Suamiku Berondong Manis

Suamiku Berondong Manis
Rumor


__ADS_3

Orion masih mendekap erat Cheryl, detak jantung istrinya itu bahkan terdengar begitu keras di telinganya. Dia mengusap punggung Cheryl secara konstan, berusaha menenangkan karena Cheryl begitu ketakutan.


“Tidak apa, itu hanya mimpi,” ucap Orion.


Terdengar suara isak dari bibir Cheryl, kedua telapak tangan mengepal dan berada di depan dada.


“Mimpi itu sangat nyata. Wajah pria itu semakin jelas,” lirih Cheryl dengan mata terpejam dan kepala bersandar di dada Orion.


Orion terkejut mendengar ucapan Cheryl.


“Pria siapa?” Meski bisa menebak, tapi Orion hendak memastikan.


“Pria itu, dia menyentuhku. Dia ….” Cheryl tidak sanggup melanjutkan kata-kata, kelopak mata semakin dikerutkan dan wajah disembunyikan dalam dekapan Orion.


Orion menghela napas kasar, tidak lagi bertanya karena tahu kalau Cheryl benar-benar tertekan kali ini.


“Itu hanya mimpi, kamu jangan cemaskan apa pun. Aku ada di sini untuk menjagamu, kamu jangan takut, hm ….” Orion mengusap rambut hingga punggung Cheryl dengan lembut.


Cheryl masih terisak, tapi tidak lagi bicara dan matanya masih terpejam. Dalam pelukan Orion, Cheryl merasa begitu tenang dan damai.


**


“Bisa bantu izinkan. Cheryl dalam kondisi tidak baik, aku tidak bisa meninggalkannya sendirian di apartemen,” ucap Orion dengan ponsel menempel di telinga.


Pagi itu dia menghubungi Gaby dan meminta temannya untuk memintakan izin ke dosen kalau dia tidak akan masuk kelas.


“Apa dia sakit? Kenapa kamu sampai ambil cuti lagi?” tanya Gaby dari seberang panggilan.

__ADS_1


Orion menggosok kening, hingga kemudian menjawab, “Ya, dia demam dan aku tidak bisa pergi dengan kondisinya yang seperti sekarang ini.”


“Baiklah, aku akan memintakan izin untukmu.”


Panggilan itu pun berakhir, Orion memandang layar ponsel di mana nama Gaby masih terpampang di sana.


“Kamu pergi saja ke kampus, aku akan baik-baik saja di rumah,” ucap Cheryl yang ternyata melihat dan mendengar Orion saat menghubungi Gaby.


Orion langsung menoleh karena terkejut mendengar suara Cheryl. Dia mengulas senyum dan meletakkan ponsel di meja makan, sebelum kemudian berjalan menghampiri Cheryl yang berdiri tidak jauh darinya.


“Kamu sudah bangun, mau sarapan?” tanya Orion penuh perhatian. Bahkan dia merapikan rambut Cheryl yang sedikit berantakan karena baru bangun tidur.


“Kenapa harus ambil cuti lagi?” tanya Cheryl tidak menjawab pertanyaan Orion.


“Tidak apa, selama ini aku juga tidak pernah ambil cuti, dosen pasti akan maklum,” jawab Orion.


“Aku juga tidak apa kalau izin, sekalian aku istirahat di rumah, hm ….” Orion benar-benar tipe suami idaman, perhatiannya membuat hati Cheryl semakin meleleh.


Orion mengajak Cheryl ke meja makan, meminta sang istri duduk dan menyajikan semangkuk bubur lengkap dengan ayam juga telur.


“Aku berpikir kamu ingin makan bubur, jadi aku membuatnya,” ucap Orion.


Cheryl menatap Orion dengan rasa kagum, sebesar itukah cinta Orion kepadanya, sampai melakukan segala hal demi dirinya.


“Terima kasih, Ion.” Cheryl terharu, lantas mengambil sendok dan siap untuk makan.


“Jangan terus berucap terima kasih. Ini sudah selayaknya yang dilakukan suami ke istrinya, ‘kan? Memberikan perhatian yang dibutuhkan.”

__ADS_1


Ucapan Orion benar-benar akan membuat dunia gempar, hingga banyak wanita yang akan berpikir untuk menjadikan pemuda itu suami mereka.


**


Gaby pergi ke kampus, berjalan sambil menenteng tas berisi buku mata kuliah pagi itu. Hingga dua orang mahasiswi tiba-tiba menghadang jalannya dan terlihat antusias menatap Gaby.


“Mau apa kalian?” tanya Gaby dengan mata memicing.


“Gab, aku dengar Orion sudah menikah,” kata salah satu mahasiswi.


“Memang, terus?” Gaby menatap sinis dan waspada kepada kedua gadis di hadapannya.


“Katanya karena terpaksa, ya? Aku dengar Orion memperkosa, makanya diminta bertanggung jawab dengan menikahi wanita itu. Bisa dibilang pernikahan mereka terpaksa, ‘kan.” Gadis lainnya bicara hal yang diketahui.


Gaby sangat terkejut hingga membulatkan bola mata mendengar ucapan para gadis itu.


“Siapa yang bilang? Kalau tidak tahu apa-apa, kalian jangan menyebar fitnah!” amuk Gaby tidak terima.


“Siapa yang nyebar fitnah? Kita bicara fakta, kamu tahu tapi malah pura-pura menutupinya,” sinis salah satu gadis.


“Jangan-jangan kamu sebenarnya dapat jatah dari dia biar tutup mulut. Ya, ga kami duga saja, Orion yang terlihat polos, ternyata suka juga me--”


Gadis yang menghadang jalan Gaby berhenti bicara karena tamparan mendarat di pipinya. Gadis itu syok dan memegangi pipi yang


“Jaga omonganmu! Kalau tidak tahu apa-apa ga usah banyak bicara!” amuk Gaby sambil menunjuk wajah gadis yang baru saja ditamparnya.


“Sialan kamu! Beraninya menamparku!”

__ADS_1


Gadis itu tidak terima dan membalas perlakuan Gaby dengan cara menjambak rambut Gaby, mereka pun terlibat perkelahian di kampus.


__ADS_2