Suamiku Berondong Manis

Suamiku Berondong Manis
Ketahuan kerja


__ADS_3

“Mel, apa semua berkasnya sudah dibawa?” tanya Cheryl saat berada di mobil bersama Mely.


Cheryl sudah kembali ke perusahaan seperti biasa, setelah sebelumnya izin cuti karena sakit. Sore itu sebelum jam kerja berakhir, Cheryl hendak bertemu dengan seorang klien.


“Sudah semua, Bu. Anda jangan cemas,” jawab Mely setelah memastikan jika semuanya sudah dibawa.


Cheryl mengangguk dan bisa duduk dengan tenang. Dia dan Mely naik mobil yang dikemudikan sopir, Cheryl merasa lebih aman begini karena kondisi tubuhnya yang memang kurang sehat akibat mulai mengalami morning sicknes.


“Benar di sini?” tanya Cheryl menatap kafe tempat klien ingin bertemu.


“Iya, karena Anda menolak bertemu di hotel, jadi klien minta di kafe ini yang dekat dengan hotel tempat sebelumnya membuat janji,” jawab Mely.


Cheryl pun turun bersama Mely, lantas berjalan masuk kafe. Saat baru saja membuka pintu kafe, seorang pelayan sudah menyapa mereka.


“Selamat da … tang.” Pelayan yang tidak lain adalah Orion, tampak terkejut saat melihat pengunjung yang datang adalah Cheryl.


Cheryl pun tak kalah terkejutnya, hingga berdiri sambil menatap Orion yang berdiri agak jauh darinya.


“Bu.” Mely menegur karena Cheryl berdiri di ambang pintu.


Cheryl menoleh Mely, lantas memilih untuk masuk terlebih dahulu dan mencari tempat duduk.


Orion sedikit salah tingkah, mungkin karena dia ketahuan bekerja di kafe dan bukannya belajar seperti yang dikatakan sebelumnya ke Cheryl.


Cheryl sendiri belum berkata-kata, hanya menoleh Orion yang berjalan mendekat ke arah mejanya.


“Anda mau pesan apa?” tanya Orion sambil memberikan buku menu ke meja. Tangannya sudah memegang buku kecil untuk mencatat.


“Bu, Anda mau pesan kopi seperti biasa?” tanya Mely.


Orion langsung menoleh Cheryl saat mendengar Mely menawari kopi, hingga dari tatapan pemuda itu seolah terlontar ucapan ‘jangan minum kopi.’


Cheryl juga menatap Orion, melihat pemuda yang menjadi suaminya itu seolah memberikannya sebuah isyarat. Dengan sedikit canggung Cheryl menatap Mely yang sedang melihat buku menu.


“Aku minum jus saja, tapi jangan jus jeruk,” jawab Cheryl. Jus jeruk akan mengingatkan akan kejadian malam itu.

__ADS_1


“Ibu mau jus apa?” tanya Mely sambil menatap Cheryl.


Cheryl malah bingung mau jus apa, hingga menoleh Orion seolah minta pendapat ke pemuda itu.


“Jus semangka mix stroberi saja, juga saya sarankan tidak terlalu manis,” kata Orion seolah menawari, padahal dia sedang memberikan pilihan karena Cheryl mulai sering mual. Semangka sendiri bisa sedikit meringankan rasa mual.


“Baiklah, aku itu saja,” ucap Cheryl mengiakan tawaran Orion.


Mely malah keheranan, kenapa tingkah bosnya sedikit aneh.


Akhirnya Orion mencatat pesanan Mely juga, lantas menyiapkan dan menyajikan ke meja Cheryl.


“Selamat menikmati,” ucap Orion.


Cheryl hanya mengangguk, melihat pemuda yang jadi suaminya kini bekerja di kafe, entah kenapa membuat perasaan aneh muncul di hatinya.


Cheryl bertemu kliennya, mereka pun membicarakan tentang kerjasama. Orion sendiri fokus bekerja, tapi sesekali memperhatikan Cheryl yang sedang bicara dan terkadang tersenyum. Senyum Cheryl memang tidak pernah gagal membuat sesuatu menggelitik di hati Orion.


