Suamiku Berondong Manis

Suamiku Berondong Manis
Mimpi buruk


__ADS_3

“Kamu memikirkan apa?” tanya Orion ketika melihat Cheryl melamun setelah kembali ke apartemen.


Cheryl tersadar dari lamunan, ditatapnya Orion yang sudah berdiri di hadapannya sambil memegang segelas susu.


“Tidak ada,” jawab Cheryl.


Orion memberikan susu yang dibuatnya khusus untuk Cheryl, lantas duduk di samping sang istri.


“Aku perhatikan, kamu terus melamun sejak kita pulang. Apa ada sesuatu?” tanya Orion yang cemas. Siapa tahu Cheryl mengalami syok atau yang lainnya, setelah sebelumnya terkejut karena hampir tertabrak.


Cheryl tidak langsung menjawab pertanyaan Orion, memilih meminum susu yang dibuat sang suami hingga habis setengah.


“Tidak ada, mungkin hanya karena masih terkejut kita hampir tertabrak,” jawab Cheryl mencoba membuat perasaan Orion sedikit tenang.


“Kamu yakin? Apa kamu merasakan hal aneh? Mungkin perutmu kram atau yang lainnya? Apa perlu kita ke rumah sakit untuk memastikan kondisinya?” tanya Orion bertubi karena cemas dengan kondisi Cheryl.


Cheryl malah tertawa melihat Orion yang sangat mencemaskan dirinya.


“Aku benar-benar tidak apa-apa, kamu jangan cemas. Dia juga baik saja, aku tidak merasakan apa yang kamu sebutkan tadi,” jawab Cheryl meyakinkan Orion kalau dia baik-baik saja.


Orion menatap Cheryl setengah tidak percaya, tapi akhirnya memilih tidak bertanya lagi.

__ADS_1


“Ion, aku lapar,” ucap Cheryl manja.


“Kamu mau makan apa? Biar aku buatkan,” ucap Orion yang lupa akan pembahasan tentang kondisi Cheryl.


“Apa saja boleh, roti isi dengan banyak selada juga enak.”


Orion pun meminta Cheryl menunggu, sedangkan dia sendiri pergi ke dapur untuk membuat roti isi permintaan Cheryl.


Cheryl tersenyum saat menatap Orion berjalan ke dapur, hingga senyum itu pudar dan dia menunduk sambil menatap gelas berisi susu yang dipegangnya.


Wajah dan suara pria itu, kenapa aku merasa tidak asing?


Saat malam hari. Cheryl tidur lebih awal karena merasa begitu lelah. Orion masih terjaga karena mengerjakan tugas dari kampus.


Cheryl mengerutkan dahi saat tidur, kelopak mata pun tertutup rapat seolah sedang menahan sesuatu yang menakutkan.


“Tidak, jangan.”


Cheryl mengigau dan terus menggelengkan kepala. Dia benar-benar bermimpi buruk dan begitu ketakutan.


Orion baru saja masuk kamar setelah selesai mengerjakan tugas, sengaja mengerjakan di ruang tamu agar tidak mengganggu tidur Cheryl jika menyalakan lampu utama di kamar.

__ADS_1


Orion terkejut saat melihat Cheryl ketakutan bahkan menangis meski kelopak mata terpejam.


“Cheryl, bangun. Kamu mimpi buruk, hm?” Orion mencoba membangunkan Cheryl.


“Jangan, aku mohon jangan.” Cheryl menangis tergugu, tidak mendengar suara Orion yang membangunkannya.


“Hei, ini aku. Cher, bangun dan buka matamu,” ucap Orion mencoba membangunkan.


Cheryl tiba-tiba membuka kelopak mata, terbangun dari mimpi buruk dengan napas tersengal dan dada naik turun tidak beraturan.


“Kamu mimpi buruk, hm?” Orion penuh perhatian mengusap kening Cheryl yang berkeringat.


Cheryl baru saja sadar dan menatap Orion yang memandangnya, hingga dia kembali menangis karena begitu ketakutan.


Orion sangat terkejut melihat Cheryl yang menangis, lantas membawa tubuh Cheryl ke pelukan.


Cheryl meraung karena ketakutan, menyandarkan dagu di pundak Orion yang kini mendekapnya.


“Kamu mimpi apa, hm? Kenapa kamu sampai ketakutan seperti ini?” tanya Orion dengan suara begitu lembut.


Cheryl tidak menjawab pertanyaan Orion, masih syok dan sangat takut dengan mimpi yang hadir dalam tidurnya. Seperti itu sangat nyata, rasa sakit yang dirasa pun terasa begitu nyata.

__ADS_1


__ADS_2