Suami Titisan Iblis

Suami Titisan Iblis
Bab 25. Interogasi


__ADS_3

"Udah jam sembilan, tapi dia Ellard belum pulang juga. Sebenarnya dia ke mana sih? Udah ninggalin aku semaleman, teleponnya juga nggak diangkat."


Lilith mengepalkan tangannya. Dadanya memburu karena kesal. Pagi tadi dia terbangun di dalam kamar apartemennya tanpa mendapati Ellard. Bajunya masih sama, seperti yang dipakainya saat menemui Arella. Make up-nya belum terhapus dengan flat shoes masih menempel di kakinya. Tampaknya Ellard malam tadi pergi terburu-buru.


Lilith yang merasa mual dan sempoyongan karena mabuk pun, sibuk menghubungi Ellard yang menghilang tanpa jejak. Otaknya berpikiran liar, bahwa sang kekasih menghabiskan malam panas bersama Arella. Sebelumnya Ellard tidak pernah berbuat begini sebelumnya. Udah jelas satu-satunya tersangka adalah Arella.


Drrrrr! Ini kesekian kalinya Lilith menelepon pria itu. Kalau tidak diangkat juga, maka dia bertekad akan menghabisi suami siri-nya itu.


"Halo?"


"Kamu di mana, sih? Kenapa teleponku baru diangkat?" Lilith langsung menyerbu suaminya dengan pertanyaan.


"Ah, aku tadi lagi man- ... Maksudnya aku tadi lama di kamar mandi," jawab Ellard.


"Ya tapi kamu lagi di mana? Apa aja sih yang kamu lakuin semalaman sampai nggak pulang? Kenapa malah meninggalkan aku sendirian?" Lilith mendesak Ellard untuk buka suara.


"Kamu mau tambah sop-nya, Ellard?"


Lilith mendengarkan suara itu dengan seksama. Suara yang begitu lembut dan terdengar familiar di kepalanya. Lilith diam sesaat, mengatur napasnya yang mulai tak berirama. Darahnya pun mendidih. Andaikan ini bukan melalui telepon, dia pasti sudah menginjak-injak wanita yang merebut kekasihnya itu.


"Ellard, kamu lagi sama Arella?" tanya Lilith.


"Iya."


"Semalaman?" tanya Lilith lagi.

__ADS_1


"Hmm, i-iya."


Hati Lilith terbakar mendengar jawaban suaminya. "Lalu kamu tidur di mana? Tidur sama dia?"


"Lilith, aku jelaskan di rumah, ya? Sebentar lagi aku pulang," jawab Ellard lalu menutup telepon.


"Aaaarrgghhh! Sialan cewek itu. Jadi dia memberikan tubuhnya untuk suamiku demi bisnis? Dasar cewek murahan!"


Selama menunggu suaminya pulang, Lilith tidak bisa duduk dengan tenang. Tiap menit dia memperhatikan jam, tak sabar untuk menginterogasi pria itu.


***


Suara hentakan kaki terdengar pelan. Lilith memperhatikannya dari balik pintu. Rasa emosi yang besar, membuat Lilith ingin segera melabrak dan memarahi kekasih gelapnya itu.


"Kamu ngapain aja semalaman, sampai baru pulang sekarang? Apa yang dilakukan wanita ****** itu padamu?"


"Tuh kan, benar. Dia langsung menyerangku," batin Ellard sambil tersenyum tipis.


"Sayang, biar aku buka sepatu dulu, ya. Aku bakalan ceritain semuanya," ucap Ellard dengan nada datar.


"Gak perlu. Kita bicara di sini aja. Tadi malam kamu juga gak sempat membukakan sepatuku, kan?" Lilith menghalangi Ellard yang hendak masuk.


"Kamu mau, semua tetangga mendengar obrolan kita? Ada banyak rahasia bisnis yang harua aku ceritakan padamu. Apa kamu mau rencana kita bocor sebelum terlaksana?" bujuk Ellard, yang berbisik di telinga sang kekasih.


"Uh, iya deh."

__ADS_1


Lilith mengalah, dan membiarkan Ellard masuk. Pria itu pun duduk di sofa ruang TV, setelah mengganti pakaiannya.


"Jadi tadi malam kamu terlalu banyak minum, sampai mabuk berat. Terpaksa aku mengantarmu pulang, supaya ..."


"Supaya kamu bisa berduaan sama wanita genit itu?" lanjut Lilith.


"Nggak, sayang. Kami malam tadi lanjut membicarakan bisnis kita. Dan ada dua orang lagi yang datang untuk membicarakan bisnis," ucap Ellard.


Dia sengaja mengalah dan nggak menanggapi Lilith dengan emosi. Karena pria itu tahu, bertengkar dengan Lilith hanya memperbesar masalah.


"Perempuan juga?" selidik Lilith.


"Laki-laki, sayang. Asistennya Arella," jawab Ellard.


"Terus setelah itu kalian tidur di mana? Pasti kamu menginap berdua sama wanita itu, kan?"


Ellard tertawa mendengarnya. "Kamu pikir aku laki-laki yang seperti apa? Kami pindah tempat minum beberapa kali, dan gak terasa udah pagi. Lalu Arella dan anak buahnya mengajakku sarapan bersama untuk menghilangkan mabuk," jelasnya.


"Huh, pembohong. Padahal tadi aku dengar jelas, dia baru aja selesai mandi," ucap Lilith dalam hati.


"Udah jelas, kan? Pokoknya besok kita bertemu dengannya lagi untuk membahas bisnis," kata Ellard dengan lancar.


"Tunggu! Aku nggak percaya. Apa ada fotonya?" pinta Lilith.


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2