Suami Titisan Iblis

Suami Titisan Iblis
Bab 15. Rencana Balas Dendam


__ADS_3

"Mama? Ini uang empat puluh juta untuk apa? Mau ditransfer ke mana?


Ellard memergoki Ibu mertuanya yang hendak mentransfer sejumlah uang. Pria yang baru saja nyelonong masuk rumah ibu mertuanya itu, membentak sang ibu dengan kasar.


"Ah, ini Mama rencananya hendak mengirim uang ke detektif swasta untuk mencari keberadaan Anella."


Nyonya Eleanor buru-buru menghapus nomor rekening tujuan di M-Bankingnya, agar tidak terlacak oleh Ellard ke mana dia hendak mengirimkan uang tersebut. Jika rekening tersebut dapat dilacak oleh menantunya maka keadaan Anella bisa saja semakin terancam.


"Kamu belum percaya padaku? Kenapa menyewa detektif swasta untuk mencari Anella?" Nada suara Ellard cukup tinggi, dan terkesan memarahi ibu mertua yang tersebut.


"Mama percaya padamu, Nak. Maaf kemarin Mama membentak mu," jawab Nyonya Eleanor.


"Justru karena mama percaya padamu, makanya mama menyewa detektif swasta untuk menjaga keberadaan Anella, dan menyuruh anak nakal itu untuk segera pulang."Nyonya Eleanor terpaksa membuat alasan agar tidak dicurigai oleh Ellard.

__ADS_1


"Huh! Dasar tua bangka! Dipikirnya aku bakal percaya gitu aja sama trik bodohnya itu? Dia pasti ingin mencari keberadaan Anella, dan berusaha membongkar kebohonganku," gumam Ellard dalam hati. "Tetapi sudah terlanjur begini, sebaiknya aku ikuti saja permainannya. Rasanya cukup menyenangkan juga," imbuhnya lagi.


"Aku juga minta maaf, Ma. Emosiku pada Anella justru dilampiaskan kepada Mama. Padahal aku tahu, Mama nggak salah apa-apa," kata Ellard pura-pura menyesal.


"Tapi kenapa Mama langsung percaya pada detektif itu? Gimana kalau mereka mencoba mengambil uang mama lalu pergi tanpa jejak?" ucap Ellard mengingatkan.


"Ah, benar juga. Kenapa Mama tadi nggak berpikir ke sana, Ya? Untung ada kamu," balas Nyonya Eleanor. "Cih, padahal yang penipu itu dia. Bukan putriku ataupun detektif swasta," kata Nyonya Eleanor dalam hati.


"Ma, mencari dan membawa anella pulang adalah tugasku, karena aku adalah suaminya. Jadi mama percaya saja padaku," ucap Ellard membujuk Ibu mertuanya untuk membatalkan niatnya menyewa seorang detektif.


"Nak, maaf Mama belum bisa mengirim uang untuk membayar biaya rumah sakit. Maaf juga karena mama tidak mempercayainya selama ini," batin Nyonya Eleanor lagi.


...***...

__ADS_1


"Gimana?"


Anella mengerjapkan matanya. Tak sabar mendengar kabar terbaru dari mamanya. Sudah hampir dua hari dia nggak mendapat kabar dari sang mama. Melalui bantuan dari teman-teman Rhea, Anella pun berusaha menyelidiki keadaan sang mama.


"Mama kamu baik-baik aja ya itu nggak melakukan apapun karena saat ini semua mata tamu orang perusahaan tertuju pada Ellard," lapor Rhea sambil menunjukkan beberapa foto aktivitas Mama Anella di pagi hari, yang sedang asyik jogging di sekitar perumahan.


"Syukurlah," ucap Anella bernapas lega.


"Tetapi mamamu juga nggak bisa bergerak bebas, karena pria itu mengawasinya selama 24 jam," sambung Rhea lagi. "Bahkanbahkan segala aktivitasnya menggunakan HP pun dibatasi oleh pria itu."


"Aku mengerti , Rhea. Yang terpenting saat ini adalah Mamaku dalam keadaan sehat. Aku pun jadi punya waktu, menyusun rencana baru untuk membalas iblis itu," kata Anella.


"Hmm, memangnya apa rencanamu?" tanya Rhea penasaran.

__ADS_1


"Operasi plastik, lalu mengganti identitasku," kata Anella dengan pandangan nanar.


(Bersambung)


__ADS_2