Suamiku Berondong Manis

Suamiku Berondong Manis
Kesalnya Cheryl


__ADS_3

“Tapi masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan, apa tidak bisa jika mendapatkan keringanan, mungkin skors. Sepertinya mengeluarkan Orion adalah keputusan yang berlebihan, sedangkan pihak wanita pun sudah menerima dan mereka tidak membesarkan masalah ini.”


Arlan tentunya tidak terima jika putranya dikeluarkan begitu saja. Apalagi Orion di sana juga termasuk mahasiswa berprestasi dan selalu mendapatkan nilai baik. Dia hanya menyayangkan pihak kampus yang langsung mengambil keputusan itu.


“Kami sudah mempertimbangkan semuanya, termasuk imbas dan efek dari menyebarnya berita ini. Kecuali, Orion bisa membuktikan jika itu tidak benar. Anda sendiri melihat, dalam video itu terlihat jelas dia dan Gaby bicara tentang masalah itu. Gaby pun akan mendapatkan sanksi karena telah membantu menyembunyikan masalah ini,” ujar dekan panjang lebar.


Gaby sangat terkejut hingga mengangkat wajah dan menatap dekan juga staff secara bergantian. Padahal dia ingin sekali berkata kalau video percakapan itu jelas-jelas dipotong dan tidak benar. Namun, lagi-lagi Gaby memikirkan perasaan Orion dan privasi temannya itu.


“Kami pun sangat menyayangkan dan tidak punya pilihan, jadi kami harap Anda bisa mengerti,” ucap dekan lagi.


Arlan tahu jika Orion sampai dikeluarkan dari kampus itu, akan susah bagi putranya masuk ke universitas lain karena alasan dikeluarkannya Orion pasti akan menyebar.


“Itu tidak benar! Kalian tidak bisa mengeluarkan Orion begitu saja!” Suara Cheryl terdengar di ruangan itu, membuat semua orang langsung menoleh ke arah pintu.


Cheryl sendiri merasa aneh dengan panggilan kampus, bahkan mendatangkan Arlan juga di sana. Dia ternyata turun setelah Arlan berjalan jauh, hingga kemudian mendengar apa yang dibicarakan di ruangan itu.

__ADS_1


“Cher.” Orion terlihat cemas, melihat Cheryl yang tampak emosi dan berpikir jika mungkin saja Cheryl akan membongkar rahasia mereka.


Arlan pun terkejut melihat menantunya di sana, hingga menatap Cheryl yang kini berjalan masuk.


“Anda siapa?” tanya dekan karena ada wanita berkebangsaan asing di sana.


“Aku istri Orion,” jawab Cheryl tidak formal karena kesal.


Orion langsung menghampiri Cheryl yang baru saja berjalan beberapa langkah, hendak mencegah jika saja Cheryl mengungkap rahasia mereka.


“Apa aku bisa membiarkan suamiku dalam masalah?” Cheryl menatap Orion, kemudian menatap satu persatu orang yang ada di ruangan itu, termasuk Gaby.


Hingga tatapan Cheryl tertuju ke kedua gadis yang tidak dikenalnya, dia menebak jika dua gadis itu yang membuat Orion dalam masalah.


“Kita keluar dulu dan bicara,” kata Orion menggandeng tangan Cheryl dan ingin mengajak istrinya keluar.

__ADS_1


“Tidak Ion, cukup kamu berkorban,” tolak Cheryl sambil melepas genggaman tangan Orion.


Orion sangat terkejut karena Cheryl melepas genggaman tangannya, semakin cemas kalau Cheryl akan membongkar semuanya.


Arlan terkejut mendengar ucapan Cheryl, mencoba menelaah maksud dari berkorban.


Cheryl berjalan mendekat ke arah Arlan dan yang lain duduk, tersenyum ke ayah mertuanya, sebelum kemudian mengubah ekspresi saat menatap dekan dan staff yang dianggapnya tidak bisa membuat keputusan yang bijak.


“Aku akan menjelaskan semuanya, tapi aku harap orang yang tidak bersangkutan dengan masalah ini keluar dari ruangan.” Cheryl menoleh dan menatap tajam kepada dua gadis yang dianggapnya sebagai pembawa bencana untuk suaminya.


Dekan pun setuju, lantas meminta Gaby dan dua gadis tadi keluar dari ruangan, sedangkan Orion benar-benar cemas jika Cheryl membuka rahasia mereka. Dia hanya takut kalau sampai Arlan tidak terima karena sudah berbohong.


“Jadi Anda adalah korbannya?” tanya dekan saat ruangan itu hanya ada staff, Orion, Cheryl, dan Arlan.


“Ya, benar,” jawab Cheryl dengan nada suara tegas. “Aku adalah korban dan tidak pernah merasa dirugikan, lantas kenapa kalian yang menghukum Orion? Apa kalian layak menghukumnya? Bahkan kalian menghukum hanya karena video yang entah itu benar atau tidak. Aku jadi meragukan kredibilitas kerja staff di kampus ini,” cibir Cheryl yang sudah tidak bisa menahan emosinya.

__ADS_1


__ADS_2