
"Selamat Siang, Nona Gina. Gimana keadaannya hari ini? Syukurlah Anda sudah bangun."
Seorang pelayan berseragam putih memasuki ruangan. Dia membawa sebuah troli berisi menu makan siang dan beberapa buah obat, lalu menyapa Anella dengan ramah.
"Gina? Ah, itu pasti nama yang diberikan Railo san Rhea, agar aku bisa dirawat di sini," batin Anella. Tapi dia tidak memiliki keinginan untuk memberitahu nama aslinya pada sang perawat.
"Siang, suster. Aku juga bersyukur bisa kembali pulih," balas Anella kemudian, sambil memamerkan tersenyum.
"Kita makan siang dulu, ya. Lalu minum obat. Kalau Nona mau mandi, nanti saya bantu," ucap perawat itu dengan ramah. "Ah, Nona suka makan ikan, kan? Nanti kalau ada request mau menu lainnya, bilang saja," imbuhnya.
"Duh, nggak perlu. Saya nggak pemilih soal makanan, kok. Lalu kalau mau mandi, saya nggak punya baju ganti," ucap Anella.
"Di sini ada beberapa baju pasien yang bisa Nona pakai," balas sang perawat. Dia lalu menyodorkan sebuah nampan berisi menu makan siang pada Anella.
__ADS_1
"Terima kasih, suster. Ah, apa aku bisa minta tolong satu hal lagi?" tanya Anella.
"Hmm? Soal apa itu?"
"Apa benar Perawat Railo yang membayar biaya rumah sakitku? Aku ingin tahu, berapa biaya rumah sakitku selama di sini. Dari tadi aku tanyain, tapi dia nggak mau bilang," kata Anella.
"Perawat Railo? Maksudnya Dokter Railo?" ucap sang perawat sambil mengerutkan keningnya.
"Eh? Tadi katanya dia perawat di sini," kata Anella.
"Tuh kan benar? Dia penipu. Baru awal kenal aja udah menipuku," dengus Anella kesal. "Pantas saja matanya terlihat sembab dan wajahnya sayu, pasti dia kurang tidur karena menangani pasien," imbuhnya.
"Dokter Railo dan adiknya memang sering membawa pasien ke rumah sakit ini. Dan mereka jarang sekali mau menerima biaya perawatan dari para pasien itu," kata sang perawat.
__ADS_1
"Huh? Jadi rumah sakit di gunung ini sering mendapat pasien seperti aku?" ucap Anella. Ngeri juga kalau sering menemukan korban kekerasan seperti dia di gunung itu
"Eh? Gunung? Ah, Nona Ghina pasti berpikir kalau ini rumah sakit di sekitar gunung wilayah utara, ya? Tapi ini adalah rumah sakit kota X. Subuh itu Nona di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan operasi di kepala," jelas sang perawat.
"Dan pasien yang biasa dibawa Dokter Railo ke sini umumnya berasal dari desa, yang nggak mampu membiayai rumah sakit," imbuh wanita itu lagi.
"Eh, gitu ya? Entah kenapa aku malah merasa bersyukur, karena lokasi rumah sakit ini jauh dari lokasi pembunuhanku. Dengan begini, Ellard pasti akan lebih sulit melacakku," gumam Anella.
"Nona, ayo dimakan. Lalu ini obat yang harus diminum setelah makan. Saya harus melihat pasien lain," kata sang perawat.
"Oh, iya. Pasti aku makan. Terima kasih, Suster," balas Anella.
Dia lalu menghabiskan makan siangnya sambil terus berpikir. Banyak sekali teka-teki yang masih belum dia pecahkan.
__ADS_1
"Harusnya perusahaan pasti sudah heboh, karena aku menghilang. Tapi kenapa mereka semua malah percaya pada pria busuk itu. Apa Pak Alex gagal menjalankan misi itu?" pikir Anella gusar.
(Bersambung)