
“Mommy ingin kita menginap di rumah. Apa kamu ga masalah?” tanya Cheryl saat sore itu mampir ke kafe dan bicara dengan Orion.
Orion sebenarnya masih merasa canggung berhadapan dengan Lusy, tapi tidak mungkin juga menolak karena takut dianggap tidak sopan.
“Aku tidak apa-apa,” jawab Orion. Lagi pula tidak enak kalau menolak.
Cheryl pun mengangguk paham, kemudian kembali berkata, “Oke, aku akan pulang dan mengambilkan pakaian ganti untukmu. Nanti aku ke rumah Mommy dulu, malamnya aku jemput kamu buat ke sana.”
“Apa kamu tidak capek kalau bolak-balik jemput. Nanti aku ke sana bisa naik taksi saja,” balas Orion, tidak ingin istrinya kelelahan jika terus menyetir ke sana kemari.
“Tidak, kamu tenang saja,” ucap Cheryl.
Saat Orion sedang berbincang dengan Cheryl. Gaby yang sore itu ingin mengunjungi Orion, harus melihat betapa dekat dan perhatiannya Orion ke Cheryl.
Gaby berdiri tidak jauh dari kafe, memandang Orion yang memberi perhatian ke Cheryl, bahkan pemuda itu mengusap rambut Cheryl dan ada seulas senyum di wajahnya.
Gaby pun menggenggam erat tali tas yang menyilang di depan dada, kemudian memilih untuk berbalik arah dan tidak jadi bertemu dengan Orion.
**
Cheryl pulang ke rumah orangtuanya terlebih dahulu, agar Lusy tidak cemas dan takut kalau dia tidak akan datang.
__ADS_1
“Kok kamu sendiri, di mana suamimu?” tanya Lusy dengan tatapan penuh curiga. Dia menghadang Cheryl yang baru saja keluar dari mobil.
“Ion masih kerja, Mom. Jadi aku datang duluan, nanti setelah bekerja, aku akan menjemputnya,” jawab Cheryl keluar dari mobil sambil menenteng paper bag berisi pakaian milik suaminya.
Lusy mengerutkan dahi, kenapa Orion bekerja sedangkan pemuda itu masih kuliah.
“Kerja? Kerja apa dia?” tanya Lusy.
“Jadi waiters,” jawab Cheryl.
Lusy sangat terkejut, kenapa pemuda itu sampai kuliah sambil kerja, sedangkan tahu kalau Cheryl bisa mencukupi kebutuhan mereka.
“Dia benar-benar kerja apa hanya pencitraan,” cibir Lusy sambil berjalan masuk rumah bersama Cheryl.
“Mom, dia benar-benar kerja untuk mencukupi kebutuhan rumah. Dia tidak pernah meminta uang dariku, bahkan aku memberinya kartu debit pun tidak digunakan. Dia benar-benar bertanggung jawab, Mom. Dia tidak pernah berpura-pura dengan semua yang dilakukannya,” ujar Cheryl membela suaminya.
Lusy terkejut karena Cheryl begitu membela Orion, hingga menilai jika ucapan Joya tampaknya benar kalau Cheryl memang sudah menerima pemuda itu sebagai suaminya.
“Termasuk tidak pura-pura kalau dia yang memperkosamu!”
Ucapan Lusy membuat Cheryl terkejut, tapi dia mencoba bersikap biasa menghadapinya.
__ADS_1
“Kalau itu sudah beda cerita, Mom.” Cheryl masih tidak ingin membuka fakta akan kebenaran siapa yang memperkosanya. Hanya takut kalau saja tiba-tiba orangtuanya atau orangtua Orion meminta mereka bercerai, karena bayi yang dikandungnya bukanlah milik Orion.
“Aku masuk dulu, Mom.” Cheryl tidak ingin bicara lebih banyak lagi, hingga kemudian memutuskan untuk segera menuju ke kamarnya.
**
Saat malam hari, Orion baru saja selesai membereskan kafe dan bersiap untuk pulang.
“Aku pulang dulu,” kata Orion ke Bima.
“Oke.” Bima yang membawa kunci kafe, sehingga dia pulang paling akhir.
Orion keluar dari kafe, lantas mengeluarkan ponsel dan hendak menghubungi Cheryl. Namun, sebelum dia menghubungi istrinya, panggilan dari Gaby lebih dulu masuk, membuat Orion memilih menjawab panggilan itu terlebih dahulu.
“Gab, ada apa?” tanya Orion begitu menjawab panggilan itu.
“Ion!” Suara Gaby terdengar begitu panik.
Orion terkejut mendengar suara Gaby. “Ada apa?”
Orion mendengarkan suara Gaby, hingga kemudian bergegas pergi dari depan kafe menuju ke arah kanan.
__ADS_1
Saat itu, Cheryl baru saja sampai di kafe. Dia mengamati Orion yang berlari ke arah berlawanan dengan jalan pulang. Cheryl mencoba memastikan apakah yang dilihatnya adalah Orion.
“Mau ke mana dia?” Cheryl bertanya-tanya. Dia mengecek ponselnya, tidak ada panggilan atau pesan, kenapa Orion pergi sedangkan sudah tahu kalau dia akan menjemputnya.