Suamiku Berondong Manis

Suamiku Berondong Manis
Fakta rekaman


__ADS_3

Setelah perkenalan singkat, di mana masalah Cheryl dan Orion, ternyata malah membuat dua sahabat hacker bisa saling bertatap muka, mereka pun membahas masalah yang sedang dialami Orion.


“Hanya itu? Kecil.” Arion penuh percaya diri mengatakan jika masalah yang dihadapi Orion bukanlah hal besar baginya.


“Kira-kira berapa lama bisa melacak pengirim aslinya?” tanya Orion yang sedikit lega karena Arion bisa membantunya.


“Tidak perlu pakai hitungan berapa lama, tunggu lima menit.” Arion melakukan peregangan pada jari jemarinya, meski sudah berumur, tapi pria itu masih terlihat begitu lincah.


Susan mengedipkan mata ke Cheryl, meminta agar Cheryl dan Orion percaya ke Arion, karena pria itu ahli dalam bidang itu.


Jemari Arion menari di atas keyboard, sedangkan Susan dan yang lain hanya mengamati dan menunggu. Benar saja, kurang dari lima menit pria itu sudah bisa mengungkap siapa dalang penyebar rekaman itu.


“Sudah dapat.” Arion memutar laptop dan menunjukkan ke Orion dan Cheryl.


Orion dan Cheryl pun memperhatikan nomor yang ada di layar laptop, hingga keduanya saling tatap tidak percaya.


“Apa Anda yakin nomor ini yang menyebar video itu pertama kali?” tanya Orion memastikan.

__ADS_1


“Kamu jangan meragukannya. Dia bahkan bisa mengungkap siapa yang dulu memfitnah mamimu,” ucap Susan ke Orion. Dia ingat betul dulu meminta Arion untuk membongkar kebusukan sekretaris Arlan.


Cheryl menatap Orion yang terlihat begitu kecewa ketika mengetahui siapa yang menyebar video itu. Dia menggenggam telapak tangan Orion seolah menguatkan, lantas tersenyum ketika Orion menoleh ke arahnya.


Tugas Susan dan Arion selesai, keduanya pun berpamitan untuk pergi. Namun, saat Susan hendak masuk mobil, Cheryl mengejar dan hendak meminta tolong sesuatu ke Susan.


“Ada apa?” tanya Susan.


“Boleh aku minta tolong sesuatu?” tanya Cheryl sedikit ragu.


**


“Masih memikirkan masalah itu?” tanya Cheryl yang melihat Orion melamun ketika sudah sampai di apartemen.


Orion terkejut mendengar pertanyaan Cheryl, hingga kemudian menggelengkan kepala. Dia lantas bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Cheryl berdiri.


“Aku akan mandi dulu,” ucap Orion, terlihat jelas jika ada beban yang ditanggungnya.

__ADS_1


Cheryl menahan pergelangan tangan Orion hingga membuat suaminya itu berhenti melangkah. Dia lantas memutar badan, sebelum kemudian memeluk Orion.


Orion sangat terkejut dengan yang dilakukan Cheryl, hingga bergeming saat wanita itu memeluknya.


“Maaf, semua yang terjadi kepadamu, berawal dari masalahku. Seharusnya kamu tidak mengalami ini, Ion.” Cheryl benar-benar menyesal karena keputusan Orion menikahinya, membawa dampak buruk dan juga masalah yang bertubi untuk pemuda itu.


Orion terkejut mendengar ucapan Cheryl, lantas mengusap lembut rambut Cheryl dan berkata, “Bukan salahmu. Apa yang aku lakukan, atas kesadaran dan semuanya tanpa paksaan. Jangan pernah berkata jika semua ini kesalahanmu, hm ….”


Lagi, Orion selalu bisa membuat perasaan Cheryl tenang. Pemuda itu lebih muda darinya, tapi kenapa setiap ucapan dan sikapnya begitu dewasa.


“Aku sangat beruntung memiliki suami sepertimu, Ion.” Cheryl mempererat pelukan, kini tidak ada lagi rasa canggung, karena dia sudah membuka hatinya dan sudah sama-sama jujur akan perasaannya kepada pemuda itu.


“Kalau begitu jangan dilepas. Kamu tidak akan mendapat suami manis dan baik seperti aku, bukan.” Orion malah melontarkan candaan yang membuat Cheryl tertawa.


Cheryl melepas pelukan, lantas menatap Orion yang tersenyum hangat. Dia lega melihat senyuman itu, setidaknya tidak lagi tertekan seperti tadi. Cheryl mengulurkan tangan, kemudian menyentuh pipi Orion. Dia menautkan bibir mereka dan disambut hangat oleh Cheryl.


Keduanya saling memagut dan menyesap satu sama lain, andai Cheryl tidak hamil, mungkin mereka akan melakukan hal lebih.

__ADS_1


__ADS_2