Suamiku Berondong Manis

Suamiku Berondong Manis
Makan dari tanganmu


__ADS_3

“Maaf, kami sudah tu-tup.”


Orion bicara tanpa memperhatikan siapa yang masuk ke kafe, hingga terkejut saat melihat siapa yang datang.


Cheryl berdiri di ambang pintu, mengenakan pakaian biasa dan sweater.


“Aku hanya ingin menjemputmu,” kata Cheryl dengan senyum tipis di wajah.


Orion mengira kalau itu pelanggan, padahal sudah ada label tutup terpasang di pintu, tapi ternyata itu adalah istrinya, membuat Orion akhirnya malu dan terlihat canggung.


“Kenapa kamu datang ke sini? Kenapa tidak istirahat saja?” tanya Orion karena Cheryl datang ke sana, padahal malam semakin larut dan sudah jam sepuluh lebih.


“Aku tidak bisa tidur, jadi memutuskan untuk menjemputmu saja,” jawab Cheryl masih terlihat canggung ketika bicara dengan Orion.


Bima baru saja selesai membereskan bagian belakang, hingga melihat Orion dan Cheryl yang sedang berbincang di depan pintu.


“Yon!” panggil Bima.


Orion menoleh dan melihat temannya.


“Aku bereskan pekerjaanku sebentar, kamu duduklah di mana saja yang nyaman,” ucap Orion ke Cheryl.


Cheryl mengangguk, kemudian memilih tempat duduk sofa dekat pintu.


Orion menghampiri Bima yang berada di belakang meja kasir, sedangkan Bima terlihat mengawasi Cheryl yang kini duduk menunggu Orion.


“Pelanggan? Kamu ga bilang kalau kita sudah tutup,” kata Bima saat Orion sudah menghampirinya.


“Itu istriku,” jawab Orion santai. Dia kemudian kembali mengelap meja yang belum diselesaikan.

__ADS_1


“Apa?” Bima melotot mendengar jawaban Orion.


“Istrimu bule? Daebak!” Bima terkagum-kagum.


“Ibunya orang Prancis, ayah sambungnya Indonesia. Dia sejak kecil di Indonesia, bahkan berkewarganegaraan Indonesia,” ujar Orion menjelaskan.


“Wah … tidak menyangka.” Bima terkagum-kagum, lantas memandang ke arah Cheryl, tepat di saat wanita itu juga menatap ke arah mereka. Bima pun mengulas senyum dan mengangguk untuk memberi salam.


Cheryl memperhatikan Orion dan Bima, kemudian mengangguk dan tersenyum tipis saat Bima mengangguk.


“Bukannya istrimu sedang hamil, ini sudah sangat larut, tidak baik buat ibu hamil terkena angin malam. Sana kamu pulang duluan, sisanya biar aku yang bereskan,” ucap Bima sangat pengertian ke Orion.


“Kamu serius?” tanya Orion memastikan.


“Iya, biar aku yang bereskan sisanya,” jawab Bima sambil mendorong Orion untuk pergi.


“Sudah selesai?” tanya Cheryl saat melihat Orion berjalan menghampirinya.


Orion mengangguk dengan seulas senyum di bibir. Cheryl pun berdiri, lantas mengajak Orion keluar menuju mobil yang terparkir di halaman kafe.


“Kamu sudah makan malam?” tanya Cheryl ketika keduanya berjalan menuju mobil.


“Kamu?” Orion malah balik bertanya.


Cheryl berhenti melangkah, lantas menggelengkan kepala pelan.


“Ini jam berapa? Kenapa belum makan?” Orion sangat terkejut dan panik mengetahui kalau Cheryl belum makan.


“Tadi aku hanya makan buah karena belum lapar, tapi sekarang malah lapar,” ujar Cheryl sambil memasang ekspresi wajah manja.

__ADS_1


“Kamu mau makan apa? Kita beli sekalian jalan pulang,” kata Orion karena tidak mungkin membiarkan istrinya kelaparan di tengah malam.


“Aku mau ikan bakar, tadi lihat penjual di pinggir jalan tampak enak,” ujar Cheryl sambil menunjuk ke arah penjual yang tidak jauh dari kafe tempat Orion bekerja.


Orion mengulas senyum, kemudian menuruti keinginan Cheryl. Mereka meninggalkan mobil di depan kafe, lantas berjalan menuju warung tenda yang dimaksud Cheryl.


Sesampainya di sana, Orion langsung memesankan ikan bakar untuk Cheryl, sedangkan dia sendiri lebih menyukai yang goreng dengan bumbu asam manis.


“Itu kelihatan enak,” kata Cheryl menatap ikan goreng saus asam manis milik Orion.


Mereka duduk bersisian, Cheryl tampak menelan ludah melihat menu milik Orion.


“Kamu mau nyoba?” Orion menawari.


Cheryl mengangguk-angguk manja, tentu saja tidak akan menolak tawaran suaminya.


Orion mengambil daging ikan menggunakan sendok, lantas menyuapkan ke Cheryl. Wanita itu membuka mulut, membiarkan sang suami menyuapi, kemudian menikmati gurihnya daging ikan yang bercampur dengan bumbu manis dan asam yang sangat lezat.


“Mau lagi?” tanya Orion begitu perhatian.


“Iya, ini enak sekali,” jawab Cheryl.


Akhirnya Orion tidak jadi makan ikan asam manis karena disuapkan ke Cheryl. Dia terus memandang wajah sang istri, ternyata memang benar yang dikatakan Joya, Cheryl sangat manja bahkan terus meminta suap meski bisa makan sendiri. Namun, tentu saja Orion tidak keberatan karena suka menyuapi sang istri.


“Aku suka makan dari tanganmu,” ucap Cheryl sambil melebarkan senyum saat melihat ikan di piring hampir habis.


“Kenapa? Apa tanganku memiliki kekuatan untuk membuat makanan yang aku pegang jadi enak,” seloroh Orion.


Cheryl tertawa kecil, sebelum kemudian mengangguk dan membalas, “Pokoknya aku suka makan dari tanganmu.”

__ADS_1


__ADS_2