
Akibat masalah pengakuan Cheryl, kini Arlan meminta bertemu dengan keluarga Cheryl untuk membahas masalah itu.
“Pi. Papi tidak perlu melakukan ini? Aku dan Cheryl sudah sepakat dan saling menerima.” Orion mencegah sang papi untuk membahas masalah kebohongan mereka ke orangtua Cheryl.
“Setelah semua kebohongan yang kalian lakukan, apa kalian berpikir semua akan baik-baik saja?” Arlan menatap tajam ke putranya, kecewa karena Orion berani membohonginya.
“Masa depanmu dipertaruhkan dan kamu menganggap semua baik-baik saja?” Arlan benar-benar tidak habis pikir dengan keputusan Orion yang mengaku memperkosa hanya untuk menyelamatkan nama baik Cheryl.
Cheryl sendiri hanya diam dan duduk di ruang tamu sambil menundukkan kepala, melirik Orion yang mengejar Arlan kemudian keduanya tampak berdebat.
Annetha baru saja keluar dari kamar saat mendengar keributan dari luar, hingga melihat suami dan putranya terlihat sedang beragumen.
“Ada apa ini? Kenapa kalian bertengkar?” tanya Annetha bingung.
Sejak Orion menikah dan pindah, putranya tidak pernah pulang, tapi sekali pulang dan berada di rumah, malah terlibat cekcok dengan sang papa.
“Kita bahas setelah kedua orangtua Cheryl datang,” jawab Arlan kemudian memilih masuk ke kamar.
Annetha sangat terkejut, hingga kemudian menatap Orion yang terlihat cemas.
__ADS_1
“Ada apa sebenarnya, hm?” tanya Annetha ke Orion.
Orion mengalihkan pandangan dari sang mami karena bingung harus bagaimana menjelaskan.
**
“Apa?” Lusy sangat terkejut saat Arlan menceritakan yang terjadi.
Zayn, Joya, dan Kenzo yang ada di sana pun tidak kalah terkejutnya, mereka benar-benar tidak menyangka jika Cheryl dan Orion membohongi mereka.
“Apa itu benar? Bukan dia yang memperkosamu?” tanya Lusy ke Cheryl yang duduk di sampingnya.
“Ya, Mom.” Cheryl menjawab dengan tegas.
Semua orang terkesiap mendengar pengakuan Cheryl, hingga mereka menggeleng dengan rasa tidak percaya.
“Kenapa kamu lakukan ini?” tanya Lusy karena kecewa Cheryl telah berbohong.
“Jangan menyalahkan Cheryl. Jika ada yang patut disalahkan, itu adalah aku. Aku mengakui perbuatan itu tanpa berpikir dua kali, Cheryl sendiri juga tidak ingat sehingga dia juga percaya. Aku yang berbohong karena sebenarnya aku memang ingin menikah dengan Cheryl sebab mencintainya.” Orion langsung membela agar Cheryl tidak disalahkan.
__ADS_1
“Karena masalah ini, kamu hampir dikeluarkan dari kampus. Apa kamu pikir bisa menjadi jagoan dengan mengakui perbuatan yang tidak pernah kamu lakukan?” Arlan terlihat paling murka dan tidak bisa menerima kebohongan sang putra.
“Aku minta maaf,” ucap Orion yang tidak melakukan pembelaan.
Lusy memegangi kening yang terasa pusing, sedangkan yang lainnya terlihat bingung dan saling pandang karena tidak tahu harus bagaimana.
“Karena kamu tidak pernah memperkosanya, juga tidak memiliki hak atas bayi itu, mungkin lebih baik kalian bercerai saja.” Arlan membuat keputusan sepihak karena sudah sangat kecewa terus dibohongi.
“Pi!” Orion sangat terkejut dan menatap sang papi dengan rasa tidak percaya.
Cheryl sangat terkejut mendengar ucapan Arlan, lantas menatap Orion dengan bola mata berkaca-kaca karena takut jika mereka benar-benar diminta untuk berpisah.
“Mas.” Annetha pun tidak percaya jika sang suami membuat keputusan sepihak. “Jangan membuat keputusan sepihak seperti ini,” ucap Annetha dengan suara lirih ke sang suami.
“Ini menyangkut masa depan putramu, aku hanya memikirkan yang terbaik untuknya,” balas Arlan.
“Terbaik untukmu bukan berarti terbaik untuknya. Jangan mengambil keputusan sepihak seperti itu, aku tidak setuju.” Annetha bicara lirih tapi dengan penekanan, kemudian menoleh ke Lusy dan yang lainnya.
“Maaf, suamiku hanya sedikit kecewa dan mengambil keputusan sepihak. Begini saja, hari ini kalian pasti terkejut sama halnya dengan kami. Mungkin lebih baik kita sama-sama mendinginkan pikiran dulu, kemudian memutuskan yang terbaik.”
__ADS_1