Suamiku Berondong Manis

Suamiku Berondong Manis
Cemburu


__ADS_3

“Hari ini aku libur, apa nanti malam mau aku masakkan sesuatu?” tanya Orion sambil menoleh Cheryl yang menyetir mobil untuk mengantarnya ke kampus.


Saat pagi hari, Orion mendapati selimut hangat membalut tubuh, membuatnya tersenyum karena Cheryl memberinya perhatian. Meski kecil, tapi Orion sangat menghargai hal itu.


“Tidak ada, masak saja dan aku akan memakannya,” jawab Cheryl yang memang tidak menginginkan sesuatu.


Cheryl sekarang bagai memiliki koki pribadi yang menyiapkan serta memastikan gizinya tercukupi.


“Baiklah, nanti aku juga akan belanja sekalian karena bahan makanan banyak yang habis,” kata Orion karena Cheryl tidak menginginkan sesuatu.


Mobil Cheryl memasuki pelataran kampus, lantas berhenti di dekat fakultas tempat Orion belajar. Sebelum Orion pergi, Cheryl mengambil tasnya dan mengeluarkan kartu debit dari dompet.


“Pakai ini untuk belanja, jangan menghabiskan uangmu untuk kebutuhan rumah,” ucap Cheryl sambil menyodorkan kartu debitnya.


Orion menatap kartu yang disodorkan Cheryl, hingga kemudian beralih menatap ke istrinya itu. Dia berpikir jika mengeluarkan uang belanja adalah kewajibannya sekarang, tapi karena tidak ingin membuat Cheryl kecewa, membuat Orion menerima kartu itu.


“Baiklah.” Orion mengambil kartu itu dari tangan Cheryl, lantas melepas seat belt dan keluar dari mobil.


Cheryl menatap Orion yang baru saja menutup pintu, kemudian bersiap pergi karena harus ke kantor. Dia pun kemudian menginjak pedal gas, mencari tempat untuk putar arah agar bisa keluar dari area fakultas.


Orion menatap mobil Cheryl yang hendak putar arah, hingga seorang gadis tiba-tiba menghampirinya.


“Kak Orion.”


Orion menoleh, melihat seorang gadis tersenyum kepadanya.


“Ya?” Orion tetap saja bersikap ramah ke setiap orang yang menyapanya.

__ADS_1


“Ini buat Kakak.” Gadis itu mengulurkan paper bag kecil ke arah Orion.


Orion menatap gadis itu, tapi tentunya bisa menebak maksud gadis itu memberi.


Di saat Orion sedang berdiri berhadapan dengan gadis yang mengulurkan paper bag, Cheryl yang baru saja hendak melaju keluar fakultas, melihat jika suaminya didekati oleh gadis lain.


Sudah jelas dalam kesepakatan mereka, bahwa tidak akan mencampuri urusan pribadi satu sama lain, tapi entah kenapa Cheryl kini merasa tidak rela jika Orion didekati gadis lain, terutama gadis yang lebih muda darinya.


Cheryl kembali memutar mobilnya, lantas melaju ke arah Orion berdiri.


Orion masih berdiri belum menerima pemberian gadis itu, hingga dia menoleh saat menyadari jika mobil Cheryl kembali ke sana.


Cheryl membuka kaca jendela mobil, lantas melongok agar Orion bisa melihatnya.


“Maaf sebentar,” kata Orion ke gadis tadi, kemudian dia buru-buru menghampiri Cheryl.


“Aku baru saja kepikiran, aku ingin makan ikan panggang yang seperti kamu buat untukku. Apa kamu bisa membuatkannya nanti malam?” tanya Cheryl balik yang sebenarnya hanya alasan agar membuat Orion tidak berdua dengan gadis itu.


“Baiklah kalau kamu mau makan ikan panggang, nanti sore pulanglah cepat dan jangan lembur, aku akan masak ikan panggang spesial untukmu,” jawab Orion begitu senang karena akhirnya Cheryl menginginkan sesuatu darinya.


“Oke, aku akan pulang cepat,” balas Cheryl dengan senyum manis di wajah.


Orion cukup terkejut melihat senyuman itu, sedikit heran karena Cheryl tiba-tiba terdengar begitu manis dan manja.


Cheryl memakai kacamata hitamnya, menaikkan kaca jendela lagi kemudian meninggalkan tempat itu kembali. Dia yakin dengan perbincangannya tadi, gadis yang mendekati Orion akan paham tentang hubungannya dengan pemuda itu.


Gadis yang tadi ingin memberi hadiah ke Orion, mendengar apa yang dibicarakan Orion dengan Cheryl, hingga bertanya-tanya ada hubungan apa antara keduanya.

__ADS_1


“Kak, dia siapa? Kakakmu?” tanya gadis itu.


Orion menoleh ke gadis tadi, kemudian mengulas senyum dan menjawab, “Istriku.”


Tentu saja gadis itu begitu syok mendengar Orion berkata jika wanita di mobil adalah istrinya, sedangkan selama ini tidak ada kabar berita jika Orion sudah menikah.


“Sepertinya tadi istriku cemburu karena melihatmu ingin memberiku hadiah, jadi untuk menjaga perasaannya, aku tidak bisa menerima hadiahmu, maaf,” ucap Orion membuat alasan agar tidak perlu menerima hadiah itu yang tentunya akan menjadi beban baginya.


Orion meninggalkan gadis itu, tampaknya dia sekarang memang harus mematahkan hati para gadis yang mengejarnya secara langsung, agar tidak terjadi lagi kesalahpahaman.


Di mobil, Cheryl mengemudi sambil menggigit bibir bawahnya. Dia mengguyar kasar rambutnya ke belakang, sungguh yang dilakukannya tadi bukanlah gayanya. Kenapa dia tiba-tiba memutar arah dan kembali menemui Orion, lantas bersikap manis dan manja ke pemuda itu.


“Kamu sudah gila, Cher. Benar-benar gila,” gerutunya pada diri sendiri.


**


“Ion, katakan berita yang tersebar tidaklah benar!” Gaby masuk kelas dan langsung berdiri di depan meja Orion. Dia bahkan menggunakan kedua tangan untuk bertumpu di meja, serta sedikit membungkukkan badan untuk menatap Orion yang sedang duduk.


Semua teman sekelas Orion langsung menatap pemuda itu, membuat Orion langsung memandang Gaby.


“Berita apa, Gab?” tanya Orion santai, meski tahu arah pembicaraan temannya itu.


“Ion, kamu ….” Gaby tidak bisa berkata-kata, sedangkan banyak pasang telinga yang bersiap mendengarkan berita apa yang dimaksud Gaby.


“Kamu benar-benar aku kecewa!” Gaby terlihat kesal karena tidak tahu apa-apa tentang temannya itu, hingga dia pun memilih pergi meninggalkan kelas.


Orion terkejut melihat Gaby yang marah dan meninggalkan kelas, lantas memilih mengejar temannya itu untuk menjelaskan.

__ADS_1


“Gab, tunggu!” Orion menahan tangan Gaby, membuat langkah gadis itu terhenti. “Aku jelaskan, tapi tolong jangan marah dulu.”


__ADS_2