
Semua orang terkejut mendengar apa yang dikatakan Cheryl, mereka merasa dihina oleh wanita itu.
“Jaga ucapan Anda!” Dekan bicara dengan nada tegas.
“Anda yang seharusnya menjaga ucapan. Tidak seharusnya Anda membuat keputusan semena-mena seperti itu!” Tantang Cheryl yang tidak takut.
Jika Orion memang dikeluarkan dari kampus itu, maka dia berniat membawa Orion ke Paris untuk kuliah di sana, para petinggi kampus itu mengira Cheryl tidak mampu melakukannya. Dia geram karena para petinggi itu tidak lebih dulu menyelidik yang terjadi.
“Kami tidak membuat keputusan secara semena-mena, kami membuat keputusan berdasarkan bukti!” Salah satu staff angkat bicara.
“Bukti? Bukti video yang tidak jelas asal-usulnya, bahkan terkesan seperti dipotong sebagian?” Cheryl menatap tajam ke dekan dan staff, membuat orang-orang itu tiba-tiba ngeri dengan tatapan Cheryl.
Orion sudah was-was, takut kalau Cheryl membeberkan masalah sebenarnya. Arlan sendiri mulai curiga karena Cheryl terkesan benar dan berani melawan dekan dan staff kampus.
__ADS_1
“Di sini kami tidak mempertimbangkan apakah kamu memaafkan Orion atau tidak, karena itu tidak masuk dalam penilaian kami. Di sini yang kami permasalahkan adalah video yang mengatakan soal Orion yang memperkosa hingga hamil, tanpa bukti atau pengakuan kalau dia tidak bersalah, kami tidak memiliki alasan untuk mempertahankannya. Jika memang Orion bisa membuktikan serta mengklarifikasi kalau dia tidak memperkosa atau rumor itu tidak benar untuk menenangkan keresahan mahasiswa lain, maka kami akan mencabut keputusan mengeluarkannya.” Dekan akhirnya berusaha bersikap tenang agar masalah itu tidak merembet ke mana-mana.
Orion langsung menoleh Cheryl, sedikit menggelengkan kepala untuk memberi isyarat agar tidak membongkar rahasia mereka. Dia pun pasrah jika harus dikeluarkan, Orion bisa bekerja atau melakukan hal lainnya setelah itu.
Arlan menatap Cheryl, melihat menantunya itu tampak ingin mengatakan sesuatu.
Dekan dan para staff pun menunggu pembelaan dari Cheryl, jika tidak ada maka mereka benar-benar akan mengeluarkan Orion.
Cheryl mengepalkan kedua telapak tangan, menatap dengan dan para staff penuh keyakinan demi masa depan Orion.
Orion panik karena Cheryl benar-benar membongkar rahasia mereka, sedangkan Arlan syok atas pengakuan Cheryl. Arlan menatap Cheryl dengan rasa tidak percaya.
“Apa kamu yakin? Sedangkan di video itu terdengar jelas kalau Orion mengakui tentang perbuatannya,” kata dekan memastikan.
__ADS_1
“Soal video itu, aku yakin ada penjelasan antara Orion dan Gaby yang terlibat percakapan itu. Untukku sendiri kenapa yakin kalau Orion tidak melakukannya, karena memang dia tidak pernah melakukannya. Orion sendiri melakukan itu demi menjaga nama baikku, sedangkan aku mengakui dia yang melakukannya karena tidak punya pilihan. Aku ingat yang membawaku ke kamar hotel saat itu seorang pria berumur tiga puluh tahunan mengenakan jas, dan itu bukan Orion,” ungkap Cheryl untuk membersihkan nama baik suaminya.
“Cher.” Orion langsung menggenggam tangan Cheryl, tidak menyangka kalau Cheryl akan mengungkap semua.
Arlan menatap Cheryl dan Orion bergantian. Dia sepertinya percaya dengan pengakuan Cheryl, kemudian menatap kecewa ke Orion yang sudah membohonginya.
Dekan dan para staff terlihat saling bisik mendiskusikan sesuatu, hingga kemudian meminta Gaby untuk masuk.
Gaby pun masuk, di sana dimintai keterangan apakah benar kalau video itu tidak lengkap dan masih ada kelanjutan pembicaraan antara Orion dan Gaby.
“Benar, setelah Orion mengakui hal itu. Aku tidak percaya dan memaksanya mengaku, lantas dia berkata kalau bukan dia yang melakukan itu. Jelas jika memang ada yang sengaja merekam atau memotong durasi video untuk memfitnah Orion,” ujar Gaby setelah Orion meyakinkan untuk jujur saja.
Dekan dan para staff kembali berdiskusi, hingga kemudian mereka menatap Gaby, Orion, dan Cheryl bergantian.
__ADS_1
“Jika kalian bisa mencari siapa penyebar video ini pertama kali, serta membuktikan kalau memang video itu hanya sepenggal, maka kami akan menarik hukuman untuk mengeluarkan Orion dari kampus.”