Suamiku Berondong Manis

Suamiku Berondong Manis
Sanksi tegas


__ADS_3

Gaby melirik tajam ke dua gadis yang berkelahi dengannya, gara-gara kedua gadis itu, kini Orion terkena masalah.


Di ruangan itu sudah ada dekan dan pengurus fakultas tempat Orion belajar. Terdengar suara ketukan pintu, semua orang menoleh dan melihat Orion sudah berdiri di ambang pintu.


“Masuklah!” Dekan mempersilakan Orion masuk.


Orion mengangguk sopan, melirik Gaby yang terlihat acak-acakan dan dua gadis lain yang penampilanya sama berantakannya dengan Gaby.


“Apa ada masalah yang terjadi, Pak?” tanya Orion berdiri di depan dekan dan pengurus fakultas.


“Tentunya ada, kami juga menunggu orangtuamu datang,” jawab dekan.


Orion terkejut, kenapa orangtuanya juga dipanggil ke sana. Dia melirik Gaby, bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya.


Tidak beberapa lama, terdengar suara ketukan pintu lagi, kini Arlan terlihat berdiri dan tatapannya langsung tertuju ke Orion.


“Pak Arlan. Silakan masuk!” Dekan pun mempersilakan Arlan masuk.


Arlan mengangguk kecil, lantas berjalan menuju para dewan pengurus fakultas tempat putranya menimba ilmu.

__ADS_1


“Sebenarnya ada masalah apa?” tanya Arlan yang keheranan karena tiba-tiba dipanggil ke kampus putranya.


Arlan menoleh Orion, sedangkan putranya itu menunduk karena juga tidak tahu masalah yang terjadi.


“Pagi ini tiga mahasiswi kami berkelahi karena putra Anda, jadi kami ingin meluruskan masalah yang terjadi juga rumor yang beredar,” ucap staff fakultas.


Orion mengerutkan dahi, kenapa perkelahian Gaby dan dua gadis itu membuatnya terseret ke dalam masalah ini.


“Jika mereka yang berkelahi, kenapa jadi putraku yang ikut terseret?” tanya Arlan semakin keheranan.


Dekan dan para staff saling pandang, hingga salah satu dari mereka memberikan ponsel di mana ada video yang siap diputar di sana.


Orion sangat terkejut mendengar penjelasan staff kampus, hingga menoleh ke Gaby dan dua gadis yang ada di sana.


Arlan sendiri memilih menonton video di ponsel, di sana terlihat Gaby dan Orion yang sedang berbincang soal pernikahan Orion karena telah memperkosa hingga membuat Cheryl hamil. Namun, sayangnya video itu hanya sepenggal, tidak ada kelanjutan saat Orion mengaku jika bukan dia yang memperkosa.


Arlan terlihat geram, bagaimana bisa ada video seperti itu, serta kenapa putranya tidak bisa menjaga rahasia. Diliriknya tajam Orion yang semakin menundukkan kepala.


“Video ini sudah menyebar ke seluruh kampus, hal ini tentu membuat beberapa mahasiswi resah, mereka cemas jika sampai Orion ….” Staff menjeda ucapannya, seolah meminta Arlan mencerna sendiri kalimat setelahnya yang hendak diucapkan.

__ADS_1


Arlan menatap Orion yang menunduk, sebelum kemudian kembali memandang ke dekan dan staff.


“Jadi, apa sebenarnya yang pihak kampus inginkan?” tanya Arlan yang tidak suka berbasa-basi.


Dekan dan para staff itu saling tatap, mereka tampaknya sudah membuat keputusan sebelum Orion dan Arlan datang.


“Jika Orion memang melakukannya, kami akan memberi sanksi tegas untuk mengurangi kecemasan mahasiswa lain. Kita tidak mungkin membiarkan kebobrokan moral bebas begitu saja, itu akan menjadi contoh buruk untuk mahasiswa lainnya. Jika kami membiarkan hal itu, maka mereka akan berpikir kalau tindakan yang dilakukan Orion memang dibenarkan karena tidak ada sanksi tegas,” ujar dekan menjelaskan.


“Jadi?” Meski Arlan tahu, tapi hendak mendengar sendiri dari para staff kampus.


“Orion, apa ada pembelaan darimu tentang masalah ini?” tanya dekan memberi kesempatan Orion untuk membela diri.


Orion diam dan tidak menjawab pertanyaan dekan, seolah apa yang dituduhkan adalah benar. Dia berjanji akan tetap merahasiakan itu, sehingga membuat Orion memilih diam.


Arlan sendiri tidak bisa membela karena yang dia tahu, putranya memang melakukan hal itu.


Gaby terlihat cemas, meski tahu kalau bukan Orion yang melakukannya, dia juga tidak berhak bicara karena itu privasi Orion.


“Karena kamu tidak menjawab, berarti semua rumor itu memang benar. Jadi, kami sangat minta maaf, karena harus mengeluarkanmu dari kampus.”

__ADS_1


__ADS_2