan pertanyaanku.


"Maaf,kak. Tapi Aku hanya mau memastikan kalau Kakak Ray itu Kakak Sky."


"Ooohh hahahahahhaa..Memang Bang Ray kalau diluar sana lebih dikenal dengan Bang Sky tapi khusus disini Ia dipanggil dengan Ray. Karena Ia gak suka kehidupannya terganggu dan diganggu."


penjelasan dari kakak ini sungguh membuat kepalaku berputar.


"Dek, kalau mau mencarinya silahkan masuk kebetulan Bang Ray ada."


"Eh iya kak makasih yaa.." jawabku sambil segera berlalu.


Entah apa yang harus kuperbuat.


Sky dan Jody ternyata saudara tiri?? bagaimana ini?? Aku diantara 2 orang yang mencintaiku?? Apa yang bakal terjadi kalau Jody tau??


Pertanyaan itu seperti menggema di kepalaku. Aku terduduk di tangga depan sementara kedua tanganku sudah meremas rambutku.


"Hey.." ada yang berdiri di depanku.


Kuangkat kepalaku, dan....


SKY..!!


Aku refleks langsung berdiri dan Ia malah tertawa melihatku yang kaget dengan keberadaannya.


"Hmm..apa kamu sangat merindukanku sehingga sampai mencariku disini?" tanyanya dengan masih dalam keadaan tertawa.


"Gak lucu!" kesal kujawab pertanyaannya.


"Lalu?" dengan bola mata dibulatkan dan senyum yang mengembang seolah mengusiliku.


"Skyy.." sedikit menjerit.


"Hahahahhaa..kangenkah sehingga sampai meneriakiku?" masih tertawa bercanda.


"Isshh,,Sky!!" sudah melotot melihatnya.


"Hahahaha...Okey okey. Mencarikukah? atau siapa? Kalau orang lain yang kucari.....(saat berbicara Sky sedikit mendekat dan berbisik) kubunuh dia!"


"Skyyy!! Aku serius!"


"Aku juga sangat serius!"


"Jangan becanda!"


"Mana pernah Aku bercanda,Ke?"


Huufff Sky...Aku dilema..


***

__ADS_1


__ADS_2