Suamiku Berondong Manis

Suamiku Berondong Manis
Rapuh dan manja


__ADS_3

Beberapa tahun lalu.


“Kak, boleh aku menyukaimu?”


Pertanyaan itu terlontar dari seorang anak SMP berumur dua belas tahun yang ditujukan untuk gadis kuliahan berumur dua puluh tahun.


Gadis yang tak lain adalah Cheryl, sangat terkejut dan menatap remaja itu dengan rasa tidak percaya. Dia menyangga dagu dengan telapak tangan, sikunya bertumpu di meja dan tatapannya tertuju ke remaja yang berani berkata menyukai dirinya.


“Kamu masih kecil, harus banyak belajar. Jangan berpikir untuk menyukai seorang gadis, apalagi gadis dewasa sepertiku,” ujar Cheryl.


“Aku memang masih kecil, tapi aku benar-benar menyukaimu,” balas Orion. Sore itu mereka bertemu, dengan dalih ingin menanyakan pelajaran bahasa Inggris, Orion malah berkata jika menyukai Cheryl.


Cheryl tertawa kecil mendengar balasan Orion, seolah menganggap jika semua ucapan pemuda itu hanyalah lelucon semata.


“Fokuslah ke belajar dulu, jangan berpikir untuk pacaran,” ucap Cheryl, lantas duduk dengan benar dan kembali membuka buku pelajaran Orion.


Orion terus menatap Cheryl, kenapa gadis itu menganggapnya hanya bercanda.


“Memangnya kenapa kalau pacaran? Apakah aneh? Teman-temanku sudah banyak yang berpacaran. Apa salah jika aku pun ingin seperti itu?” tanya Orion lagi.


Cheryl terdiam mendengar pertanyaan Orion, tampaknya remaja itu memang belum paham tentang sebuah hubungan antara pria dan wanita dewasa.


“Begini, Ion. Bukannya aku melarangmu menyukaiku, hanya saja umurmu dan umurku terpaut jauh. Belum lagi kamu masih seorang pelajar SMP dan aku masih kuliah. Banyak hal yang perlu dilakukan selain berpacaran. Maksudku, aku memang tidak ingin berpacaran dengan siapapun, bahkan dengan seumuranku karena aku ingin fokus belajar.” Cheryl pun berusaha menjelaskan.


Orion paham dengan yang diucapkan Cheryl, hingga kemudian kembali berkata, “Jika aku sudah dewasa, apa kita bisa pacaran?”


Cheryl mengakui kegigihan Orion yang begitu percaya diri ingin berpacaran dengannya, hingga Cheryl pun berkata, “Saat kamu dewasa, aku sudah terlalu matang untukmu. Kamu lebih baik mencari gadis seusiamu agar kalian bisa sama-sama mengerti juga memiliki visi dan misi yang sama. Aku benar-benar terlalu tua untukmu, Ion.”


**


Cheryl terdiam di mobil yang terparkir di halaman kafe. Dia belum pergi dari sana karena baru saja mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu, di saat dirinya masih dekat dengan Orion saat itu.

__ADS_1


Cheryl mendesau frustasi, apa mungkin ini karma karena dulu menolak Orion hanya dengan alasan jika pemuda itu terlalu kecil untuknya.


Dia ingat raut kekecewaan di wajah Orion saat itu, sebenarnya tidak tega tapi Cheryl harus bertindak tegas karena Orion saat itu masih seorang pelajar SMP.


Di sisi lain, Orion juga baru mengingat pengakuan cintanya ke Cheryl saat masih duduk di bangku SMP. Saat itu merasa jika Cheryl hanya menganggapnya melontarkan sebuah lelucon yang patut ditertawakan. Orion menyukai Cheryl sepenuh hati, tapi gadis itu tidak pernah menanggapi serius perasaannya karena dia masih seorang anak SMP.


**


Pernikahan Cheryl dan Orion dilakukan sederhana, hanya syukuran biasa dan disaksikan anggota keluarga. Banyak hal yang harus dipertimbangkan, membuat mereka memilih untuk tidak merayakan pesta itu secara mewah.


“Ion, apa yang kamu lakukan ini benar?” tanya Bintang setelah adiknya selesai akad.


