Suamiku Berondong Manis

Suamiku Berondong Manis
USG


__ADS_3

Dua minggu berlalu. Hubungan Orion dan Cheryl semakin dekat dan baik. Mereka sudah saling terbuka satu sama lain, terutama Cheryl yang sudah mulai menaruh perasaan ke Orion.


“Ini detak jantung janinnya. Usianya sekarang sudah sepuluh minggu,” kata dokter saat memeriksa kandungan Cheryl. Dokter itu melakukan USG agar bisa tahu perkembangan kandungan Cheryl.


Orion menatap layar monitor yang menunjukkan kondisi janin Cheryl, mendengar detak jantung janin itu yang sudah mulai terdengar. Meski Orion bukanlah ayahnya, tapi entah kenapa mendengar detak jantung itu membuatnya begitu terharu, bahkan tanpa sadar bola matanya terlihat berkaca-kaca.


Kali ini Cheryl terlihat lebih bersemangat mengecek kondisi janinnya, daripada saat pertama kali datang bersama Lusy dan Joya.


“Dia masih sangat kecil,” ucap Orion masih menatap monitor.


“Iya karena memang masih berumur segitu,” balas dokter.


Orion menoleh dokter, kemudian menatap Cheryl yang sudah memandangnya. Melihat istrinya itu tersenyum kepadanya, mungkin Cheryl merasa lucu saat melihat ekspresi wajah Orion.


Dokter memberikan resep vitamin untuk ditebus di apotek. Setelah mengambil obat, Orion dan Cheryl pun pergi dari rumah sakit.


“Apa kamu menginginkan sesuatu sebelum kita pulang?” tanya Orion. Dia sengaja mengambil cuti bekerja hanya demi bisa mengantar Cheryl periksa.

__ADS_1


“Cuacanya sangat panas, tiba-tiba aku ingin makan es krim,” jawab Cheryl sambil menengok keluar di mana matahari terlihat begitu terik siang itu.


“Oke, kita makan es krim sebelum pulang,” kata Orion sambil mengulas senyum ke Cheryl.


Mereka pun mampir ke kedai es krim. Cheryl memesan es krim stroberi, sedangkan Orion memesan coklat.


“Apa itu enak?” tanya Cheryl ketika melihat Orion makan es krim rasa coklat.


“Kamu mau coba?” Orion menyendok dan menyodorkan ke mulut Cheryl.


Cheryl terlihat menikmati es krim rasa coklat itu, apalagi yang menyuapi Orion. Makanan manis dan dingin itu pun terasa semakin manis.


Keduanya baru saja selesai makan es krim, hingga berjalan keluar dari kedai es krim sambil bergandengan tangan. Hingga tatapan Cheryl tertuju ke sebuah toko perlengkapan bayi yang berada di seberang jalan.


“Ion, ke sana yuk!” ajak Cheryl sambil menarik ujung lengan kemeja yang dikenakan Orion. Dia lantas menunjuk ke baby shop yang ada di seberang jalan.


Orion memandang ke arah toko yang ditunjuk Cheryl, hingga ikut saja ke mana istrinya itu ingin pergi.

__ADS_1


Mereka masuk ke baby shop. Cheryl tampak antusias melihat-lihat perlengkapan bayi yang ada di toko itu. Awalnya Cheryl tidak bisa menerima kehadiran janin yang ada di rahimnya, tapi setelah Orion masuk ke kehidupannya, membuat Cheryl benar-benar bahagia karena ada janin itu di rahimnya yang sudah mempersatukannya dengan Orion.


“Sepatunya lucu,” kata Cheryl sambil memegang sepatu berukuran sangat kecil berwarna pink.


“Kita belum tahu nanti bayinya cowok apa cewek, kenapa ingin beli sepatu warna pink?” tanya Orion keheranan.


“Iya memang belum tahu, tapi ini sangat lucu. Boleh aku membelinya?” tanya Cheryl karena gemas dengan sepatu itu.


“Kalau kamu suka, beli saja,” jawab Orion.


Cheryl tersenyum lebar, lantas mengambil sepasang sepatu mungil itu dan membayarnya di kasir. Meski belum tahu jenis kelamin bayinya, tapi Cheryl sangat menyukai sepatu itu.


Cheryl menatap paper bag kecil berisi sepatu bayi yang dibelinya. Dia terlihat begitu bahagia dan benar-benar sudah menerima janin di rahimnya.


Orion menggandeng tangan Cheryl, memandang sang istri yang terlihat begitu bahagia.


Mereka berjalan kembali untuk menyeberang, lampu lalu lintas menunjukkan warna hijau untuk pejalan kaki. Cheryl dan Orion pun menyebrang untuk sampai ke mobil mereka.

__ADS_1


Namun, dari arah kiri tiba-tiba ada mobil yang melaju dengan kencang. Cheryl berada di sebelah kiri Orion, tidak memperhatikan mobil yang kini melaju ke arah mereka karena dia sedang fokus dengan paper bag miliknya.


Hingga suara decit ban yang bergesek di aspal terdengar begitu nyaring di telinga. Orion sangat terkejut begitu juga dengan Cheryl, keduanya memandang ke arah mobil yang kini mengarah ke mereka.


__ADS_2