“Baik, kami akan segera menyiapkan berkas kerjasamanya. Saya harap semua berjalan dengan lancar,” kata Cheryl saat pertemuan itu berakhir.


“Saya tunggu kabar dari Anda,” kata klien wanita yang ditemui Cheryl.


“Kita langsung kembali ke perusahaan, Bu? Ini sudah sore,” kata Mely.


Cheryl melirik Orion yang membersihkan meja, sebelum kemudian menatap Mely yang sedang merapikan berkas.


“Mel, kamu kembali ke perusahaan dulu. Aku ada urusan sebentar dan mungkin nanti langsung pulang,” kata Cheryl.


Mely terkejut karena Cheryl memintanya kembali ke perusahaan sendirian, tapi juga tidak bertanya atau membantah dan memilih mengikuti perkataan Cheryl.


Mely pun pamit kembali ke perusahaan, meninggalkan Cheryl duduk sendirian di sana.


Cheryl menoleh ke arah Orion yang masih membersihkan meja begitu Mely sudah pergi. Dia bertanya-tanya kenapa Orion malah bekerja dan bukannya belajar.


“Kamu tidak kembali ke perusahaan?” tanya Orion saat menghampiri meja Cheryl.

__ADS_1


Dia bicara sambil membereskan gelas dan piring kotor di meja itu.


“Kenapa kamu bekerja?” Cheryl malah melontarkan pertanyaan, tanpa menjawab pertanyaan pemuda itu.


Orion berhenti mengelap meja, hingga menoleh Cheryl yang sudah menatapnya.


“Aku hanya iseng, lumayan untuk tambahan uang jajan,” jawab Orion berbohong.


Cheryl tentunya tidak percaya begitu saja, hingga meminta suaminya itu untuk duduk di sana.


“Papamu tidak memutus sumber keuanganmu, ‘kan? Kalaupun benar, kenapa tidak cerita ke aku? Aku bisa membantumu jika kamu butuh uang?” tanya Cheryl yang tanpa sengaja memberikan perhatian ke Orion.


Orion tersenyum melihat Cheryl yang tampak perhatian, tapi dia tidak mau besar kepala dengan menganggap jika pertanyaan Cheryl adalah sebuah perhatian.


“Tidak, Papa tidak memutus keuanganku. Aku sendiri yang benar-benar ingin bekerja part time,” jawab Orion meyakinkan Cheryl.


Cheryl tidak lantas percaya begitu saja, tapi juga tidak ingin bertanya banyak hal jika Orion tidak mau bercerita terlebih dahulu.


Cheryl menengok ke arloji yang melingkar di pergelangan tangan, hingga kemudian kembali menatap Orion.


“Kamu pulang jam berapa?” tanya Cheryl.


“Jika tidak terlalu ramai, mungkin jam sepuluh. Kalau ramai, bisa jam sebelas,” jawab Orion sambil mengamati ruangan di kafe itu.


“Jadi, semalam kamu pulang terlambat karena kerja?” tanya Cheryl lagi memastikan.


Kemarin setelah Orion menemani Cheryl makan siang, pemuda itu izin pergi dan berkata jika ada tugas yang harus dikerjakan secara kelompok. Namun, siapa sangka jika itu hanya alasan Orion saja, karena pada kenyataannya pemuda itu pergi bekerja part time dan Cheryl kini sudah mengetahuinya.


“Ya,” jawab Orion dengan senyum manis di wajah, bahkan lesung pipinya terlihat indah dan menambah ketampanan pemuda itu.


Cheryl berdeham melihat Orion tersenyum, entah kenapa dia jadi salah tingkah.


“Apa jam kerjamu sudah selesai?” tanya Orion ke Cheryl karena istrinya itu tidak kembali ke perusahaan.


“Ya,” jawab Cheryl singkat.

__ADS_1


“Kalau begitu pulanglah, lalu istirahat,” kata Orion penuh perhatian.


Cheryl menatap Orion yang baginya kini sangat dewasa, hingga kemudian dia berkata, “Aku masih ingin di sini, apa boleh aku duduk di sini lebih lama?”


__ADS_2