
Orion merapikan buku dan memasukkan ke tas setelah selesai mengikuti kelas siang itu. Dia mengeluarkan ponsel, hendak mengecek apakah ada pesan chat masuk, tapi Gaby mengajaknya bicara terlebih dahulu.
“Sore ini kamu kerja part time?” tanya Gaby yang memang duduk di sebelah Orion sejak tadi.
“Ya, kemarin sudah ambil libur, jadi hari ini harus berangkat,” jawab Orion.
“Boleh aku ke sana, sekalian belajar dan nongkrong?” tanya Gaby sambil tersenyum lebar hingga memperlihatkan deretan gigi putihnya.
“Boleh, datang saja. Tapi aku mungkin tidak akan bisa menemanimu karena harus bekerja,” jawab Orion kemudian membuka ponsel dan melihat apakah ada pesan masuk tapi ternyata tidak ada.
“Oke, aku akan ke sana. Kalau perlu bareng kamu sekalian,” ucap Gaby penuh semangat.
Namun, Orion tidak menanggapi Gaby karena sedang melihat status Cheryl di aplikasi pesan chat. Di sana terlihat foto laptop, kemudian bertuliskan caption, ‘Salad buah tampaknya segar, tapi aku malas keluar. Bagaimana ini?’
Orion tersenyum membaca caption Cheryl terlebih istrinya itu menggunakan emoji sedih. Dia pun mengetik pesan untuk membalas story istrinya itu, karena story itu dibuat baru beberapa menit, membuat Orion sangat yakin jika Cheryl pasti belum membeli salad yang diinginkan.
[Kamu mau salad apa? Aku akan membelikan dan mengantarkannya ke kantormu.]
__ADS_1
Cheryl berada di ruang kerjanya, baru saja selesai mengunggah story lantas meletakkan ponselnya kembali ke meja. Namun, beberapa menit kemudian ponselnya berdering dan ada pesan dari Orion.
Cheryl mengulum bibirnya, entah kenapa mengingat pemuda itu membuatnya ingin terus tersenyum. Dia pun membaca pesan dari Orion, hatinya tiba-tiba tumbuh bunga-bunga yang subur dan bermekaran secara bersamaan. Dia sangat tersipu karena Orion begitu perhatian menawarinya salad yang diinginkan.
[Apa saja boleh, aku tidak mau pilih-pilih.]
Di kampus, Orion tersenyum membaca pesan balasan dari Cheryl, kemudian kembali membalas jika dia akan segera membelikan apa yang Cheryl inginkan.
Gaby menatap Orion, melihat temannya itu terus tersenyum-senyum sambil memainkan jari di atas keyboard ponsel.
“Kamu berbalas pesan dengan siapa?” tanya Gaby penasaran.
Orion pun buru-buru berdiri dan mencangklong tas di satu pundak.
Gaby menatap Orion, kenapa temannya itu sangat bersemangat saat membahas istri pura-puranya.
“Kamu sangat perhatian kepadanya?” tanya Gaby sambil menatap Orion yang sudah berdiri.
__ADS_1
Orion memandang Gaby sambil mengulas senyum, kemudian menjawab, “Dia sedang hamil dan butuh perhatian khusus. Jadi aku akan selalu ada untuknya.”
“Aku pergi dulu, nanti datang saja ke kafe,” ucap Orion pamit karena harus segera membelikan salad yang diinginkan Cheryl.
Gaby menatap kepergian Orion, tidak habis pikir kenapa Orion begitu sangat peduli padahal pernikahan itu hanya di atas kertas. Gaby tidak tahu jika jauh sebelum keduanya menikah, Orion sudah sangat mencintai Cheryl meski bertepuk sebelah tangan.
**
Di ruang kerjanya, Cheryl begitu senang dan terus tersenyum membaca berulang pesan yang dikirimkan Orion. Dia sangat senang karena Orion begitu perhatian, padahal pemuda itu juga masih kuliah.
Mely mengetuk pintu karena ingin menyerahkan berkas, tapi tidak ada tanggapan dari Cheryl hingga membuat Mely pun masuk begitu saja. Mely melihat Cheryl yang tersenyum-senyum sendiri, lantas memilih mendekat dan kini sudah berdiri di depan meja Cheryl.
“Bu, kenapa senyum-senyum sendiri?” tanya Mely penasaran.
Cheryl terkejut mendengar suara Mely, hingga baru sadar kalau sekretarisnya sudah berada di depan meja.
“Hayo, Ibu senang kenapa? Lihatin ponsel sampai kek gitu,” goda Mely.
__ADS_1
Cheryl malu sendiri mendengar godaan Mely, hingga mengulum bibir kemudian membalas, “Itu karena suami akan ke sini mengantar salad. Dia perhatian sekali, ‘kan.”
“Suami berondong Ibu mau ke kantor? Apa satu perusahaan ga geger kalau lihat manisnya dia!” Mely begitu heboh mengetahui Orion akan datang ke perusahaan.