“Tentu, aku harus bertanggung jawab,” jawab Orion menatap lembut ke sang kakak.


Bintang masih tidak percaya jika Orion memperkosa Cheryl, baginya sang adik terlalu polos dan manis untuk bisa melakukan hal sekejam itu.


“Kakak dan Langit sudah baikan?” tanya Orion yang mencemaskan hubungan asmara sang kakak.


Di sisi lain, Cheryl sejak tadi memperhatikan Orion yang sedang berbicara dengan Bintang. Hingga fokusnya pecah ketika mendengar suara sang mommy.


“Apa kalian akan tinggal di rumah Mommy atau di rumah orangtuanya?” tanya Lusy saat sudah duduk di samping Cheryl.


Cheryl memandang sang mommy, lantas mengulas senyum manisnya.


“Sebenarnya kami sudah memutuskan untuk tinggal di apartemen milikku saja. Aku dan dia butuh privasi, Mom.”


Lusy sangat terkejut mendengar ucapan Cheryl, kenapa putrinya malah ingin tinggal di apartemen.


“Kamu sedang hamil muda, bagaimana kalau terjadi apa-apa dan tidak ada yang memperhatikanmu?” tanya Lusy yang cemas.


Lusy memang tidak setuju dan masih tidak menyukai Orion, tapi dia juga tidak bisa mengabaikan putrinya.

__ADS_1


“Aku akan baik-baik saja, Mom. Lagi pula aku tidak mengalami morning sickness, jadi menurutku akan aman saja,” ujar Cheryl menjelaskan.


“Aku hanya ingin berusaha mandiri dan bertanggung jawab, Mom. Jadi tolong hargai keputusanku,” ucap Cheryl mencoba meyakinkan Lusy.


Joya memperhatikan Cheryl yang sedang bicara dengan Lusy, hingga kemudian dia menghampiri Orion yang sedang berbincang dengan Bintang.


“Bibi.” Bintang langsung sungkan saat Joya menghampiri mereka.


Orion sendiri mengulas senyum untuk ibu angkat wanita yang kini jadi istrinya.


“Boleh aku bicara dengan adikmu sebentar?” tanya Joya.


Bintang mengangguk, kemudian meninggalkan dua orang itu di sana berdua.


“Ada apa Bibi?” tanya Orion sedikit canggung.


Joya menatap pemuda yang masih sangat muda itu, bahkan lebih muda dari putranya sendiri.


“Panggil Mimi saja seperti Cheryl memanggil,” kata Joya karena bagaimanapun kini Orion adalah suami dari putri angkatnya.


Orion mengangguk-angguk, sungkan karena ternyata Joya lebih ramah dan sabar daripada ibu kandung Cheryl.


“Soal ibunya Cheryl, aku harap kamu tidak membenci atau marah karena sikapnya yang tak acuh bahkan tidak merestui pernikahan kalian. Ada beberapa hal yang membuatnya seperti itu. Tapi, aku harap kamu yang lebih muda, lebih bisa mengerti dan memahami perasaannya. Semua terkejut dan marah saat tahu kamu tega melakukan itu ke Cheryl, tapi kami juga mencoba menerima jika mungkin memang seperti ini jalan takdirnya. Aku harap kamu bisa bersikap baik ke Cheryl, dia itu kesayangan kami, jadi tolong jaga dia meski awalnya kamu hanya memanfaatkannya saja,” ucap Joya panjang lebar.


Orion mengangguk-angguk lagi menanggapi ucapan Joya. Hingga keduanya sama-sama menoleh ke arah Cheryl yang sedang duduk bersama Lusy.


“Dia itu terlihat kuat, tapi sebenarnya rapuh dan sedikit manja. Bersabarlah dengannya, jangan bersikap kasar kepadanya jika dia salah. Dia paling tidak bisa dibentak,” ucap Joya lagi.


“Saya akan mengingat semua ucapan Anda,” ujar Orion menanggapi ucapan Joya.


Joya mengulas senyum dan menepuk pelan lengan Orion, meski pemuda itu mengakui jika telah memperkosa putri angkatnya dan sudah membuat kecewa, tapi dia dan seluruh anggota keluarga harus menerima karena bagaimanapun Cheryl sudah menerima pemuda itu.

__ADS_1


__ADS_2