Suamiku Berondong Manis

Suamiku Berondong Manis
Benar-benar suami istri


__ADS_3

“Tadi pagi aku bertamu ke apartemen Cheryl,” ucap Joya saat menemui Lusy di rumahnya.


“Bagaimana kondisinya? Pria itu tidak menyakitinya, ‘kan?” Lusy masih saja berpikiran negatif tentang Orion.


Joya menaikkan satu sudut alis, kemudian tersenyum dan memilih mengambil cangkir berisi teh, sebelum menjawab pertanyaan Lusy.


Lusy sendiri tidak sabar menunggu Joya menjawab, kenapa temannya itu malah dengan santai minum dan tidak menjawab pertanyaannya dulu.


“Joy, katakan jika tebakanku salah!” Lusy sangat mencemaskan Cheryl.


“Memang salah,” ucap Joya sambil meletakkan cangkir kembali di meja.


“Orion sangat bertanggung jawab, Lu. Dia bangun pagi, menyiapkan sarapan, bahkan sebelum Cheryl bangun. Saat aku ke sana dia sedang sibuk di dapur, sedangkan Cheryl masih nyenyak di ranjangnya. Aku berpikir jika Orion memang benar-benar tulus mencintai dan menyayangi Cheryl. Aku juga melihat kalau Cheryl menyukai suaminya. Itu bisa dilihat dari bagaimana Cheryl bersikap manja ke suaminya. Kamu tahu sendiri, Cheryl tidak akan mudah bersikap manja ke sembarang orang,” ujar Joya lagi panjang lebar menceritakan yang diketahuinya.


“Jika memang pria itu mencintai Cheryl, kenapa dia tega memperkosanya?” Lusy masih tidak terima jika mengingat akan tragedi itu.


Joya menarik napas panjang, kemudian menghela perlahan.


“Aku malah berpikir jika itu bukan Orion.”


Ucapan Joya membuat Lusy terkejut dan langsung memandang temannya itu.

__ADS_1


“Apa maksudmu?” tanya Lusy.


“Ini hanya penilaianku saja. Cheryl tidak terlihat takut atau trauma ketika berinteraksi dengan Orion. Orion sendiri bersikap lembut dan sangat menghormati Cheryl. Itu sangat bertolak belakang dengan semua yang harusnya terjadi. Cheryl terlihat begitu nyaman bersama Orion.”


Joya mengemukakan semua pandangannya tentang hubungan Orion dan Cheryl, berharap Lusy pun bisa menilai dari sudut pandang positif dan bisa menerima Orion.


Lusy terdiam, pikiran negatif masih menyelimuti pikiran karena kecemasan akan kebahagiaan putri satu-satunya. Namun, Lusy mencoba menerima pendapat Joya, mungkin dia pun harus menilai secara langsung, agar tahu bagaimana sebenarnya hubungan antara Cheryl dan Orion.


**


“Hari itu kamu bilang akan ke kafe, kenapa tidak datang?” tanya Orion saat pergi ke kampus dan bertemu dengan Gaby. Keduanya kini berjalan bersisian menuju ruang kelas.


Gaby terkejut mendengar pertanyaan Orion, lantas mencoba tersenyum ke pemuda itu.


Gaby sebenarnya tidak jadi pergi karena memikirkan Orion yang begitu perhatian ke Cheryl. Malam harinya ke sana dan berpikir ingin menemani Orion sampai selesai bekerja, tapi siapa sangka malam itu saat datang ke kafe, Gaby melihat Orion yang sedang berbincang dengan seorang wanita. Keduanya berbincang begitu akrab dan sesekali tertawa, membuat Gaby sangat yakin kalau wanita itu adalah istri Orion.


“Oh … kukira kenapa.” Orion pun tidak kembali bertanya.


Gaby melihat wajah Orion yang terlihat berseri dan tampak begitu cerah.


“Ion, seperti apa istri pura-puramu?” tanya Gaby memberanikan diri.

__ADS_1


Orion berhenti melangkah, lantas memandang temannya itu.


“Sebenarnya bukan pura-pura, Gab.” Orion mencoba meluruskan pengakuan awalnya dan yang sekarang.


“Maksudnya? Bukankah kalian menikah karena kesepakatan?” tanya Gaby dengan dahi berkerut halus.


“Awalnya, tapi sekarang dia sudah menerimaku. Jadi, pernikahan kami bukanlah sebuah sandiwara. Kami memutuskan untuk terus melanjutkan hubungan ini, anggap saja tanpa pacaran dan kami langsung menjadi suami-istri,” jawab Orion dengan senyum manis di wajah.


Gaby begitu terkejut mendengar jawaban Orion, ditatapnya pemuda itu dengan rasa tidak percaya.


“Maksudnya? Kalian benar-benar menjadi suami-istri dan tidak ada kemungkinan kalian berpisah?” tanya Gaby dengan ekspresi wajah syok.


Orion mengangguk-angguk kecil untuk menjawab pertanyaan Gaby.


“Aku sudah menyukainya sejak lama, sekarang bisa benar-benar menjadi suaminya adalah hal luar biasa untukku,” ungkap Orion.


Gaby semakin tidak percaya, memandang Orion dengan tatapan penuh kekecewaan.


“Sudah, ayo ke kelas atau kita akan terlambat.”


Orion pun berjalan dulu meninggalkan Gaby yang masih termangu.

__ADS_1


Gaby sendiri masih tidak menyangka kalau Orion akan benar-benar menjadi suami wanita lain, membuat hatinya patah dan rasanya begitu hancur.


Aku sudah menyukaimu sangat lama, Ion. Aku berusaha menahannya karena tahu kamu tidak ingin berpacaran. Tapi kenapa sekarang seperti ini?


__ADS_2