Suamiku Berondong Manis

Suamiku Berondong Manis
Meminta Bantuan


__ADS_3

“Ion, lihat ini. Bagaimana menurutmu?”


Cheryl memperlihatkan pesan chat yang dikirimkan Zayn saat mereka sudah pulang ke apartemen.


Orion mengambil ponsel Cheryl, lantas membaca pesan yang dikirimkan oleh Zayn beberapa menit lalu.


“Aku baru mau bahas ini. Papi juga punya kenalan yang bisa bantu kita melacak, siapa yang menyebar video pembicaraanku dengan Gaby,” ucap Orion.


Ternyata Zayn memberikan nomor kontak seorang hacker ke Cheryl, untuk membantu Orion menemukan pelaku yang menyebar video itu hingga membuat Orion terancam di DO.


“Bagaimana kalau kita temui saja keduanya. Bukankah makin banyak yang bantu, makin bagus. Lagi pula Daddy juga sudah menghubungi temannya itu, katanya dia mau bantu dan suruh menemui besok,” ujar Cheryl menjelaskan.


Orion mengangguk tanpa berpikir, apa yang dikatakan Cheryl memang benar. Dia juga penasaran dan ingin tahu siapa yang iseng menyebar rekaman itu.


“Baiklah, aku akan menghubungi Papi dan minta tolong agar mau menghubungi orang yang dikenalnya untuk meminta bantuan,” ujar Orion kemudian.


Orion dan Cheryl ingin masalah itu segera selesai, agar kehidupan mereka ke depannya bisa lebih tenang. Terutama Orion karena perjalanan menuntut ilmu masih panjang dan jangan sampai terhenti karena manusia egois yang menyebar rumor tidak benar tentangnya.


**


Hari berikutnya, Orion dan Cheryl menemui teman Zayn, juga bersamaan ingin menemui kenalan Arlan yang akan membantu melacak nomor pertama yang menyebar rekaman tentang Orion.

__ADS_1


“Apa kita datang terlalu awal,” ucap Cheryl sambil menengok ke arloji yang melingkar manis di pergelangan tangan.


“Sepertinya tidak. Tapi lebih baik kita datang lebih awal, itu lebih sopan daripada kita datang terlambat,” balas Orion.


Cheryl pun mengangguk paham, mereka pun duduk menanti hacker yang dimaksud Zayn dan Arlan.


Beberapa menit mereka menunggu, hingga seorang wanita paruh baya berpakaian elegan masuk ke kafe itu dan tampak mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Orion dan Cheryl menebak apakah wanita itu kenalan Arlan, tapi keduanya tidak langsung memanggil karena takut jika salah orang.


Wanita berpenampilan anggun dan modis itu berjalan menuju ke meja tempat Orion dan Cheryl duduk, lantas memulas senyum dan bertanya, “Orion Wijaya?”


Orion terkejut mendengar wanita itu menyebut namanya, hingga menganggukan kepala untuk menjawab pertanyaan wanita itu.


Orion langsung menjabat tangan wanita bernama Susan itu dengan ramah dan memperkenalkan diri, memang benar wanita itu adalah kenalan Arlan.


“Maaf karena tidak mengenali Anda, ini istri saya, Cheryl Fernandez.” Orion pun memperkenalkan Cheryl.


Wanita bernama Susan itu pun menyambut ramah, lantas dia pun bersiap duduk hingga tiba-tiba mendengar suara pria di sana.


“Cheryl Fernandez?”


Pria paruh baya itu menyebut nama Cheryl. Pria berkacamata itu menatap Cheryl, hingga terkejut saat melihat Susan di sana.

__ADS_1


“Susan?”


“Arion?”


Kini Orion dan Cheryl bingung, apalagi nama pria paruh baya itu mirip dengan Orion. Mereka semakin melongo karena pria yang dipanggil Arion itu langsung menjabat tangan Susan dan bahkan mengecup pipi kanan-kiri wanita itu.


“Apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Arion.


“Membantu anak dari adik mantan majikan suamiku, yang aku ceritakan kepadamu semalam,” jawab Susan,. “lalu, apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Susan balik.


“Membantu anak temanku. Cheryl Fernandez,” jawab Arion.


Arion dan Susan pun langsung menatap Orion juga Cheryl, mereka tidak menyangka jika akan kebetulan diajak bertemu secara bersamaan.


“Tampaknya ini jodoh, San.” Arion malah menggoda Susan.


“Ingat umur juga anak istri di rumah,.” Balas Susan sambil mencubit lengan sahabatnya itu.


Arion dan Susan lantas kembali memandang Orion juga Cheryl, tampaknya sepasang suami-istri itu bingung karena mereka kenal dan begitu akrab.


Orion dan Cheryl memang bingung, hingga mereka pun tersenyum canggung ke arah keduanya.

__ADS_1


__ADS_2