Suamiku Berondong Manis

Suamiku Berondong Manis
Tidak disuruh pisah


__ADS_3

“Ada apa?” Orion dan Cheryl bertanya bersamaan, saat keduanya baru saja menutup panggilan dari orangtua masing-masing.


Mereka terkekeh pelan karena bisa bertanya bersamaan dan kalimat yang dilontarkan pun sama.


“Mommy bilang apa?” tanya Orion.


“Mommy ingin kita pergi ke rumah, ada hal yang ingin disampaikan,” jawab Cheryl kemudian kembali menatap ponsel yang dipegang.


“Mami juga minta kita datang ke rumah, bagaimana?” Orion bingung karena kedua ibu mereka sama-sama minta agar datang ke rumah mereka masing-masing.


Cheryl terlihat berpikir, hingga kemudian berkata, “Kita ke rumah Mami dulu saja, nanti aku kirimkan pesan ke Mom kalau kita akan ke sana setelah dari rumah Mami.”


Cheryl memilih mendahulukan keluarga Orion, karena mertuanya itu yang terlihat paling kecewa saat mengetahui fakta yang sebenarnya.


“Apa tidak apa-apa?” tanya Orion yang takut jika keluarga Cheryl merasa diabaikan karena mereka lebih memilih ke rumah orangtuanya dulu.


“Tidak apa-apa, aku yakin mom dan daddy akan mengerti,” jawab Cheryl.


Akhirnya Cheryl dan Orion pun pergi ke rumah Annetha terlebih dahulu, baru nantinya mereka pergi ke rumah Lusy.

__ADS_1


Saat sampai di rumah Annetha, Cheryl dan Orion berjalan menuju rumah sambil bergandengan tangan, menunjukkan kalau mereka saling mencintai dan pernikahan yang dijalani bukanlah sebuah keterpaksaan.


“Mi, Pi.” Orion dan Cheryl menyapa dua orang tua yang sudah menunggu mereka di ruang tamu.


“Duduklah.” Annetha mempersilakan.


Cheryl duduk bersama Orion, terlihat menunduk karena takut dengan Arlan yang masih tampak tak suka kepadanya.


“Kenapa Mami minta kami datang?” tanya Orion memberanikan diri, ditatapnya bergantian Arlan dan Annetha.


Annetha tersenyum menanggapi pertanyaan Orion, lantas menoleh sang suami yang hanya diam.


“Soal masalah kalian, apa kalian sendiri sebenarnya sudah membuat keputusan?” tanya Annetha.


“Sudah, Mi. Bahkan sejak Cheryl tahu kalau yang melakukan bukan aku, kami berjanji akan mempertahankan pernikahan ini dan menjadikannya serius, bukan hanya karena terpaksa atau untuk saling menguntungkan. Kami benar-benar saling menerima, serta ingin menjalani pernikahan ini sebagaimana mestinya,” ujar Orion panjang lebar menjawab pertanyaan Annetha.


Annetha tersenyum mendengar penjelasan Orion, lantas melirik sang suami yang tidak beraksi sama sekali. Dia pun lantas menginjak kaki Arlan karena kesal suaminya hanya diam.


“Apa?” Arlan bicara sambil menahan sakit karena diinjak istrinya.

__ADS_1


“Ngomong! Mas mau diam sampai kapan?” Annetha bicara dengan suara sedikit ditahan.


Orion dan Cheryl menatap Annetha juga Arlan secara bergantian, keheranan karena kedua orang tua itu malah saling bisik.


“Ion dan Cheryl memang sudah memutuskan untuk tetap melanjutkan pernikahan itu, apa Mas masih berpikir untuk meminta mereka bercerai?” tanya Annetha sambil melotot untuk mengingatkan apa yang mereka bahas tadi.


Cheryl dan Orion kini menatap Arlan, mereka menunggu jawaban atas pertanyaan Annetha. Cheryl tanpa sengaja menggenggam erat telapak tangan Orion karena takut, hal itu tertangkap pandangan mata Arlan.


Arlan berdeham seolah ingin melegakkan tenggorokan padahal tidak terasa gatal. Dia duduk sedikit tegap, lantas menatap Orion dan Cheryl secara bergantian.


“Kalian, apakah benar menjalani pernikahan ini dengan serius dan bukan karena terpaksa?” tanya Arlan yang akhirnya bicara setelah diam sangat lama.


“Awalnya kami memang menikah hanya untuk menyelamatkan nama Cheryl. Namun, setelah kami tinggal bersama, kami menyadari jika memang saling menginginkan dan membutuhkan. Hingga akhirnya kami pun mengubah semua pemikiran, pernikahan ini bukanlah sebuah permainan, kami benar-benar serius menjalin hubungan ini, Pi.” Orion bicara jujur agar tidak ada lagi kesalahpahaman di antara mereka.


Arlan kembali berdeham, hingga kemudian berkata, “Jika kalian benar-benar serius menjalani pernikahan kalian, maka Papi tidak akan meminta kalian berpisah.”


Annetha tersenyum karena Arlan tidak berubah pikiran lagi, sedangkan Cheryl dan Orion terlihat terkejut karena Arlan akhirnya tidak memaksa mereka berpisah.


“Papi serius?” tanya Orion memastikan.

__ADS_1


“Kalau tidak mau ya sudah,” jawab Arlan, gengsi karena dalam waktu singkat mengubah keputusannya.


Orion terlihat senang, hingga berdiri dan memeluk sang mami, sebelum akhirnya memeluk papinya. Arlan terkejut karena Orion memeluknya, tapi sedetik kemudian ada kelegaan di hati, karena putranya masih sama seperti dulu, pemuda yang ramah dan sopan, serta tidak berbuat hal yang tidak bermoral.


__ADS_2